Kajati Jabar Tindak Oknum Jaksa Karawang dan Turunkan Satgas Periksa CCTV Restoran Alam Sari

0
2597

KARAWANG-Zonadinamika.com. Kejaksaan Tinggi Jawa Barat di bawah pimpinan Setia Untung Arimuladi, SH.,M.Hum perlu turunkan  Satuan Tugas Khusus (Satgassus Tipikor) untuk membuka rekaman CCTV terkait peretemuan oknum Jaksa Negeri Karawang dengan salah seorang terdakwa,hal sangat penting demi tegaknya dan berkualitasnya  Pencanangan zona integritas anti korupsi kolusi dan nepotisme (KKN) di lingkungan Kejaksaan yang sedang digalakkan dengan melarang jaksa-jaksa bertemu dengan terdakwa atau tersangka. Laranganpun ini sesuai arahan Kejagung tentang profesionalisme dan zona anti KKN di kantor kejaksaan.

 

Hal itu di tegaskan oleh salah seorang aktivis di Karawang pada Zonadinamika.com, dikatakan layak di curigai, gerakan apa yang di lakukan oleh oknum jaksa tersebut,sehingga nekat bertemu dengan terdakwa di sebuah restoran. Seraya berharap, agar Kajati Jabar menurunkan ke restoran Alam Sari untuk melakukan cek CCTV terkait pertemuan oknum jaksa dengan terdakwa tersebut.Oknum Jaksa seperti ini harus di tindak segarah demi tegaknya hukum di Karawang, harapnya

 

Timbulnya kecurigaan banyak pihak terhadap gerak-gerik Y.Wisnu Atmiko,SH salah seorang jaksa yang bertugas di Kejaksaan negeri Karawang,dan  disebut-sebut sebagai Jaksa Penuntut Umum dalam kasus penganiayaan,sebagai mana hasil laporan oleh Refi Tumanggor di Polres Karawang bernomor STTL/967/V/2016/JABAR/Res.Krw tertanggal 07 Mei 2016.

Kronologis kejadian, tepat tanggal 04 Mei 2016 jam 23.0 Wib, terjadi pengeroyokan yang dilakukan Harianja di yang merupakan majikan pelapor di koperasi Harian Jaya, pelapor mengaku Dalam laporan tersebut, bahwa dirinya di pukul beberapa kali oleh terlapor dengan tangan kosong, sehingga korban mengalami luka-luka dan bibir bangian dalam ,serta bangian dagu luka memar juga bagian kepala serta bagian pinggang.

Usai melampisakan keganasan,oleh terlapor membawa korban ke kantor polisi Polsek Kota Baru, dengan tujuan agar korban diproses secara hukum dengan tuduhan perjudian.

Laporan tersebut ditolak oleh petugas Polsek Kota Baru, tiba—tiba terlapor kembali melakukan kekerasan terhadap korban di dalam kantor Polsek Kota baru dengan menendang korban dibagian muka dan mengakibatkan korban mengeluarkan darah segar dari hidung.

Tidak sampai disitu,terlapor kembali membawa korban ke TKP dan kemudian korban dimasukan kedalam salah satu kamar dan di sekap hingga hari jumat tertanggal 06 Mei 2016 jam 23.30 Wib. pelapor berhasil di lepas dari sekapan terlapor, karena istri korban/pelapor datang ke TKP bersama Kapolsek Kota Baru.

kasus penganiayaan yang sempat mengalami penghambatan di Polres Karawang akibat ulah oknum polisi dan oknum-oknum lain dari berbagai profesi ini, akhirnya tuntas sampai status P21 di kejaksaan,setelah didesak oleh keluarga korban termasuk Sinaga sebagai kuasa Hukum korban.

Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa hasil pengamatan zonadinamika.com  dalam perkembangan kasus penganiayaan yang dilakukan oknum pengusaha di bidang koperasi simpan pinjam berinisial HRJ dengan seorang mantan karyawanya bernisial Repi TMGR hingga bermuara pada hukum.

Tindakan para penagak hukum yang terlibat dalam proses hukum HRJ selaku terdakwapun,dipertanyakan karena belum memberikan keterangan resmi terkait  tidak dilakukan penahanan alias di berikan kebebasan oleh jaksa berkeliaran dengan bebas.

Namun oknum jaksa bernama WISNU mulai gentayangan secara siluman bahkan melakukan pertemuan secara terselubung  dengan terdakwa disebuah restoran Alam Sari di Kawasan Industri BIC.

Pasalnya, hasil pengintaian wartawan zonadinamika.com terhadap gerak-gerik WISNU terungkap, bahwa yang di sebut-sebut JPU dalam kasus penganiayaan tersebut melakukan pertemuan terselubung hingga dua kali, pertama di sumarecon Bekasi dan restoran alam sari kawasan BIC tanggal 20/09/2016 berkisar jam 10 sampai jam 12 siang yang disaksikan langsung oleh wartawan zonadinamika.com.

WISNU dengan memakai kemeja lengan pendek dengan warna gelap dan menenteng tas pinggang, melakukan bincang-bincang dengan SNG di sebuah ruangan dan dilanjutkan pertemuan dengan keluarga korban bersama terdakwa HRJ yang memakai kaos merah di ruang utama restoran alam sari yang berada di kawasan industry BIC.

Usai pertemuan WISNU sempat mondar mandir dalam ruangan restoran sambil menelepon, sementara HRJ usai membayar pesanan langsung meninggalkan restoran yang kemudian di susul oleh WISNU,sementara keluarga korban tinggal dalam restoran.

Keluarga korban penganiayaan asal Bandung ketika ditemui wartawan di restoran alam sari,mengakui bahwa dirinya duduk bersama antara WISNU,HRJ,SNG adalah untuk membahas soal rencana perdamaian antara TMGT dengan terdakwa HRJ dan bantu oleh JPU WISNU

WISNU ketika di konfirmasi di kantin pengadilan negeri (PN) Karawang 23/09 seputar pertemuan yang dilakukanya dengan terdakwa HRJ bersama SNG selaku kuasa hukum dan seorang keluarga TMGR sebagai korban penganiayaan, WISNU mengelak bahwa pertemuan tersebut hanyalah membahas bisnis bersama SNG, pertemuan di jam kerja tersebut hanya sebatas membicarakan bisnis, bahkan dirinya tidak mengetahui bahwa HRJ sedang dalam proses hukum di kejaksaan.

“Saya hanya bertemu dengan SNG untuk membahas soal bisnis,dan saya tidak bertemu dengan HRJ dan keluarga TMGR apalagi membahas soal perkara penganiayaan antara HRJ dengan TMGR, apa salah bila saya berbisnis? Ayo di mana salahnya? Bahkan mengaku tidak merasa  takut bila dilaporkan pada atasanya.

“Saya tidak dilibatkan dalam penanganan kasus HRJ, apalagi sebagai Jaksa Penuntut Umum”, jawabnya dengan nada tinggi.

Disinggung dirinya sebagai aparat penegak hukum berada di restoran pada jam kerja bersama salah seorang pengacara dan terdakwa yang sedang berperkarah dilingkungan kejaksaan negeri Karawang, WISNU yang sempat bernada tinggi, langsung diam dan tidak bisa memberikan jawaban sambil otak-atik HP miliknya,dan berlalu dengan alasan ingin bersidang.

Untuk di ketahui, terungkap kebohongan WISNU yang mengaku tidak mengetahui bahwa HRJ sedang status terdakwa. Bahkan Wisnu menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui bahwa HRJ sedang berperkarah.

Artinya, sebelumnya terdakwa yang melaporkan Repi TMGR telah melakukan penggelapan uang setoran koperasi dan di vonis oleh hakim dengan hukuman 5 (lima) bulan penjarah,mengaku tidak mengetahui, sementara yang bertindak sebagai JPU adalah dirinya sendiri,aneh bin ajaib.

Bukti, bahwa dalam surat dakwaan no.reg.perkara: PDM.324/Krwg/06/2016 bahwa yang bertindak sebagai jaksa penuntut umum adalah Y.Wisnu Atmiko,SH. Artinya ada dugaan niat jahat oleh oknum jaksa ini dalam kasus yang sudah hampir berminggu-minggu di P21 ini,namun belum ada tindak lanjut proses hukumnya oleh pihak kejaksaan negeri Karawang. (tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here