Koordinasi Dengan PPATK, Alpanji Bongkar Rekening Gendut Pejabat Karawang,

0
423

KARAWANGZonadinamika.com. Ditenggarai kuat oknum pejabat di Karawang telah memamfaatkan sopir pribadinya untuk menimbun uang hasil korupsinya.Rekening gendut ini pun semakin mengguncang pemerintahan Karawang saat ini.

Lebih gilanya oknum pejabat tersebut menyimpan uang di berbagai bank atas nama sopirnya yang bersatus hononer.

Karena beberapa sopir pribadi Kepala Dinas di lingkungan Pemda Karawang memiliki sejumlah rekening di bank dengan saldo milyaran rupiah.
Kepemilikan rekening dengan jumlah fantastis tersebut sangat tidak masuk akal, mengingat pegawai honorer yang dimaksud berasal dari keluarga sederhana dan biasa saja.

Tabungan mencurigakan itu akhirnya mendorong seorang aktivis bernama Panca Jihadi Alpanji, sekretaris dari LSM Kompak Reformasi, untuk melaporkannya ke Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) beberapa waktu lalu.

“Saya memiliki data otentik beberapa sopir pribadi Kepala Dinas dan seorang Kepala Seksi memiliki rekening di sejumlah bank dengan nilai milyaran rupiah, ” kata panji kepada tintabiru.com.

Menurut dia, kepemilikan rekening dengan jumlah milyaran rupiah itu sangat mencurigakan, mengingat level pegawai honorer atau pejabat setingkat Kepala Seksi tidak mungkin memiliki uang dalam jumlah sebanyak itu.

“Kami telah melaporkan rekening gendut itu ke PPATK beberapa waktu lalu, dengan berdasar kepada peraturan Pemerintah No. 71 Tahun 2000 tentang peran serta masyarakat dalam pemberantasan tindak pidana korupsi, ” kata panji.

Menurut dia, adalah keganjilan yang sangat kentara saat seorang sopir pribadi dengan status honorer memiliki uang dalam jumlah sebanyak itu yang disimpan di sebuah rekening bank.

“Ini sangat mencurigakan, seorang sopir pribadi dengan status honorer punya rekening dengan total saldo milyaran rupiah, sementara dia berasal dari keluarga biasa saja, ” jelas dia.

Panji mencurigai jika rekening gendut tersebut adalah milik dari “Big Boss” sang sopir, yang sengaja disimpan di rekening bank menggunakan nama anak buahnya.

Dirinya  menyakini bahwa  rekening gendut itu adalah milik pejabat yang sengaja menggunakan nama sopir pribadinya untuk transaksi keuangan yang tidak halal. Saya telah melaporkan semuanya dan nanti PPATK akan menyelidiki sumber dan asal-usul uang dari rekening tersebut, ” ungkapnya.

Aktivis dengan latar belakang seorang pendidik ini menjelaskan, jika berkas laporan yang diserahkan ke PPATK baru hanya dua rekening mencurigakan, namun sambung dia, dirinya masih sedang mengumpulkan bukti rekening mencurigakan lainnya dari orang terdekat dengan pejabat Pemda Karawang.

“Kami baru melaporkan dua rekening saja, namun kami masih sedang mengumpulkan aset-aset tidak bergerak  yang  kami curigai berasal dari sumber keuangan yang tidak jelas. Karena bukan sesuatu yang sulit bagi PPATK untuk menyelidiki sumber transaksi keuangan dan asset tersebut meskipun dalam dokumen legalnya menggunakan nama orang lain, ” ucapnya.

Dikatakan dia, Saat dirinya menyerahkan berkas laporan tersebut ke PPATK, para pejabat PPATK di Jakarta bahkan meminta bantuan kepada masyarakat untuk melaporkan bila ditemukan adanya transaksi mencurigakan dari para Penyelenggara Negara.

“PPATK meminta peran kita sebagai masyarakat untuk melapor jika ada transaksi mencurigakan, tentunya laporan yang dimaksud harus disertai kronologis serta bukti berupa fhoto asset atau surat transaksi, ” papar dia.(tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here