LSM GPRI DPD Sumut dan KAI Deliserdang Minta Aparat Sikat Pelaku Pemotong BLT

0
251

DELI SERDANG-zonadinamika news.com.Dugaan adanya pemotongan Bantuan sosial Tunai(BST) di desa Tumpatan nibung , Kecamatan Batang kuis membuat geram masyarakat ,dan LSM GPRI selalu social kontrol,apalagi tentang bantuan covid 19 yang di kucurkan untuk masyarakat.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah LSM Gempar Peduli Rakyat Indonesia (GPRI) Agustinus Sihombing mengatakan, sesuai KUHAP Polri sudah dapat melakukan penyelidikan sesuai dengan pemberitaan di media atau disebut “laporan informasi” Agus meminta aparat penegak hukum dalam hal ini Polresta Deli Serdang dan Kejaksaan Negri Lubuk Pakam untuk mengusut dan memeriksa oknum pelaku pemotongan bantuan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19.

Menurut Agustinus Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari anggaran Dana Desa (ADD) dan Bantuan Sosial Tunai (BST) yang telah dikucur kan Mentri Sosial (Mensos) RI, sesuai keputusan Pemerintah Pusat diberikan kepada warga yang berhak menerima sebesar Rp600 ribu/orangnya dijadikan ajang mencari keuntungan oleh oknum-oknum yang mengatasnamakan/mencatut nama kebijakan pemerintah desa setempat.

Bantuan yang diterima oleh masyarakat disaat pandemi ini adalah bentuk dari kepedulian dan tanggung jawab Pemerintah terhadap rakyatnya atas musibah yang saat menjadi musibah nasional di Negara ini Republik Indonesia bahkan musibah diseluruh Dunia.

“Bantuan yang diterima oleh masyarakat yang terdampak Covid-19 seakan bukan bantuan terhadap masayarakat kurang mampu yang saat ini dialami warga. Namun disinyalir dijadikan ajang untuk kepentingan oknum mengatasnamakan pemerintah dengan melakukan pemotongan biaya bantuan sesuka hati,” ungkap Indra kepada wartawan, Minggu (31/5/2020).

Masih Indra, seperti pemberitaan salah satu media online di Dusun V. A. Desa Tumpatan Nibung, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, sambung Indra, setelah dilakukan pengambilan biaya bantuan pemerintah oleh masyarakat yang berhak menerima sesuai identitas nya, Kamis (28/5/2020) kemarin di Kantor Pos Batang Kuis ada dugaan pemotongan yang dilakukan oleh seorang wanita berinisial TN disebut-sebut suruhan dari oknum Kepala Dusun (Kadus) V. A. Desa tersebut bernama, Sukardi.

Disitu, TN mendatang 16 rumah KK penerima bantuan untuk meminta per orangnya Rp200 ribu dengan dalih akan diserah kan nanti nya kepada yang tidak menerima dengan tanpa menyebut kan siapa penerima yang dimaksudkan.

Diduga dengan sedikit ada intervensi dari suruhan Kepala Dusun tersebut dengan kata-kata kalau tidak diberikan para penerima untuk bulan berikut nya yang telah menerima bantuan ini tidak dapat menerima lagi.

“Jika benar hal itu terjadi, kita minta aparat Penegak Hukum dalam hal ini Polresta Deli Serdang dan Kejaksaan Negri Lubuk Pakam untuk memeriksa para oknum yang melakukan pemotongan bantuan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19,” ujarnya.

Walaupun dana itu telah dikembalikan sambung Ketua Dewan Pimpinan Cabang Kongres Advokat Indonesia (KAI) Kabupaten Deli Serdang, Indra Surya Nasution SH pihak penegak hukum untuk tetap memeriksa para pelaku. Sebab kejahatan itu terjadi akibat dari ada nya peluang untuk berbuat jahat.

“Pemeriksaan ini tidak terhenti sampai tingkat Kepala Dusun saja dan harus membongkar siapa yang menyuruh mereka,” pintanya.

Camat Batang Kuis, Avro Wibowo yang ditemui wartawan di Kantor Desa Tumpatan Nibung pada, Sabtu (30/5/2020) kemarin membantah adanya pemotongan bantuan tersebut.

Dan setelah wartawan meminta di ketemukan dengan seorang nenek sebagai Narasumber pada media yang bernama Lumiyem (81) sebagai penerima bantuan, Camat sedikit tertunduk malu dengan pernyataan yang disampaikankan nenek Lumiyem.

Pemotongan Rp200 ribu yang pada sore hari nya dilakukan oleh wawok alias TN tetangganya Kepala Dusun dan pada malam hari nya dikembali kan lagi pada kami dan saya minta maaf.

“Saya tidak ada mengintruksikan kepada siapapun untuk melakukan pemotongan bantuan pemerintah yang diterima masyrakat,” ungkap Camat yang juga diamini oleh Kepala Dusun V. A. Sukardi bahwa pemotongan itu datang dari kebijakan masyarakat itu sendiri, ungkap nya.(JM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here