Oknum Petugas PLN Jebak Pelanggan Hingga Denda Rp.11 Juta.

0
1334

KARAWANG,Zonadinamika.com. Oknum petugas PLN rayon Cikampek diduga mamfaatkan pelanggan dengan cara menjebak pelanggan dan di wajibkan bayar denda Rp. 11.033.680. Tindakan oknum nakal ini membuat pelanggan kalang kabut, setelah mendapatkan surat panggilan dari pihak PLN bernomor 0112/DIS.00.03/RYN-CKP/VIII/2016 tanggal 19 Agustus 2016 dan di tanda tangani oleh H.Nana Suryana,SE.MM selaku manager PLN Rayon Cikampek.

Kepada Zonadinamika.com, minggu 21 Agustus 2016 pelanggan menerangkan akan krologis aksi jebakan ini berawal ketika oknum PLN mendegar bunyi meteran no pelanggan 534612297194 yang sedang melintas ada sebuah rumah kontrakan milik Hj.Yoyo Muhiroh B yang di huni oleh  Fahrul alias walet yang membuka bengkel motot pada rumah kontrakan tersebut.

Dengan  akal busuk oknum petugas PLN tersebut, menemui  istri Fahrul alias wallet, mengatakan bahwa meteren miliknya rusak dan sehingga selalu berbunyi walaupun telah diisi pusa token dan harus di perbaiki.

Istri Fahrul yang tidak mengetahui dan ingin meteran tempatnya dia tingga ingin baik dan tidak selalu mengeluarkan bunyi, dengan hati polos istri Fahrulpun menyetujui meteran tersebut di perbaiki, karena oknum tersebut mengaku sebagai petugas PLN.

Usai oknum petugas PLN tersebut mengotak-atik meteran dan di nyatakan sudah baik, oknum petugas tersebutpun memintah biaya jasa pebaikan sebesar Rp.30.000 pada pelanggan, pelanggan pun memberikan.

Ironisnya, selang beberapa hari, petugas PLN tiba-tiba sidak pada rumah kontrakan Hj.Yoyo yang di huni oleh Fahrul, Kedatangan petugas PLN Rayon Cikampek ini di pertanyakan kenapa Cuma  kontrakanya saja yang yang di sidak.

Ketika petugas PLN melakukan pengecekan pada meteran no pelanggan  534612297194 di temukan bahwa  ada penyambungan langsung sebagain dari SR tanpa melalui KWH meter.

Melihat kenyataan tersebut, pelangganpun kanget karena tidakmerasa melakukan pencurian listrik seperti yang dituduhkan oleh petugas PLN tersebut. Setelah dilakukan pengecekan dan di nyatakan sudah baik seperti layaknya meteran normal, petugas PLN tersebutpun menyodorkan sebuah kertas kosong untuk di tanda tangani oleh pelanggan dan menyuruh pelanggan datang menghadap ke kantor PLN Rayon Cikampek.

Merasa tidak melakukan yang di tuduhkan, pelangganpun tidak menghiraukan anjuran petugas PLN untuk datang ke kantor PLN Rayon Cikampek, dan tiga hari kemudian pihak PLN menerbitkan surat panggilan ke dua pada pelanggan, dan menjelasakan dalam surat panggilan tersebut bahwa pelanggan di wajibkan membayar tagihan susulan sebesar Rp. 11.033.680.

Aksi ini diduga di perankan oleh oknum petugas PLN guna mengelabui pelanggan. Dan ditenggarai pula, bahwa yang mengaku petugas PLN dan menawarkan jasa memperbaiki meteran yang selalu bunyi walaupun sudah di isi pulsa token adalah yang mengerjain meteran dan di los tanpa sepengetahuan pelanggan dan oknum itupulah yang membuat laporan pada pihak PLN, bahwa pelanggan tersebut telah melakukan pencurian listrik. Dengan tujuan untuk menjebak pelanggan.

Hingga berita ini diturunkan H.Nana Suryana,SE.MM belum berhasil di konfirmasi. (tim)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here