Sudah PHK Puluhan Karyawan PT.CPP Cikampek Masih di Siksa

0
747

KARAWANG-Zonadinamika.com. Sedikitnya 18 karyawan PT.Central Pangan Pertiwi harus menelan pil pahit menjelang lebaran tahun ini, pasalnya sejumlah karyawan tersebut harus berakhir masa kerjanya di perusahaan memproduksi pakan ini.

Penyiksaan yang di alami oleh 18 karyawan sudah berjasah diperusahaan dari 8 sampai 23 tahunkarena tidak mendapatkan penghargaan sedikitpun dari hasil perjuangan para karyawan selama ini,ironisnya penyiksaan yang di dapatkan.

Penyiksaan seperti apa sih yang mereka dapatkan dari pihak managemen PT.CPP? sesuai UU No.13/2003 telah diatur terkait pesangon dan penghargaan apabila mengalami PHK (pemutusan hubungan kerja).

Selain tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, disinyalir ada oknum manageman yang diduga memalsukan dokumen pembayaran pesangon tersebut dan sistem pembayaran pesangonpun sangat aneh dan berbau akal-akalan busuk oleh oknum.

Sistim pembayaran pesangon tersebut benar-benar menyiksa sejumlah karyawan korban PHK dan tidak lazim dan sangat jauh dari ketentuan perundang-undangan.
“Saya di datangi oknum managemen ke rumah saya untuk menandatangi surat pesangon,memang saat itu saya tidak lihat totalnya karena tulisanya sangat kecil, dan bentuk surat tersebut sangat meragukan keabsahanya dan penuh keanehan, waktu itu malah saya tanya berapa pesangon mala di jawab “tenang aja ga mungkin saya korupsi mala di jawab begitu” Terang Tata, yang sudah bekerja selama 19 tahun di PT.CPP tersebut.

Hingga saat ini, pensangon yang sudah diterima rekan-rekan saya via tranfer belum mereka ambil,karena di nilai sistem pembayaran ini berbau tindakan kotor oleh pihak managemen,mungkin ada tindakan lain yang akan dilakukan nanti mengingat pembayaran pesangon tersebut tidak layak, terang Tata.

Seraya membeberkan tindak tanduk oknum managemen yang selama ini di nilai kotor dan bermental maling serta merugikan perusahaan. “Jangan sok merasa bersihlah,saya tau kartu mereka semua selama ini yang merugikan perusahaan,dan ini akan jadi bom waktu untuk meledakan mereka” Kata Tata dengan nada kesal.

Rizky selaku GA PT.Central Pangan Pertiwi yang beralamat di Desa Purwasari ini, ketika konfirmasi Via pesan singkat seputar sistem pembayaran pesangon yang dinilai jangkal tersebut,hingga berita ini di turunkan belum memberikan jawaban.bersambung.(tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here