Dinas Cipta Karya Karawang Nyolong Listrik Selama 2 Tahun?

0
562

KARAWANG-Zonadinamika.com. Salah satu UPTD atau kantor cabang Dinas Cipta Karya Karawang menjalankan aktifitas pemerintahan memakai listrik secara ilegal atau lebih tepat disebut nyolong dan diduga unsur kesegajaan.

Pencatolan listrik secara liar berjalan mulus hingga bertahun-tahun, dan patut diduga oknum UPTD yang mengantongi anggaran pembayaran listrik dari APBD tersebut.

Salah seorang pejabat PLN membenarkan, bahwa pihaknya telah menemukan salah satu dinas pemerintahan melakukan pencurian listrik, dan sudah melakukan pertemuan dengan salah seoarang staf Cipta Karya bernama Agus dan menandatangai atau mengakui adanya pemakaian ;listrik negara secara ilegal. Dan pihak Cipta Karya telah siap membayar tunggakan susulan hingga puluhan juta rupiah.

Terungkapnya praktek dugaan pencurian listrik itu bermula dari kecurigaan wartawan media ini yang mengamati penerangan yang terjadi di sebuah lingkungan dinas pemerintah di Karawang, dan sedikitnya empat ruangan diterangi, dua dipergunakan sebagai kantor pemerintahan dan dua lagi sebagai rumah yang ditempati oleh penjaga.

“Sebenarnya perihal dugaan pencurian listrik oleh oknum PNS tersebut sudah cukup lama, dan sudah berjalan hampir dua tahun, listrik tersebut menyala tanpa KWH” Kata sumber
Kecurigaan dugaan pencurian listrik tersebut semakin nyata, setelah kami berbincang-bincang dengan salah seorang kepala UPTD dan mengakui, bahwa dirinya pernah menegor dinas tersebut akibat penarikan arus listrik secara liar dari kantornya,karena tidak mau terbeban dalam pembayaran listrik diluar kebutuhanya.

Dari penjelasan sumber yang nota bene wartawan media ini,akhirnya Ka UPTD tersebut mengakui bahwa dugaan pencurian listrik tersebut sudah cukup lama terjadi namun tak ada niat untuk melaporkan, karena tidak begitu penting buat dirinya.

Ketika di tanya,bahwa dugaan pencurian listrik tersebut akan di laporkan,dirinyapun sangat mendukung.”Saya mendukung bila kalian melaporkan dugaan pencurian tersebut,sebab itu hak semua warga dan saya tidak berhak melarangnya”jawabnya santai.

Dugaan pencurian listrik itu akhrinya tembus pada pihak PLN,dan PLN melakukan pengecekan ke dinas pemerintahan tersebut.

Informasi yang diterima media atas perkembangan dan hasil pemeriksaan, benar ditemukan penggunaan listrik tanpa memakai KWH.

“Ada temuan nyambung sebelum meter,sudah di BA dan TS (Tangihan Susulan setempat sudah dinormalkan pada tanggal 25 Januria dan sudah di hitung TS-nya sesuai aturan PLN”.

Pihak Cipta Karya hingga berita di terbitkan belum berhasil di konfirmasi,ber.

.(tim)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here