Lagi Lagi Bungkam, Dirut Pelindo IV Dipertanyakan Ketum IRSI

0
84

Jakarta-ZonadinamikaNews.com.Lagi lagi bungkam, Dirut Pelindo IV Prasetyadi saat dikonfirmasi media (16/5/2020) terkait temuan BPK waktu Doso Agung menjabat, diduga dengan modus menggunakan kartu kredit direksi dengan nilai realisasi ratusan juta. “Ini bukan untuk kepentingan perusahaan, mohon tanggapannya Pak Pras?” demikian bunyi pertanyaan kepada Prasetyadi Dirut Pelindo IV terkini. Doso Agung kini menjabat Dirut Pelindo III Makassar.

Perlu diketahui berita hot Pelindo IV ini telah dimonitor oleh BPKP. Pasalnya temuan ‘menggiurkan’ ini dikonfirmasi oleh orang dalam, mencapai Rp.12,7 Miliar. ” Kuat dugaan banyak pihak terlibat. Periksa itu oknum direksinya,” ujar IR. H. Arse Pane Ketua Umum Ikatan Reporter Seluruh Indonesia kepada media di Jakarta.

Berdasarkan penjelasan dari ASM Rumah Tangga Biro Umum, ASM Treasury Biro Keuangan, SVP Integrated Service Center diketahui bahwa dokumen pertanggungjawaban penggunaan kartu kredit direksi hanya berupa tagihan bulanan tanpa disertai bukti transaksi pembayaran atau invoice dari tempat belanja/transaksi.

SM Umum serta SM Pembinaan SDM & Kesra tidak melakukan verifikasi dan koreksi atas pemakaian Kartu Kredit untuk memastikan penggunaan kartu kredit sesuai ketentuan dan kepentingan perusahaan.Selain itu, tidak pernah dilakukan pengkategorian akun biaya yang sesuai dengan jenis realisasi pengeluaran tersebut.

Semua biaya yang tercantum dalam tagihan kartu kredit dibukukan dalam akun Beban Umum Lainnya dengan kode akun 5 02 10 99 990.

Pelindo IV melakukan pembayaran bulanan dengan cara auto debet langsung dari rekening bank Pelindo IV sejumlah tagihan yang tercantum dalam lembar tagihan. Realisasi penggunaan kartu kredit corporate dari Januari tahun 2016 s.d Agustus 2017 adalah sebesar Rp2.128.203.191,00.

Atas penggunaan kartu kredit, terdapat penarikan tunai sebesar Rp301.252.113,00 dan biaya administrasi penarikan tunai sebesar Rp20.468.550,00 serta penggunaan sebesar Rp1.796.163.215,00 untuk pembayaran atau pembelian. Seluruh penggunaan kartu kredit direksi tersebut tidak dapat ditelusuri keterkaitan penggunaannya dengan kegiatan perusahaan karena tidak disertai dengan bukti transaksi atau bukti pembayaran.

Berdasarkan kondisi di atas, biaya yang dikeluarkan dengan menggunakan kartu kredit sebesar Rp2.128.203.191,00 oleh direksi tidak dapat ditelusuri apakah biaya tersebut terkait dengan keperluan perusahaan serta belum dipertanggungjawabkan secara memadai. Prasetyadi selaku Dirut Pelindo IV pernah berjanji kepada Klikanggaran.com akan mengecek hal ini kepada Direktur Teknik nya. Dan hal ini juga “Disayangkan sampai kini hal itu hanya dianggap angin lalu,” kordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia.(MAKI) Bonyamin Saiman angkat bicara terkait hal ini Prinsip bahwa semua pengeluaran keuangan harus ada pertanggungjawaban terkait penggunaannya, apalagi terhadap jumlah uang yang terhitung besar Rp. 2 Milyar untuk kebutuhan sehari2 direksi.

Disisi lain untuk perjalanan dinas utk kepentingan dinas termasuk akomodasi mestinya sudah tercover oleh sisten SPJ yang kira2 diluar transaksi kartu kredit.

Untuk ini Irjen Kementerian BUMN harus turun untuk menyelidikinya.jelas Boyamin kepada Zonadinamika News dan hal ini sudah dikonfirmasi wartawan zonadinamika news kepejabat tersebut melalui kontak person wa sampai berita layak dipublikasin tidak ada responsibilitynya (rasatanggungjawab) (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here