Kepsek SMAN 1 Darul Ihsan Aceh Timur Diduga Poligami Dengan 2 PNS ,Langgar PP No 45 Tahun 1990

0
816

Aceh Timur-ZonadinamikaNews.com.Bila sudah ada mawar putih, buat apa lagi mawar merah, bila sudah ada cinta suci janganlah cari masalah.pantun ini agaknya tepat sekali dialamatkan pada oknum kepala sekolah HSN yang diduga keras yang nekat menghancurkan kepercayaan sang istri.

Sedangkan seorang pendidik selayaknya memberikan contoh yang baik pada banyak orang, melindungin dan menghormati martabat seorang wanita dan menjaga harga diri nama baik anak dan keluarga, dan menjauhkan hal-hal yang bisa mencoreng martabat keluarga, menjaga hasrat birahi diluar keluarga, sebab orang bijak berkata, kehancuran seorang laki-laki kerap terjadi karena tiga hal, harta, tahta dan wanita.

Entah jurus apa yang dipakai oleh HSN akhirnya bisa membuat wanita ini tunduk dan jatuh kepelukannya dan menjadi tempat penampungan air ajaibnya selama bertahun-tahun, yang mana cinta terlarang ini sudah mencoreng nama baik pendidik di Aceh Timur.

Oknum kepsek yang bertugas di SMAN 1 Darul Ihsan Aceh Timur ini memang tergolong nekat bercinta secara terlarang dan tidak bisa menguasai hasrat biologisnya sehingga dengan bermodalkan kebohongan sukses memelihara cinta terlarang itu bertahun tahun.

NUR oknum guru disebuah SMPN sementara inisial LYA yang disebut-sebut mengajar di SMKN 2 Peurelak oleh HSN berhasil membuahkan cinta dengan meliki 2 anak dari LYA, namun kabarnya 1 harus meninggal dunia di usia dua bulan karena inpeksi.

Dalam ketentuan poligami diatur secara khusus dalam Pasal 4 PP Nomor 45 Tahun 1990, di mana PNS boleh melakukan poligami asalkan mendapatkan izin istri tua dan juga dari pejabat terkait atau atasanya. Artinya Pegawai Negeri Sipil pria yang akan beristri lebih dari seorang, wajib memperoleh izin lebih dahulu dari Pejabat.

Permintaan izin berpoligami itu harus disampaikan secara tertulis dan harus mencantumkan alasan lengkap yang mendasari keinginan untuk berpoligami.Sementara untuk pejabat yang bisa memberikan izin poligami diatur dalam regulasi lama yakni PP Nomor 10 Tahun 1983, di mana pejabat yang dimaksud yakni Menteri, Jaksa Agung, pimpinan lembaga non departemen, pimpinan kesekretariatan lembaga tinggi negara, dan gubernur.

Izin tertulis itu harus disampaikan PNS lewat atasan tempatnya bekerja. Dan setiap atasan yang menerima permintaan izin dari Pegawai Negeri Sipil dalam lingkungannya, baik untuk melakukan perceraian dan atau untuk beristri lebih dari seorang, wajib memberikan pertimbangan dan meneruskannya kepada Pejabat melalui saluran hierarki dalam jangka waktu selambat-lambatnya tiga bulan terhitung mulai tanggal ia menerima permintaan izin.

Dan dalam PP inipun juga mengatur bahwa poligami tidak bisa dilakukan dengan sesama PNS. Dalam arti, jika PNS pria ingin melakukan poligami, maka dilarang baginya untuk menikahi PNS wanita untuk jadi istri kedua, ketiga, atau keempat.

HSN mantan kepsek SMAN Peunaron yang memiliki tiga anak dari Farida istri syah (2 perempuan dan 1 laki-laki) ini diduga keras telah melanggar PP Nomor 45 Tahun 1990,dan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil.Kalau tidak ada izin maka Dengan sanksi hukuman disiplin tingkat berat atau dipecat dari PNS.

HSN ketika di konfirmasi via telepon selulernya mengakui bahwa dirinya punya simpanan, namun dimikian berharap masalah ini tidak perlu di lanjutkan dan mohon di tahan. “Tolong informasi ini di tahan, saya akan datang segerah untuk kita bisa duduk bersama”jawabnya, ketika ditanya, apakah wanita-wanita itu dijadikan istrinya atas persetujuan istri tua dan atasanya? HSN tidak bisa memberikan jawaban. siapa dan dimana kedua wanita ini mengajar ikuti berita selanjutnya. (Ful)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here