Proyek Swakelola UPT-II Dinas Bina Marga Riau 2016 Hancur Total, Kadis PU Layak Di Copot

0
612

PEKANBARU,Zonadinamika.com- Berdasarkan pemantauan wartawan bersama LSM-Forum Pengawasan Pembangunan Indonesia (LSM-FPPI) LSM GARDA REPUBLIK, selama pelaksanaan pekerjaan Swakelola UPT-II Dinas PU Bina Marga Provinsi Riau dilapangan, ditemukan hasil pekerjaan dilapangan hancur-hancuran.

Puluhan miliar rupiah dana APBD Riau yang dialokasikan untuk menangani kerusakan pada ruas Jalan Provinsi di daerah kabupaten Kampar dan Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2016, yang dikerjakan secara Swakelola UPT-II tidak tepat sasaran.

Masyarakat  yang melintasi Jalan tersebut protes,  karena Hasil pekerjaan tidak sesuai dengan anggaran yang tersedia. Pekerjaan yang telah dilaksanakan, dikerjakan asal jadi, tidak bermutu dan saat ini hancur total.

Menurut Sudirman Lubis, salah seorang warga yang ditemui diruas Jalan Bangkinang Petapahan, menyampaikan kekecewaannya. Sudirman mengatakan “Pelaksana swakelola ini, memang sangat tidak bermutu dan asal-asalan” Ujarya

Hal serupa juga di sampai oleh Beni warga Rokan Hulu yang melintas di Jalan bangkinang-Petapahan, dia mengatakan “Pekerjaan Swakelola sama saja tidak ada fungsinya, malah tambah parah, kawan saya kemaren jatuh di lubang disana, karena lubang yang sudah dikorek tidak di isi dengan pasir” ujar

Berdasarkan data yang dihimpun wartawan, lokasi pekerjaan swakelola UPT-II yaitu: Ruas Jalan Provinsi Riau di Jalan Garuda Sakti-Petapahan, dan Ruas Jalan Provinsi Tapung-Tandun serta Ruas Jalan Provinsi Rantau Berangin menuju Pasir Pengaraian.

Dilokasi swakelola ada sejumlah paket yang bersamaan pengerjaannya saat ini. Misalnya pekerjaan pemeliharaan dan juga paket Peningkatan. Namun pekerjaan swakelola tidak memasang Plang nama Proyek, karena selama pemantauan dilapangan tidak terlihat plang nama dan pekerjaannya sudah dilaksanakan duluan awal puasa lalu atau bulan Juni 2016.

Menurut Pendirius Kasi pemeliharaan Jalan Bangkinang Petapahan, mengatakan Paket Pekerjaan yang di tanganinya,  adalah paket pemeliharaan yang dikontrak, menurutnya harus dipilah-pilah. “Paket kami adalah Kontrak, Jadi Harus di pilah-pilah, Karena kerja kami beda dengan swakelola, disana ada swakelola, dan ada juga peningkatan. Yang saya tangani belum diaspal,  baru tahap pemotongan aspal yang rusak, tapi memang ada pekerjaan swakelola dari UPT-II di ruas bangkinang petapaah” ujarnya

Hal serupa juga disampaikan Aidil Akbar, PPTK Pemeliharaan Jalan Bangkinang Petapahan, dia mengatakan “Lokasi pekerjaan saya, adalah dari Jembatan Bangkinang Kota,  sampai  di Kilometer-15 diluar pada itu buka pekerjaan saya” tuturnya.

Ketika dihubungi Marjohan Syarif Kepala UPT-II Dinas Bina Marga Provinsi Riau, terkait pekerjaannya yang amburadul dilapangan, dari Muara mahat hingga Simpang TB, tidak bersedia berkomentar. Pertanya-pertanyaan yang di kirim melalui sms tidak dijawab. Pada hal seluruh pekerjaannya yang menggunakan Capuran Aspal Panas (C.A.P) dilapangan sudah mulai hancur.

Dalam pada itu, ketika diminta tanggapan Haryanto Ketua  umum LSM-FPPI, atas kerusakan pada pekerjaan swakelola 2016, yang saat ini rusak parah, haryanto mengatakan “Hal itu terjadi akibat pengerjaan Pondasi Jalan yang diperbaiki  diruas Jalan Bangkinang-Petapahan, menggunakan bahan material yang tidak sesuai spek, bahkan Teknis Pekerjaan yang dilakukan dilapangan tidak sesuai Spesifikasi Teknis, kalau pekerjaan sesuai standar pemeliharan Jalan Provinsi itu, maka pekerjaan tidak akan terjadi kerusakan sebagai mana yang terlihat di paket swakelola tersebut saat ini, atau belum memasuki umur laik rusak”. Tutur Haryanto,( Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here