Penangkar Benih Padi Diduga Manipulasi Data dan Label

0
847

KARAWANG-Zonadinamika.com. Dinas Pertanian Kabupaten Karawang dalam program pengadaan Benih padi pada tahun 2016 disinyalir menyisahkan banyak masalah.

Data yang diterima oleh media ini dari bidang Tanaman Pangan (TB) Dinas Pertanian Karawang, sedikitnya 12.500 Ha lahan sawah yang akan mendapatkan benih padi unggul, dengan rincian 25 Kg/HA sawah,maka bisa dipastikan, sedikitnya 312.500 ton benih padi unggul yang bersetifikasi harus tersedia untuk petani.

Secara matematika pemerintah pusat harus mengucurkan dana kurang lebih Rp.3.4 miliar lebih  APBN untuk biaya pengadaan benih padi untuk Kabupaten Karawang TA 2016.

Peran BPSB (Balai Pengawasan & Sertifikasi Benih) sangat berperan guna memastikan layak tidaknya benih padi untuk di tanam.

Salah satu usaha penangkaran yaitu CV.Putra Kimia Remaja kesempatan untuk pengadaan benih padi untuk para petani yang berada di Kabupaten Karawang.

Dalam perjalanan proses pembenihan para petani banyak yang kecewa karena di nilai beni padi yang didistribusikan oleh CV. Putra Kimia Remaja banyak yang gagal dan kurang berkualitas.

Tatang UPTD Pertanian Cikampek kepada wartawan mengaku bahwa pihak melakukan uji mutu bibit dengan merendam bibit padi dalam air selama satu malam, dan terbukti hasilnya 60% benih tenggelam dan 40 % benih mengambang.

Hasil pengujian manual tersebut, pihaknya ambil keputusan untuk mendesak penangkar melakukan penggantian benih padi, alhasil benih Padi sebanyak 1 ton untuk 40 Ha di ganti oleh penangkar yang bernama Lukman.

Hal yang sama juga terjadi di wilayah pimpinan Targono selaku Ka UPTD Jatisari sedikitnya 25 Ha benih bermasalah yang diterima oleh H.Imron selaku Gapoktan dan gagal benih.

Dugaan adanya label palsu yang di selipkan pada karung plastik benih unggul ukuran 5 Kg padi tersebut menjadi perbincangan hangat di kalangan petani.Sebab dikatakan, bila Benih padi yang di didistribusikan pada setap petani benar-benar sudah hasil penelitian dan bersertifikasi, kenapa banyak yang berkualitaS jelek dan setelah di sebar/semaikan banyak yang rajol?.

Yarhadi tim investigasi (Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM Linkar) menuding pihak penanggar disinyalir telah bermain kotor dalam pengadaan Benih padi,mengingat hasil dilapangan banyak yang gagal.

Menurutnya, Data dari Wawan Kabit TB Dinas Pertanian Karawang,sedikitnya 12.500 Ha lahan sawah petani harus mendapatkan Benih padi unggul tahun 2016, sementara data yang terima oleh timnya hanya 3000 Ha yang dilaporkan penangkar di BPSB, ini artinya ada dugaan Benih di luar 3000 Ha tersebut tidak bersertifikai atau memakai label palsu, Terang Yarhadi.

Bahkan tiem LPKSM linkar mendesak penangkar bernama Lukman untuk membuktikan dugaan adanya pemalsuan Label UNGU Variates Ciherabg, namun yang bersangkutan tidak berani menunjukkan batang hidungnya, Terang Yarhadi dan Kurdi.

Wawat petugas BPSB Karawang kepada wartawan mengaku,bahwa dinas pertanian karawang tidak perna melakukan koordinasi soal rencana pengadaan benih padi, yang koordinasi adalah penangkar yang bergabung di BPSB.

Adanya benih padi hasil sertifikasi yang di distribusikan pada petani dinyatakan gagal dan harus dilakukan penggantian,Wawat mengaku tidak mengetahuinya.

“Kami tidak mendegar hal itu,caba di sebutkan penangkar yang mana,sebab ada 7 usaha penangkar yang terdaftar di BPSB Karawang” Jawab Wawat.

Wawan Kabid TB Dinas Pertanian Karawang ketika di konfrimasi, mengatakan, bahwa Benih yang di laporkan oleh penangkar semua sudah hasil penelitian atau bersertfikasi,terlepas ada yang gagal atau kualitas jelek, yang penting pengusaha tersebut bersedia mengganti pada setiap petani jawab via telepon selulernya.(ikuti terus hasil penelusuran kami di edisi berikutnya) tim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here