Aroma Kongkalikong dan Korupsi Dalam Proyek Fiber Optik Diskominfo Kota Medan.

0
87

SUMUT-ZonadinamikaNews.com.Konsep Smart City dan Kota di Indonesia yang Sudah mengaplikasikannya dan Pemerintah, memiliki tanggungjawab untuk terus mengembangkan kota-kota di Indonesia menuju kota pintar atau smart city.Konsep smart city ini dapat memberikan pengaruh positif yang besar dari mulai menyelesaikan kemacetan, keamanan warga kota, penumpukan sampah dan lain sebagainya.Bagi pemerintah kota, tentunya mereka sudah memahami dengan baik bahwa untuk membuat smart city, tentu dibutuhkan dana.

Bukan tidak mungkin jika pemerintah juga menggunakan pinjaman mudah dalam memulai proyek ini. namun tentunya akan lebih baik jika pemerintah sudah menyiapkan rencana sebelumnya sehingga urusan modal atau biaya untuk menerapkan smart city ini tidak terkendala.Lebih baik memang menggunakan uang kas pemerintah kota karena smart city ini bermanfaat untuk seluruh warga kota.

Berapa anggaran dan asal usul anggaran juga proses pekerjaan juga perlu diketahui serta proses lelang LPSnya.

Namun hasil pengamatan wartawan zonadinamikanews.com bahwa dalam proses pelaksanaan pemasangan kabel fiber optik banyak menyimpan kejanggalan dan teridikasi jadi ajang praktek kongkalikong demi keuntungan oknum.

Selain tidak mengacu pada undang-undang no 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik, karena tidak ditemukannya plang proyek pemasagan kabel fiber optik tersebut dilapangan. Sementara PLT Kadiskomimfo sumatera utara, Ayub ketika di konfirmasi seputar proyek fiber optik beliau lebih mengarahkan wartawan untuk konfirmasi pada diskominfo pemerintahan setempat.

“Untuk informasi tentang kabel optik tanyakan ke diskominfo kota Medan dan dinas perijinan kota medan” jawab lewat pesan singkat.

Terkait proyek kabel optik ini, Dinas Komunikasi dan informatika Kotamadya Medan diduga telah melahirkan proyek bak proyek siluman, satuan kerja Dinas komunikasi dan Informatika dan diduga bekerjasama dengan pihak pelakana.

Dikatakan proyek siluman pasalnya tidak ada proses lelang yang diumumkan pada tahun anggaran 2018 maupun 2019,sementara pengiat anti korupai menyoroti hal ini, dan menganggap adanya dugaan proyek siluman,” Sudah seharusnya bila belanja melalui e-catalog bisa langsung digunakan, bukan beli baru dibuatkan jaringan, artinya azas manfaat dari pembelian yang dilakukan oleh Dinas Kominfo tidak maksimal dan tidak efisien, kenapa tidak membeli pada profider yang telah memiliki jaringan sehingga langsung bisa dimanfaatkan.

Kadis diskominfo Kota Medan himgga berita ini diturunkan belum berhasil dan para staf dinas yang diajak berbincang-bincang mengatakan, bahwa kegiatan itu ada ditangan atasanya.bersambung
(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here