Dugaan Mal Praktek Bidan Desa &Klinik Amanda “Mitra Bunda” Dua Saksi Korban di Periksa Polres Karawang

0
603

KARAWANG-Zonadinamika.com.Polisi Resor Karawang Jawa Barat telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi korban Mal praktek Kusniawati warga Dusun Krajan Desa Panyingkiran Karawang 8/4.

Sesuai surat pelaporan perkembangan hasil penyidikan  (SP2HP)  no B/477/IV/2017/Reskrim, dua sakti korban yakni Mimih ibu korban dan Enggot kakek korban, diperiksa di unit Tipiter Polres Karawang, pemeriksaan terhadap kedua saksi korban hampir 3 jam.

Apa saja yang disampaikan pada penyidik, Mimih dan Enggot usai kepada wartawan mengatakan atas pelayanan Bidan Jeneng  Danengsih,Amd.Keb,ketika itu Anaknya (Kuniawati-red) melahirkan seorang bayi secara normal di tempat praktek bindan Jeneng dengan berat bayi mencapai  4 Kg.

Diluar dugaan, persalinan anaknya masuk dalam kriteria Laserasi Perineum Grade IV, yang seharusnya bidan tidak berhak melakukan tindakan heacting dan seharusnya tindakan itu dilakukan oleh Dokter ahli kandungan atau ahli kebidanan (dokter Obgyn).

Saat itu pulah Bidan Jeneng sempat memintah bantuan temannya sesama bidan bernama Wina.

Dikatakan,bahwa Bidan sempat menganjurkan agar tidak memakai kartu BPJS dengan alasan ribet urusnya, tapi untuk lebih jelas ada bundelan kronologis kejadain yang di pengang oleh Ibu Lisa ahli farmasi yang  turut membantu keluarga kami dalam kasus ini,di sana semua terjabarkan,jadi kalian minta ke ibu Lisa ya,Jawab santai.

Di dalam bundelan itu,jelas jugan,bahwa tindakan pihak Klinik Amanda Mitra Bunda yang diduga keras telah Mark Up atau dugaan manipulasi pelayanan dalam pemberian pelayanan terhadap anak saya.

Dalam bukti pembayaran yang di keluarkan Klinik Amanda Mitra Bunda, ketika anak saya di rujuk kesana, kami menduga pelayanan pembohongan, bahkan pemberian obat seperti LIDOCAIN,METVEL,GASTRUL (4 BUTIR yang mengandung obat keras penghancur janin atau obat aborsi,LAMINARIA  dan banyak lagi itu semua tertulis rincian biaya yag diberika ke kami,terang Mimi.

Kasat Reskrim Polres Karawang  Jawa Barat, Maradona Armin Mappaseng,SH,S.I.K, kepada wartawan membenarkan,bahwa pihaknya sudah memeriksa dua saksi korban untuk menggali informasi bagaimana krologis kejadian.

Untuk menerapan pasal pada terlapor yakni pasal 360 KUHPidana kealpaan orang lain menyebabkan orang lain mendapat luka-luka berat, Ya kasus ini akan kita proses dengan baik,dan kita akan jadwalkan dalam waktu dekat untuk memanggil Pihak Bidan dan Klinik Amanda Mitra Bunda,Terang Maradona.

Sesuai keterangan saksi korban, ada dugaan bidan dan klinik melakukan pelayanan di luar standar dan dugaan manipulasi pembayaran  obat dan pemberian obat diluar standar.

Klinik Amanda “Mitra Bunda” ke polisi pada tanggal 29 Maret 2017 dengan no STTL/512/III/2017/Jabar/Res.Krw,yang diterima oleh Kanit SPKT II Ajun Komisaris Polisi Satu, Budi Susanto.

Peristiwa ini sempat di laporkan secara lisan pada pihak Dinas Kesehatan,namun sayang,oleh pihak Dinas Kesehatan Karawang tidak menanggapi secara serius,bahkan pihak Klinik Amanda sempat mengajukan agar masalah ini di selesaikan secara kekeluargaan, namun ,tawaran tersebut tidak terwujut.

Ketua umum Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Solidaritas Masyarakat Bersatu (LSM GSMB)untuk mendampingi keluarga korban melaporkan peristiswa tersebut pada penegak hukum. Arjun yang biasa di sapa ini, sangat menyayangkan pihak Dinas kesehatan yang tidak pro aktif dalam kasus ini.

Ir. Marjuni selaku Ketua Umum LSM GSMB  menegaskan akan tetap kawal kasus ini, dan sudah melakukan koordinasi dengan Wakapolres dan kasat Reskrim,dan pihak kepolisian sangat mendukung agar korban membuat laporan polisi untuk di tindaklajuti,terang Arjun.(tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here