Pantai Palm Spring Menelan Korban

0
933

pantaiBATAM – zonadinamika.com ,Isak tangis Johnson Hutagalung dan Romauli Boru Nainggolan beserta keluarga terdengar histeris disebabkan telah meninggalnya anak kesayanganya Felendi Tunas Putra Hutagalung, yang masih duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP)kelas 7D disalah satu Yayasan Tunas Baru Jin Seung (TBJS ) diwilayah Batu AJI Kavling Baru. Johnson Hutagalung dan Romauli Boru Nainggolan ( orang tua korban red) belum bisa menerima kepergian anak tercintanya Felendi yang seharusnya tidak akan terjadi bencana menimpa anaknya Felendi yang mengakibatkan meninggal dunia pada hari sabtu tanggal 18 april kemarin.

Kami belum bisa terima kepergian anak kami ini bang, ini anak kami pertama yang akan generasi penerus bapaknya, akibat kelalaian pihak sekolah, akhirnya anak kami tercinta harus meninggal dunia. Padahal sudah ada surat edaran larangan dari dinas Pendidikan Batam kesemua Sekolah sekolah yang berbunyi,

Sekolah tidak diperbolehkan membawa anak didik bertamasyah kepantai. Dan juga pengelola pantai Palm Spring Nongsa sudah melarang pihak sekolah berenang, dikarenakan tidak ada disediakan penjaga pantai , tetapi pihak sekolah tetap membiarkan anak didiknya berenag, yang mengakibatkan anak kami tercinta meninggal dunia. Pihak Sekolah memberitahu kami bahwa anak kami hilang jam enam sore tanggal 17 april. Ujar Romauli pada awak media ini pada saat dikomfirmasi.

Drs Nurli M Kapala Sekolah SMP Yayasan Tunas Baru Jin Seung pada saat dikomfirmasi awak media ini diruang kerjanya membenarkan adanya anak didiknya yang meninggal dunia pada hari sabtu Tanggal 18 April 2015 yang bernama Felendi Tunas Putra Hutagalung kelas 7D di Pantai Palm Spring. Setiap tahun biasanya anak didik kami bertamasyah ke Pantai Palm Spring Nongsa, kami biasanya melakukanya setiap bulan April, Doa bersama untuk pemberangkatan anak kelas sembilan menghadapi Ujian Nasional sekalian perayaan. Jadi anak kelas tujuh dan delapan di ikut sertakan untuk pemberangkatan kakak kelasnya.

Drs Nurli M menambahkan, sebelum acara tamasyahya berjalan, pihak sekolah sudah terlebih dahulu memberikan tata acara yang akan dilakukan pihak sekolah beserta anak didiknya kepihak pengelola pantai, pihak pengelola pantai tidak ada mempermasalahkan tata acara tersebut termasuk acara bebas berenang dipantai, kalau memang pihak pantai ada melarang acara mandi,apakah ada larangan tertulis tidak boleh berenang dipantai ? ujar Drs Nurli kepala sekolah merasa tidak bersalah.

Saat awak media ini melakukan investigasi kelokasi Pantai Palm Spring Nongsa, salah satu pegawai pengelola pantai Palm Spring yang berinisial RZL Membenarkan adanya Siswa SMP Tunas Baru yang meninggal dunia dipantai ini diakibatkan tenggelam pada hari Sabtu Tanggal 18 April. Kita pengelola pantai sudah mengingatkan pihak sekolah agar tidak berenang, dikarenakan pengelola pantai tidak ada menyediakan penjaga pantai, tetapi pihak sekolah tidak mengindahkan larangan tersebut.

Sekitar jam 15:30 tujuh orang anak didik yang berenang terkena bulu babi, lalu pihak sekolah   memerintahkan seluruh anak didik agar segera meninggalkan pantai. Dan kami langsung membawa ketujuh korban tersebut ke klinik nongsa untuk mendapatkan pertolongan, dan saya sebagai petugas pantai yang jaga sudah berulangkali mempertayakan kepada pihak guru apakah sudah semua anak didik sudah meninggalkan pantai, dan sudah yakin tidak ada yang tertinggal ? Tetapi kepala sekolahnya sendiri menjawab sudah tidak ada yang tertinggal tanpa mengabsen anak didiknya terlebih dahulu. Jam 16:30 pihak guru mengabsen satu persatu anak didiknya, ternya salah satu hilang dan langsung kita melakukan pencarian dibantu Angkatan Laut dan Basarnas beserta masyarakat setempat. Esok harinya hari Sabtu tanggal 18 April kurang lebih jam 14:00 Korban ditemukan kurang lebih 200 meter dari pantai dan sudah tidak beryawa lagi. Jelas RZL`. (NGL)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here