BPSK Pemalang Mandul,Bagaikan Macan Ompong

0
638

PEMALANG-Zonadinamika.com. Untuk kesekian kalinya BPSK (Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen) mandul dan lumpuh,seolah-olah kehilangan taringnya,serta terkesan dan di duga berpihak pada pengusaha,yang nota bene berkantong tebal.

Pihak majlis yang di pimpin langsung oleh Rudi Kurnia Setiawan selaku ketua,dan hanya di dampingi oleh Mazidah dari perwakilan unsur pelaku usaha.Di duga,sengaja melakukan penekanan secara halus terhadap Setiyowati sebagai konsumen yang melaporkan karena merasa dirugikan dan tertekan dengan denda keterlambatan yang dibebankan oleh PT.BESS FINANCE sebesar Rp.1,2 juta.

Bukan tanpa alasan Setiyowati,ibu dari 6 (enam) orang anak ini,melaporkan kasusnya pada pihak BPSK yang berkantor di Diskoperindag (Dinas Koperasi,Perindustrian dan Perdagangan ) Beji,Taman Pemalang.Dengan penuh harapan bisa selesai sesuai yang diharapkan dan mengacu pada Undang-Undang Perlindungan Konsumen.

Pasalnya,Setiyowati merasa telah menyelesaikan tanggung jawabnya pada PT.Bess Finance.Dirinya,sudah memenuhi angsuran pokok selama 18 bulan,sesuai perjanjian dan sudah terbayar lunas.Namun ironisnya,denda keterlambatan yang cukup mencekik membuat janda paruh baya tersebut menangis histeris di depan ruang sidang.

“Saya sudah merasa tidak mampu lagi untuk membayar denda keterlambatan sebesar itu,saya janda yang masih menanggung anak yang sedang sekolah dan sebentar lagi menghadapi ujian dan sekarang dalam keadaan tidak mampu”.Isaknya,menjelaskan pada ketua BPSK.

Namun sayang,tangisan histeris Setiyowati,terkesan tak di gubris oleh Rudi dan Mazidah yang duduk bersebelahan di meja majlis.Mata hati mereka yang seolah sudah tertutupi oleh bayangan jabatan dan pundi-pundi uang yang di duga akan segera mengalir ke kantong pribadi,usai sidang.

“Bagaimana ibu,pihak Bess sudah memberikan keringanan,dengan mengurangi denda sampai 30% lhoo.Kira-kira sanggupnya berapa”.Tanya ketua BPSK pada Setiyowati,dengan senyum terkesan menyindir dan meremehkan.Dan,pertanyaan tersebut di ulang sampai beberapa kali dengan waktu yang berbeda,hingga janda tersebut pun harus tertunduk sambil menahan tangisnya.

Hingga sidang berakhir,kasus denda keterlambatan pun masih menyisakan sejuta tanya.Kenapa harus berlanjut kepengadilan,seolah BPSK hanya berperan sebagai pendengar setia,yang menyaksikan langsung perdebatan sengit,tawar menawar denda keterlambatan,yang hasil akhirnya,diserahkan kembali pada pengadu dan teradu. (SatriyoAdie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here