Dugaan Korupsi DAK 45 Millyar Ir. Kadarisman & Hj.Usmania Pantas di Penjarah

0
642

KARAWANG–Zonadinamika.com. Setelah sejumlah UPTD dinas pertanian kehutanan perkebunan dan peternakan Karawang dukung pihak penegak hukum untuk mengungkap dugaan terjadinya praktek korupsi pada penyerapan DAK tahun 2015 yang mencapai Rp.45 Miliar.

Bahkan mendukung sekali kedua oknum pejabat dinas pertanian ini layak di jebloskan dalam sel tahanan demi mempertanggungjawabkan atas perbuatan yang berpotensi sekali merugikan petani dan keuangan negara.

Mengingat kondisi sejumlah rumah pompa dan perlengkapanya sangat jauh dari harapan masyarakat khususnya para petani di Karawang, selain proyek pompanisasi sangat berpotensi merugikan keuangan Negara miliaran rupiah.

Di karenakan, hampir 80 % proyek pompanisasi tidak berjalan dengan maksimal, ironisnya pembangunan banyak yang ditelantarkan tanpa menjaga asset tersebut, ya tidak menutup kemungkinan ada oknum-oknum dinas sendiri yang turut melindungi,sehingga pekerjaan tidak tuntas namun diproses dokumen dengan baik,sehingga pembayaranpun lancar” kata sejumlah UPTD Pertanian yang memintah namanya di rahasiakan oleh zonadinamika.com di salah satu kantor UPTD pertanian beberapa waktu lalu.

Anak buah kasis ini mendesak pihak penegak hukum untuk mengusut tuntas, sebab Ir.Kadarisman dan Usmanis serta kroni-kroninya harus bertanggungjawab pada proyek yang menelan uang rakyat hingga puluhan miliar ini.

Kata petugas UPTD ini menegaskan, Undang-undang yang mengatur mengenai tindak pidana korupsi adalah UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (“UU Tipikor”).

Orang yang membantu pelaku tindak pidana korupsi dikenakan ancaman pidana yang sama dengan yang dikenakan kepada pelaku korupsi pada Pasal 15 UU Tipikor.

Apalagi ditemukan sejumlah titik pemasangan pompanisasi ada kejanggalan, selain banyak mesin tersebut tidak bisa di pungsikan secara maksimal, terlihat kelengkapan pada mesin tersebut tidak komplit.

Kondisi mesin pompa kurang sempurna atau diduga barang rongsokan. Sebab, dinamo stater sudah tak berfungsi, sedangkan kalau diengkol sangat berat untuk tenaga satu orang.

Ditenggarai kuat program pompanisasi ini di Mark Up atau jadi ajang merauf keuntungan belaka tanpa mengindahkan akan kebutuhan para petani, dan bila memperhatikan akan kondisi mesin dilapangan, seakan para petani di buat menjadi korban pembodohan oleh sejumlah pihak yang terkait dalam program tesrebut.

Para pejabat yang terkait dalam program ini saling lempar tanggung jawab. Ir. Kadarisman Kepala Dinas Pertanian Kehutanan Perkebunan dan Peternakan Karawang Jawa Barat tidak perna memberikan klarifikasi secara serius, berusaha menghindar dengan menyarankan agar ketemu dengan Usmania selaku PPTK, sama halnya dengan Usmania selalu mengelak dan mengalihkan pada stafnya bernama Adi. Adi,ketika di konfirmasi via SMS dan telepon selalu tidak menjawab alias diam membisu. (tim)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here