Kades Tanah Baru Serakah, Bisniskan Tanah Dinkes Karawang

0
388

KARAWANGZonadinamika.com:  Lahan milik pemerintah Pemkab Karawang yakni Dinas Kesehatan dengan seluas Sekitar 9000 meter persegi di kecamatan Pakisjaya tepatnya di Desa Tanahbaru yang akan peruntukannya untuk membangun gedung Puskesmas.

Pengadaan lahan inipun disinyalir sangat rawan penyimpangan atau dugaan adanya Mark Up oleh oknum-oknum penjabat Karawang yang berkantor di Dinas Kesehatan Karawang,bahkan sangat berpotensi merugikan keuangan negara.

Konon kabarnya tanah tersebut hasil pengadaan tahun 2017,yang dibelih dari warga, sebelum di bangun, lahan tersebut sedang di garap oleh warga sekitar dengan  sistem sewa pada kepada Kepala Desa Tanah Baru sekitar Empat Juta rupiah.

KadesTanah Baru di sinyalir mencipatkan bisnis di lahan pemerintah tanpa adanya persetujuan dari pihak pemerintah,hal itu di lakukan untuk mengisi pundi-pundi pribadinya yang terkesan sebagai aparat desa yang serakah.

Dari hasil beberapa sumber di wilayah Desa Tanah Baru bahwa sawah tersebut sudah di beli oleh Pemerintah daerah melalui dinas Kesehatan yang peruntukannya untuk membangun Pusat Pelayanan Kesehatan masyarakat (puskesmas) pasalnya Kecmatan Pakisjaya yang memiliki Delapan Desa belum memiliki Gedung Puskesmas secara permanen sementara ini pelayana kesehatan menyewa.

Lahan yang seluas sekitar 9000 meter persegi tersebut dalam bentuk lahannya sawah,yang lokasinya di Desa Tanahbaru.Lahan sawah tersebut sebelum dibangun di mamfaatkan oleh warga sekitar dengan cara menyewa kepada Kepala Desa Tanahbaru sebesar Empat Juta rupiah.

Tanah sawah tersebut hak milik H.Bunyamin seorang  warga desa tanah baru,anggaran pembelian lahan tersebut bersumber dari  APBD II Kabupaten Karawang  Tahun Anggaran 2017.

Lahan tersebutpun di mamfaatkan oleh oknum Kades, kabarnya ,Aripin Kepala desa tanah baru telah menyewakan tanah sawah itu kepada seorang warga kampung melayu dengan nilai Rp.4 juta.

”Uang sewanya juga saya yang serahkan langsung sama pak kades dirumahnya,uangnyapun hasil jual gelang istri saya bang.”Ungkapnya S penyewa lahan pada zonadinamika, Senin (26/6).

Dijelaskan, saat melakukan survey lokasi,ada oknum yang menggunakan mobil plat merah,informasinya pejabat penting dari Dinas terkait,lalu mereka mengukur ulang lokasinya,setelah itu mereka menanyakan penggarap tanah itu dan memintanya untuk tidak menggarap tanah tersebut kembali,karena pada bulan juli nanti akan dilaksanakan pengurugan lahan.

Ungkapan S tersebut di amini oleh istrinya ND bahwa musim depan,mereka diminta untuk tidak menggarapnya lagi,karena akan segera dilaksanakan pembangunan.”Kalau kita mah gak menggarap lagi juga gak apa-apa,yang penting hasil sewa lahan musim ini bisa ke ambil hasilnya,”Tuturnya.

Menanggapi penyewaan lahan pemerintah tersebut, Bunawi seorang aktifis dari BPPKB Banten wilayah Pakisjaya,menuding bahwa Kepala desa yang tidak sesuai Tupoksinya.

Apa yang menjadi dasar seorang kepala desa berani menyewakan lahan yang bukan milik pribadi atau institusinya itu.

”Menurut saya ketika Kepala desa menggarap,menggadai ataupun menyewa lahan yang bukan milik pribadi atau institusinya,harus mempunyai dasar hukumnya,minimal adanya Perdes yang telah disepakati bersama dengan BPD sebagai mitra Institusinya.”Ucapnya ketika dihubungi zonadinamika via telepon selulernya.

Sementara Kepala desa Tanah baru,belum bisa dikonfirmasi zonadinamika, terkait uang sewa lahan Puskesmas yang diduga kuat masuk kantong pribadinya.Hingga berita ini muncul ke khalayak ramai,belum bisa di temui Karena mungkin suasana masih Lebaran.(Haris/Wasim)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here