Ada Niat Jahat Kontraktor di Proyek Jembatan Humbanghas dan Langgar UU No 14 Tahun 2008

0
293

Humbanghas-ZondinamikaNews.com.Sangat disayangkan informasi yang seharusnya dapat diakses oleh masyarakat dengan mudah tapi tidak dengan proyek diduga siluman yang berada di dusun Amborgang Desa Habinsaran,Kecamatan Parlilitan Sumatera Utara.

Proyek Pembutan jembatan gantung yang diperkirakan menelan biaya miliaran rupiah ini, dikabarkan dibawah naungan satuan kerja jalan nasional wilayah dua sumatera utara dengan sumber dana APBN.

Padahal pemerintah republik indonesia telah mengeluarkan produk hukum berbentuk Undang-Undang No. 14 tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik ,Yang tertuang dalam 64 pasal seperti memberikan kewajiban kepada setiap Badan Publik untuk membuka akses bagi setiap pemohon informasi publik untuk mendapatkan informasi publik.

Undang-undang sudah jelas mengatur tentang infornasi publik ,jadi apa yang di takutkan pihak ketiga kontraktor atau pelaksana di lapangan jika membuka nama pekerja’an, volume pengerja’an berapa nilai dan sumber dana.

Hasil pantauan wartawan dilapangan ditemukan sejumlah kejanggalan yang bermuara pada kerugian keuagan negara, diantara, pengadaan jenis material dan bace came yang menjadi suatu kemutlakan di sediakan kontraltor. Dengan tidak adanya Base Came yang memadai, patut di curigai, kemana biaya base came yang lajim tertuang dalam RAB.Base Camp Kontraktor untuk bangunan penunjang yang digunakan untuk tempat penyimpanan seperti peralatan, material dan pusat dari aktivitas manajemen pengendalian pekerjaan proyek. dan dibuat Kontraktor dibuat sesuai dengan spesifikasi dengan jarak tidak lebih dari 2,5 Km dari lokasi proyek untuk mengoptimalkan fungsi kerja yang efektif an efisien. Pasalnya base came yang ada hanya sebatas bentuk tenda yang terbuat dari bahan terpal plastik.

Selain itu pengadaan batu yang aneh terlihat dilokasi dan bukan batu belah,namun ada batu jenis batu kali fosfor, yang memiliki warna hitam,abu-abu,coklat krem.batu kali seperti merupakan batuan yang tergolong harga relatif murah dan ukuran nya sulit disesuaikan dengan desain. Biasa disebut batu kali berupa bongkah-bongkahan dan yang berasal dari sungai maupun gunung.

Dengan pengadaan batu yang diduga telah menyimpang dari specak ini, sengaja dilakukan kontraktor demia marauf untung tanpa mempertimbangka kualitas komstruksi.Hal itu duga tidak terlepas atas peran oknum pengawas yang kongkalikong bersama pihak pelaksana.

Juga jenis baterial besi yang terpantau dilokasi, ada memakai besi bekas dan tidak sesuai dengan ukuran, dan penyediaan mesin molen hanya satu. Tumanggor salah seorang pekerja dilokasi proyek mengakui tidak ada adanya papan proyek.”Tidal ada dipasang papan proyek disini”jawabnya singkat. (Ttn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here