Karawang-ZonadinamikaNews.com. Hancurnya kualitas kandang ayam yang di peruntuhkan bagi rumah tangga miskin melalui program BEKERJA yang disalurkan pada ribuan warga kecamatan lemah Abang kabupaten Karawang, diduga ada peran oknum pejabat Dirjen Peternakan PKH. Hal itu demi mendapatkan untung kaum miskin.

Oleh karena itu,banyak pihak mendesak Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Drh. I Ketut Diarmita, MP harus meninjau akan pengalokasian terhadap bantuan untuk warga miskin di Karawang serta mengecek secara dekat akan kondisi kandang ayam yang cukup reot tersebut.

Patut diwaspadai ratusan juta bantuan dana tunai untuk RTM yang diperuntuhkan dalam pembuatan kandang ayam di sinyalir akan tersedot oleh oknum oknum bermental serakah yang nekat mengambil hak orang miskin.

Sejumlah warga RTM merasa kecewa terhadap bantuan dirjen peternakan yang memberikan sarana dengan kualitas sangat jelek.dan adanya oknum mencari keuntungan di atas penideritaan masyarakat, sebab tidak bila di hitung anggaran yang di gelontorkan khususnya untuk RTM di Kecamatan Lemah Abang mencapai Rp.1.4000.000.000 dengan jumlah penerima bantuan 2.800 RTM (sesuai pengakuan Karno yang mengerjakan kandang-red).

Menurut Karno yang menerima orderan untuk membuat kandang tersebut hanya dibayar Rp.100.000/kandang karena material sudah di pasok oleh salah seorang oknum kepala desa. secara matematika dari total anggaran untuk pembuatan kandang ayam yang di peruntuhkan untuk 2.800 KK x 500.000 = Rp.1.400.000.000. Bila dibelanjakan Rp.200.000 untuk 1 kandang x 2.800 kandang hanya menghabiskan biaya Rp.560.000.000.Maka anggaran akan menyisahkan Rp 840.000.000. dan dana warga miskin ini diduga akan di bagi bagi oleh oknum.

Banyak pihak berharap penegak hukum agar menyikapi atas dugaan korupsi dalam program “BEKERJA” (Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera) dari Kementerian Pertanian melalui Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.karena diduga sudah menjadi bancakan sejumlah oknum Kades, yang disinyalir telah mengibulin warga miskin.

Kandang Ayam terindikasi kuat tidak sesuai dengan speack yang ditentukan kementerian pertanian melalui dirjen peternakan PKH, menurut sejumlah sumber di lingkungan UPTD Pertanian Karawang, kandang tersebut seharusnya terbuat dari bambu dengan memakai atap asbes, namun fakta dilapangan kandang tersebut terbuat dari limbah penggergajian atau simol dan kondisi kandangpun sangat memprihatinkan.

H.Nana selaku ketua gapoktan dan juga pendamping Desa Ciwaringin mengakui dan menyayangkan akan kondisi kandang yang cukup jelek, dijelaskan bahwa seluruh kepala Desa di Kecamatan Lemah Abang membuat perjanjian atau MoU dengan salah seorang kepala desa perihal pembuatan kandang, jadi kandang ayam tersebut di pasok satu kepala desa untuk seluruh RTM di Lemah Abang dengan kondisi Kandang yang sama.

Alasan pengambilalihan pembuatan kandang dari tanugan penerima bantuan dan di kuasai kepala desa, hanya karena alasan takut kandang tersebut tidak dibangunkan oleh warga. Namun diduga alasan tersebut hanya upaya mencari untung di atas penderitaan warga.dan terbukti kondisi dan kwalitas kandang ayam yang di terima warga pun sangat jauh dari harapan dan membuahkan kekecewaan.(B)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here