Karawang-ZonadinamikaNews.com. Salah seorang ketua kelompok tani di Desa Ciwaringin mempertanyakan Iwan staf UPTD Dinas Pertanian Lemah Abang Karawang yang merangkap jadi pendamping desa pada program “BEKERJA” (Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera) dari Kementerian Pertanian melalui Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Keberadaan Iwan sebagai PNS dan merangkap jadi pendamping desa itu jadi pertanyaan H.Nana selaku rekan pendamping, selain PNS juga bukan warga Desa Ciwaringin. ” Dalam program BEKERJA cetusan menteri pertanian melalui dirjen peternakan khususnya di Desa Ciwaringin ada 6 orang pendamping, setiap pendamping membawahi sedikitnya 60 RTM yang mendapat bantuan unggas jenis anak ayam dan dana Rp.500.000 untuk pembuatan kandang plus honor, ditransfer melalui rekening pendamping, termasuk pada rekening pak Iwan selaku PNS di UPTD Dinas Pertanian Lemah Abang.Siapa okn pejabat Dinas pertanian yang bermain dalam program ini, sehingga Iwan bisa lolos jadi pendamping desa, apalagi Iwan adalah warga Wadas bukan Ciwaringin.kata H.Nana dengan nada tanya.

Iwan selaku Pengawai Negeri Sipil (PNS) dan merangkap jadi pendamping desa perlu di tinjau dan karena sangat rawan menciptakan praktek korupsi dalam pembajakan hak orang miskin, dan dugaan itu agaknya sangat sulit untuk di bantah, mengingat fenomena dilapangan dalam pembuatan kandang Ayam tersebut ada peran pendamping yang kental, bahkan terkesan membiarkan kondisi kandang tidak bermutuh.

Ombudsman Republik Indonesia dengan tegas mengatakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilarang untuk rangkap jabatan, Larangan tersebut telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 tahun 2009 tentang pelayanan publik.

Dengan rangkap jabatan, tentu ada konflik kepentingan dan sifat intervensi yang haramkan di era sekarang.Selain itu, rangkap jabatan bagi PNS juga rentan terhadap pelanggaran administrasi (maladministrasi) dan korupsi.

Dalam hal dugaan korupsi berencana terkait dalam penyerapan anggaran biaya pembuatan kandang ayam secara langsung telah melibatkan Iwan, pasalnya, keberadaan akan kandang ayam yang diperuntuhkan untuk warga tidak sesuai speack, H.Nana pun menyanyangkan oknum yang membuat kandang tersebut yang asal jadi.

“Sebenarnya keberadaan Iwan selaku PNS tidak boleh jadi pendamping desa apalagi dia bukan warga Ciwaringin, dan memang kualitas kandang ayam sangat jelek, kami selaku pendamping desa dan warga desa juga tidak menyangkah bahwa kandang tersebut separah itu, disisi lain kementerian juga kurang perhitungan akan lokasi pembuatan kandang, karena banyak rumah warga tidak memiliki lahan untuk tempat pembuatan kandang” papar H.Nana.

Iwan ketika di hubungin via pesan singkat selalu tidak merespon dan no whaaatApp dan menghindari komunikasi. (B)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here