Karawang-Zonadinamikanews.com. Diberitakan sebelumnya ancaman akan rontokan jembatan yang baru seumur jangung yang disebut-Sebut di kerjakan yang biasa di panggil lurah Way asal Cilamaya akhirnya berusaha untuk mengelabui publik atas buruknya hasil kinerjanya.

Sebab kondisi Jembatan yang di bangun oleh Dinas PUPR Karawang tahun 2018 yang berlokasi di Kampung karang bendah rt.04/02 desa karang sinom kec Tirtamulya Kab Karawang Jawa Barat sudah mengalami retak-redak dan diduga karena kualitas yang cukup mengkhawatirkan.

Sangat disayangkan pelaksana yang disebut sebut lurah Way saat di konfirmasi via pesan singkat, yang bersangkutan masih tutup mulut dan tidak merespon dan mengabaikan terhadap konfirmasi wartawan media ini.

Dan untuk menutupi kebobrokan pihak pelaksana mencoba memoles bagian-bagian yang retak dengan acian semen, dengan maksud menutupi akan kerusakan jembatan. Walau di ketahui bahwa tindakan tersebut akan sia-sia belaka. Patut dicurigai, buruknya kualitas pekerjaan diduga akibat adanya kongkalikong pihak pelaksana dengan oknum pengawas selama proses pelaksanaan, yang mengakibatkan bobot konstruksi terabaikan, yang semata-mata hanya untuk mengejar untung belaka.

” Pemborong itu identik dengan pembohong, liat aja hasil pekerjaannya, dan untuk menutupi kekotoranya pura-pura di ditutupin pakai semen bagian yang retak-retak, walaupun mereka tau bahwa itu akan sia-sia, pemborong itukan tau kontruksi kuat atau tidaknya apa yang mereka kerjakan, kita liat aja nanti, tidak lama lagi jembatan ini akan rontok dan akan sulit di lalui kendaraan” terang warga yang sedang nonkrong di sekitar lokasi jembatan.

Fenomena tersebut agaknya sulit untuk di bantah, melihat kondisi Proyek yang baru seumur jangung ini sudah mengalami banyak retak-retak dan dikhawatirkan antara kepala jembatan dengan badan jembatan akan lepas dan kondisi tanahnya akan ambrol.

Biaya pemeliharaanpun dipertanyakan?apakah biaya pemeliharaan di tilep? Mengingat kondisi badan jembatan banyak yang sudah mengalami retak-retak, bahkan badan jalan cor yang menyambungkan ke jembatan juga mengalami retak yang lumayan serius dan tidak ada perbaikan yang berarti, sebab semen yang dibpakai untuk menempelin yang retak-retak diperkirakan hanya habis 2 kg.

Ada dugaan pihak pelaksana pembangunan jembatan yang di perkirakan menghabiskan biaya miliaran tersebut, dikerjakan tidak sampai tuntas sebagai ketentuan atau RAB,Pasalnya, bagian sisi kepala jembatan masih di tembukan urukan tanah merah yang tidak menutup bagian kepala jembatan secara utuh.

Dan buruknya kualitas pekerjaan telah menimbukan kondisi jembatan yang mengalami keretakan, sejumlah warga yang berhasil temui di lokasi proyek mengaku bahwa ada rasa was was terhadap kondisi jembatan, dimana pada coran yang menyambungkan ke badan jembatan terancam akan ambruk dan ditambah dengan kepala jembatan kiri kanan mulai retak dan di khwatirkan akan lepas dari badan jembatan.(B)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here