Proyek PSDA SS Sadang Asal-Asalan Upah Pekerja Tidak Bayar

0
779

KARAWANG-Zonadinamika.com. Proyek rehabilitasi sauran pada SS Sadang Karawang dikerjakan oleh rekanan PSDA (Pengelolaan Sumber Daya Air)  Provinsi Jawa Barat dikerjakan asal jadi, sehingga di kwatirkan proyek tersebut akan sia-sia alias mubajir.

Hasil pengamatan wartawan di lokasi, pekerjaan terlihat tidak bemutuh dan disinyalir hanya menjadi ajang korupsi pihak PSDA bersama pihak pelaksana.

Sedikitnya ditemukan 10 titik keborocan pada pasangan batu, dan diduga pasangan batu paling dasar tidak memakai adukan akibatnya air tetap bocor. Dan tumpukan lumpur dalam saluran di biarkan menumpuk dan berdampak pada pendangkalan saluran.

Selain itu, pasangan batu tidak bermutuh dan tidak di lakukan siaran yang merata, banyak ditemukan turap dalam kondisi rusak dan bocor tidak di perbaiki.

Sejumlah warga yang di wawancari wartawan yang sedang mengembalakan kambing di sepanjang saluran,menyayangkan hasil pekerjaan,karena banyak kondisi turap yang bocor besar.

Ironisnyanya sedikitnya 10 pekerja tidak menerima upah dari pihak pemborong hingga pekerjaan selesai dan di tinggal pelaksana begitu saja.

Sejumlah pekerja tersebut diantaranya: Agus,Atum,Ano,Asep,Endu,Aming,Ompong dan bekerja selama 10 hari sejak 15 Oktober2016 tidak mendapatkan upa dari pelaksana.

Untuk menghindari tanggungjawab pihak pelaksana,usup yang disebut-sebut sebagai mandor pura-pura meninggalkan identiasnya berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) pada warga.

Yayan yang disebut-sebut sebagai pelaksana, ketika di konfirmasi via telepon selulernya berusaha mengelak dan akan menyediakan waktu pada wartawan guna melakukan klarifikasi jawab pemborong abal-abal yang mengaku sebagai ormas ini.

“Ya kapan-kapan kita ketemu dan akan saya jelaskan secara rinci,dan saya juga ormas,tolong jangan mendesak saya untuk kita bisa ketemu dengan cepat,karena saya juga banyak pekerjaan”.

Ditanya soal tidak dibayarnya upah pekerja, Yayan menyarankan, agar menanyakan langsnung pada usup selaku mandor.

Warga mengancam akan membongkar paksa hasil pekerjaan bila pelaksana tidak membayar upah mereka.

“Kalau pemborong tidak berniat baik untuk membayar upah kami, dengan terpaksa kami akan bongkar hasil pekerjaan tersebut, jangan kami sebagai warga miskin di anggap sebelah matan, gaji kami itu untuk biaya anak dan istri kami” tegas para pekerja.dan mengaku mengaku tidak perna kedatangan pihak pengawas selama bekerja. (tim)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here