Anggota DPRD Kotim Ini Mengaku Dirugikan Asuransi AXA

0
280

Kalateng-ZonadinamikaNews.com.M.Abadi anggota komisi 2 DPRD Kota Waringin Timur mengaku dirugikan oleh Asuransi AXA Mandiri, beliau ini mengakatakan,bahwa dirinya pada tahun 2012 datang ke bank mandiri berencana membuka tabunggan untuk pendidikan anak…dan dari pihak pegawai bank mandiri menawarkan program AXA mandiri dengan bermacam macam manpaat dan pada saat itu saya menginginkan asuransi pendidikan itu.

Lalu pihak AXA Mandiri memberikan lembar ilustrasi manfaat.saya pun menyepakati pembelian polis Mandiri Sejahtera Mapan untuk anak saya sebagai tertanggung.

Dan membayarkan premi senilai Rp500.513 lima ratus ribu lima ratus 13 rupiah setiap bulannya no polis :513-2074542(FTN) Kode Agen :183624-04-006930 dengan sistem autodebet dan berjalan selama 8 tahun .

Membeli tersebut dengan imbal hasil yang tertulis dalam lembar ilustrasi manfaat, yakni proteksi tingkat pengembalian investasi hingga 14 persen
Dan saya pun pada saat itu berulang kali menanyakan bagaimana jika suatu saat saya ingin mengklaim atau mengambil tabunggan saya yang sudah sya setorkan maka pada saat itu pihak aksa menjelaskan apabila sudah di atas lima tahun maka penarikan tidak dikenakan pinalti ataupun potonggan.

Maka akhirnya saya menyetujui mengikuti program axa mandiri
Pihak AXA menambahkan bahwa tertangung akan mendapatkan manfaat pertanggungan jiwa serta asuransi kesehatan.

Namun sangat mengenjutkan setelah saya ingin melakukan pengkeleman setelah di cek bahwa saldo yang saya setor selama kurang lebih 96 bulan ini hanya sebesar 16 juta rupiah maka saya pada saat itu menyampaikan keberatan karena saya merasa telah dirugikan dan pihak axa memnta waktu untuk menyelesaikan persoalan ini namun sampai saat ini belum diselesaikan maka saya berharap kepada.

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) kerna diduga pihak AXA mandiri tidak mematuhi ketentuan
STANDAR PRAKTIK DAN KODE ETIK TENAGA PEMASAR ASURANSI JIWA Sesuai keputusan RAT AAJI no 003/AAJI/2012 Dalam hurup

l. Keterbukaan
Tenaga Pemasar wajib setiap saat memberikan informasi yang jelas, benar, dan lengkap kepada Perusahaan Asuransi Jiwa yang diwakili, calon Nasabah dan Nasabah. Tenaga Pemasar dilarang menyampaikan informasi yang bersifat keliru dan menyesatkan kepada Perusahaan Asuransi Jiwa yang diwakili, calon Nasabah dan Nasabah.

Dengan ini saya meminta kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK)- Badan Perlindungan Konsumen Nasional – POLRI – Kementrian BUMN- untuk mengimplementasikan UU RI No 40/2014 Tentang PERASURANSIAN terutama pada pasal 73-s/d 82 mengenai Ketentuan Pidana agar menjadi efek jera dan sinyal keras bagi Perusahaan Asuransi yang melakukan indikasi penipuan secara Terstruktur- Sistematis- Masif.(anton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here