Di duga Alat Berat PT. CSME Panai Tengah Gunakan BBM Subsidi.

0
732

LABUHANBATU-Zonadinamika.com. Bantuan yang diberikan pemerintah kepada masyarakat umum kerap dimanfaatkan oknum nakal untuk kepentingan pribadi. Seperti, di kecamatan Panai Tengah Labuhanbatu, Perusahaan pengembang perkebunan sawit yang membangun perkembunan menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) Subsidi menjalankan alat berat beko (escapator).

Menurut Informasi di peroleh Rabu (10/8) lalu, BBM jenis solar tersebut didatangkan dari Perlabian Kabupaten Labuhanbatu Selatan. BBM tersebut diangkut menggunakan mobil pick up menuju PT. Citra Sawit Mandiri Estate (CSME) yang berada di kecamatan Panai Tengah.

Dikatakan sumber yang mengaku pernah mempertanyakan asal BBM yang dibawa mobil pick up itu, BBM tersebut merupakan BBM Non Subsidi. Namun, yang mengherankannya, BBM itu tidak diangkut menggunakan mobil Tangki Subsidi. Tapi menggunakan mobil pickup yang diatasnya terlihat ada 2 drum dan 1 tangki berbentuk piber ikan. Bahkan saat ditanya surat-suratnya sopir mobil Pickup tidak bisa menunjukkanya.

“Administrasinya bisa-bisa saja menggunakan administrasi lama, selain itu, kalaulah itu BBM Legal nggak mungkin masuk waktu subuh. Sepertinya BBM dibawa sembunyi-sembunyi supaya tidak nampak umum.” Sebut sumber yang tidak ingjn ditulis namanya.

Kecurigaan perusahaan-perusahaan pengembang perkebungan yang ada diwilayah Pantai Labuhanbatu menggunakan BBM subsidi juga diungkap AKtivis Gerem. Desa Labuhanbatu A. Harahap. Pasalnya, dia melihat, selain salah satu Perusahaan yang ada dikecamatan Panai Tengah yang terlihat mengangangkut BBM nya menggunakan mobil tangki bertuliskan BBM Non Subsidi, diketahui BBM di pasok perusahaan lainnya menggunakan kenderaan yang tidak resmi. Misalnya, menggunakan jirigen yang diangkut sepeda motor dan mobil pribadi.

Menurut Harahap, pihak keamanan dalam hal ini Polisi harus jeli menyikapi banyaknya masuk BBM kewilayah Pantai yang diangkut tidak menggunakan transport resmi yakni truck tangki. Dari transportasi yang digunakan pemasok BBM sudah bisa menjadi dasar bagi pihak kepolisian memeriksa dokumen asal muasal BBM tersebut. Jika tidak, negara bisa kecolongan dan merugi akibat ulah oknum nakal pengusaha yang memanfaatkan hak masyarakat umum untuk keuntungan pribadi .

Sementara Manejer PT. CSME Sucipto saat dipinta klarifikasinya melalui pesan singkat berkaitan dengan penggunaan BBM di perusahaan itu, Sucipto menjawab melalui SMSnya, dugaan perusahaan yang dipimpinnya menggunakan BBM Subsidi tidak benar. Dikarenakan kontraktor diwajibkan menggunakan BBM Non Subsidi.

(ZD.LBO1))Labuhanbatu.Zonadinamika.com. Bantuan yang diberikan pemerintah kepada masyarakat umum kerap dimanfaatkan oknum nakal untuk kepentingan pribadi. Seperti, di kecamatan Panai Tengah Labuhanbatu, Perusahaan pengembang perkebunan sawit yang membangun perkembunan menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) Subsidi menjalankan alat berat beko (escapator).

Menurut Informasi di peroleh Rabu (10/8) lalu, BBM jenis solar tersebut didatangkan dari Perlabian Kabupaten Labuhanbatu Selatan. BBM tersebut diangkut menggunakan mobil pick up menuju PT. Citra Sawit Mandiri Estate (CSME) yang berada di kecamatan Panai Tengah.

Dikatakan sumber yang mengaku pernah mempertanyakan asal BBM yang dibawa mobil pick up itu, BBM tersebut merupakan BBM Non Subsidi. Namun, yang mengherankannya, BBM itu tidak diangkut menggunakan mobil Tangki Subsidi. Tapi menggunakan mobil pickup yang diatasnya terlihat ada 2 drum dan 1 tangki berbentuk piber ikan. Bahkan saat ditanya surat-suratnya sopir mobil Pickup tidak bisa menunjukkanya.

“Administrasinya bisa-bisa saja menggunakan administrasi lama, selain itu, kalaulah itu BBM Legal nggak mungkin masuk waktu subuh. Sepertinya BBM dibawa sembunyi-sembunyi supaya tidak nampak umum.” Sebut sumber yang tidak ingjn ditulis namanya.

Kecurigaan perusahaan-perusahaan pengembang perkebungan yang ada diwilayah Pantai Labuhanbatu menggunakan BBM subsidi juga diungkap AKtivis Gerem. Desa Labuhanbatu A. Harahap. Pasalnya, dia melihat, selain salah satu Perusahaan yang ada dikecamatan Panai Tengah yang terlihat mengangangkut BBM nya menggunakan mobil tangki bertuliskan BBM Non Subsidi, diketahui BBM di pasok perusahaan lainnya menggunakan kenderaan yang tidak resmi. Misalnya, menggunakan jirigen yang diangkut sepeda motor dan mobil pribadi.

Menurut Harahap, pihak keamanan dalam hal ini Polisi harus jeli menyikapi banyaknya masuk BBM kewilayah Pantai yang diangkut tidak menggunakan transport resmi yakni truck tangki. Dari transportasi yang digunakan pemasok BBM sudah bisa menjadi dasar bagi pihak kepolisian memeriksa dokumen asal muasal BBM tersebut. Jika tidak, negara bisa kecolongan dan merugi akibat ulah oknum nakal pengusaha yang memanfaatkan hak masyarakat umum untuk keuntungan pribadi .

Sementara Manejer PT. CSME Sucipto saat dipinta klarifikasinya melalui pesan singkat berkaitan dengan penggunaan BBM di perusahaan itu, Sucipto menjawab melalui SMSnya, dugaan perusahaan yang dipimpinnya menggunakan BBM Subsidi tidak benar. Dikarenakan kontraktor diwajibkan menggunakan BBM Non Subsidi. (ZD.LBO1))

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here