Program Rutilahu Mulai Menuai Keluhan dari Masyarkat

0
643

KARAWANG-Zonadinamika.com. Pemerintah Kabupaten Karawang telah meluncurkan kebijakan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Dana perbaikan Rumah Tidak Layak Huni dialokasikan oleh Pemerintah setempat dari APBD Tahun 2017.

Total dana yang disiapkan per rumah sebesar puluhan Juta rupiah. Namun dilapangan program ini mulai menuai keluhan dari sejumlah masyarakat. Selain tenaga kerja yang cukup minim,sehingga proses pengerjaan sering di tinggalkan berhari-hari oleh pihak pelaksana.

Warga yang rumah sudah di robohkan tersebut dengan sangat terpaksa harus sabar tidur di gubuk-gubuk sementara atau di rumah saudara.

Hasil investigasi wartawan di sejumlah titik rumah warga yang mendapatkan rutilahu yang tersebar di Cikampek, mendapatkan keluhan yang beragam, baik lambatnya pembangunan,juga kondisi material yang sangat di ragukan bahkan diduga jenis material yang di pergunakan tidak sesuai dengan RAB.

“Ya pak kami bingung ini, rumah saya belum kelar-kelar,alasan tukangnya pinda tempat lain dulu, ya beginilah jadi berantakan semua,katanya tukang terbatas jadi harus pinda-pindah” Terang salah seorang warga dengan nada polos.

Kuatnya indikasi pembangunan rumah tidak layak huni dikerjakan seara asal-asalan, terlihat dari hasil pekerjaan dilapangan, selain pemasangan hebelnya tidak sama,ada yang memakai sejenis lem dan ada yang memakai adukan semen.

Ironisnya banyak ditemukan pemasangan hebel tidak memakai adukan secara merata alias bolong-bolong akibat perekat/adukan tidak maksimal,sehingga sangat di khwatirkan akan mudah rontok atau rubuh.

Proyek ini pun bak program siluman karena tidak satupun ditemukan adanya pemasangan plang proyek/program pada rumah yang di bedah.

Kabid Wasdak Diskimrum Karawang Maman Suhaya bersama UPTD Diskirum Cikampek Mahfudin, ketika di berbincang dengan wartawan,mengatakan,bahwa pihak belum bisa melakukan pengawasan secara menyeluruh,dan baru sebahagian yang terkontrol di lapangan.

Namun pihaknya menegaskan, semoga program rutilahu ini benar-benar bermamfaat bagi warga,seraya mengingatkan agar pelaksana tidak berlaku nakal dalam pengerjaan.

“Ya tolong rekan wartawan bantu kami untuk melakukan pengawasan di lapangan,sebab kami akui belum tentu kami bisa mengawasi secara maksimal” Ujar Maman.

Bagaimana penyimpangan dilapangan dalam program rutilahu ini dan yang diduga menjadi ajang azas mamfaat oleh oknum-oknum, ikuti terus hasil investigasi kami pada edisi-edisi berikutnya.(tim)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here