LSM GPRI DPD Sumbar : “Diduga Ada Yang Tidak Beres Dalam Proyek RSUD Paritmalintang Padang Pariaman”

0
539

Padang Pariaman-Zomadimamikanews.com. Pembaca setia media ZonaDinamikaNews.com mungkin masih ingat akan temuan LSM Gempar Peduli Rakyat Indonesia (GPRI) DPD Sumbar terkait adanya oknum honorer yang bekerja di Rumah Sakit Umum Paritmalintang Padang Pariaman Provinsi Sumatera Barat, yang disebut-sebut memakai ijazah palsu, mulusnya kedua oknum tersebut melakukan aktiftas walaupun diduga memakai dokumen palsu, disinyalir tidak terlepas dari peran serta oknum pejabat di Pemerintahan Padang Pariaman.

Kini yang menjadi temuan baru oleh tim LSM GPRI DPD Sumut dugaan adanya ketidakberesan dalam sebuah bangunan gedung di RSUD Paritmalintang, dugaan tersebut adalah pelaksanaan pembangunan yang ditenggarai adanya konstruksi besi yang tidak sesuai dengan speack bahkan pengurangan volume bobok konstruksi.

Begeni penjelasan oleh Zaherman selaku ketua LSM GPRI DPD Sumbar, pihaknya menemukan kejanggalan akan pemasangan pondasi yang terbuat dari rangkain besi yang aneh, anehnya itu, pemasangan cincin besi cor yang terlihat memiliki jarak yang cukup jauh, sehingga bila di hitung akan banyak tianga cor yang dipakai, maka bisa sampai ribuan cincin cor akan hilang atau tidak terpakai.Lalu berapa kubik atau berapa ton besi yang hilang.

Zaherman lebih jauh mengatakan, temuan tersebut sudah dicoba meminta tanggapan dari kepala dinas kesehatan Padang Pariaman, beliau berjanji akan meminta laporan dari direktur Rumah sakit. “Trims infonya, Akan kami minta laporan direktur RS” dan dikatakan, bahwa hasil kordinasi dengan pihak RS, dan juga sedang membahas  proses pelaksanaan  pembangunan RS, dan kami sampaikan, nanti pihak RS yang akan menjelaskan”.

Namun kata Zaherman, hingga sampai detik ini, pihaknya belum mendapatkan klaarifikasi dari pihak rumah sakit, alias berusaha tutup mulut, ironisnya, sang direktur RS diduga memblokir nomo WhatApp kami, terang Zaherman.

Berdasarkan bocoran gambar untuk rakitan besi cor yang diterimah oleh pihaknya dan menyesuaikan dengan kondisi dilapangan, ditemukan ada perbedaan. “Kita mendapat bocoran berupa gambar untuk rakitan besi cor, dan setelah kita cocokan di lapangan, banyak perbedaan dilapangan dan tidak sesuai dengan gambar, ini diduga ada unsur pemufakatan jahat demi meraih untung diluar kewajaran, dan mengorbankan keuangan negara, ujar Zaherman,

Semua ini bisa terjadi tidak terlepas akibat lemahnya pengawasan kuasa pengguna anggaran atau pihak pengawas, atau ada kemungkinan saling kerja sama dengan diel-dielan di belakang layar. cara-cara ini tidak bisa dibiarkan dan harus di awasi semua pihak demi kepentingan bersama. Kata Zaherman berpesan. (tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here