Perekrutan Calon PNS Gunungsitoli, Sarat Dengan Pelanggaran

0
641

GUNUNGSITOLI-Zonadinamika.com. Perekrutan formasi tenaga Guru Honerer untuk masuk kategori Calon CPNS di Pemerintahan Kota Gunungsitoli Tahun 2014 yang lalu menuai Protes dan tanda tanya besar bagi masyarakat Kota Gunungsitoli, Pasalnya dari beberapa bukti yang ada dan juga Laporan Lembaga Swadaya Masyarakat Pemantau Pembangunan, Korupsi, Diskriminasi Indonesia No : 59/ LSM- PPKDI/ N/ IV/ 2015 kepada Polres Nias tanggal 27 April 2015 yang lalu. Menduga bahwa adanya Pemalsuan Data / Surat Tanggal masuk Tenaga Honorer untuk masuk kategori Calon CPNS di Lingkup Pemerintahan Kota Gunungsitoli.

“ Penerimaan Tenaga Honorer Kategori II yang diangkat menjadi calon Pegawai Negara Sipil seharusnya memenuhi syarat sesuai Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara No. 20 Tahun 2010 Tentang petunjuk pelaksanaan Verifikasi dan Validasi data Tenaga Honorer.
Seperti SK Pengangkatan yang ditanda tangani oleh Pejabat yang berwenang, bekerja di Instansi Pemerintah, masa kerja minimal 1 Tahun pada Desember 2005 dan sampai saat ini dan masih bekerja secara terus-menerus dan berusia sekurang- kurangnya 19 Tahun per 1 Januari 2006 dan tidak boleh lebih dari 46 Tahun per 1 januari 2006, “ Terang Krisman Zega, SH selaku Ketua LSM- PPKDI saat dikonfirmasi di ruang kerjanya di Jln.Yos Sudarso No. 50.A Kelurahan Saombo Kota Gunungsitoli. Senin ( 01/08 ).

Adapun Oknum yang di angakat sebagai CPNS berdasarkan surat Walikota Gunungsitoli No : 800/ 1792/ BKD/ 2015 Tanggal 10 April 2015 pada Orientasi Lapangan bagi CPNS Formasi Honorer Kategori II tahun 2013 dan 2014 di duga telah terjadi pelanggaran dan tidak sesuai dengan peraturan Kepala BKN.

“ Asania Giawa dengan NIP. 19850614 201407 2 003, dan dari hasil pemantauan kami bahwa Oknum tersebut yang dimana lokasi Tenaga Honorer nya di SDN 070990 Ulubouso, tidak pernah aktif sama sekali. ini dibuktikan lewat keterangan lisan yang kami ambil dari Ketua Komite dan Guru-guru beberapa waktu lalu, “ Cetus Krisman.

Krisman Zega, SH juga menduga kuat bahwa adanya kongkalingkong antara Kepala Sekolah yang mengeluarkan SK pengangkatan, dan pihak-pihak lain yang ikut terlibat dalam mengangkat Asania Giawa menjadi Pegawai Negeri Sipil di lingkup Pemerintahan Kota Gunungsitoli.

“ Kami menduga kuat adanya persengkokolan atau Kolusi antara Kepala Sekolah yang mengeluarkan SK pengangkatan Tenaga Honorer dan juga tim Verifikasi dari BKD Kota Gunungsitoli dengan Oknum Kategori yang sudah diterbitkan NIP nya, dan ini akan berakibat fatal yang dapat menimbulkan Kerugian Negara, serta Oknum tersebut jelas tidak profesional dalam melaksanakan Tugas, dan kami juga menduga bahwa dalam hal ini Oknum Kepala Sekolah jelas secara bersama-sama memalsukan dan merekayasa data yang ikut dibantu oleh tim Verifikasi dari BKD walaupun mereka seolah-olah tidak mengetahuinya, “ Ujar Zega dengan nada geram.

Sesuai dengan Laporan LSM- PPKDI kepada pihak Polres Nias tanggal 27 April 2015 atas dugaan pemalsuan Data Formasi pengangkatan tenaga Honorer pada kategori II untuk Calon CPNS dilingkup Pemerintahan Kota Gunungsitoli dari hasil penyelidikan yang dilakukan pihak Polres Nias pada surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan oleh Satreskrim dengan No : B/ 218.A2/ V/ 2016/ Reskrim menerangkan bahwa beberapa hal yang menjadi kendala atau hambatan dalam penyelidikan, Peyidik belum menemukan Dokumen asli yang berkaitan dengan Surat-surat Administrasi yang dipergunakan oleh atas Nama Asania Giawa sebagai kelengkapan Administrasi pengangkatan Guru Honorer menjadi CPNS formasi Honorer Kategori II Tahun Ajaran 2013 dan 2014 untuk dapat dijadikan sebagai bukti permulaan kasus Tindak Pidana.

Terkait Atas tudingan LSM- PPKDI tentang dugaan pemalsuan Data pada perekrutan tenaga Honorer Kategori II untuk CPNS Tahun Ajaran 2013/ 2014 di Lingkup Wilayah Kota Gunungsitoli oleh Oknum Asania Giawa berdalih dan mengganggap info itu tidak benar dan masih ditangani oleh pihak Polres Nias.

“ Kalau soal itu pak saya tidak tahu, jelasnya saya sudah menjalankan kewajiban saya sebagai seorang CPNS, dan sebelumnya juga, ini sudah dilaporkan kepada pihak Polres Nias, maka untuk itu kita tunggu jawaban dari mereka, sementara mengenai yang bapak tanyakan tentang Ketua Komite saat itu, saya pikir itu tidak terlalu penting, “ Ujar Asania Giawa dengan nada sombong saat dikonfirmasi ditempat kerjanya. Jumaat (22/07).

Pantauan Reporter Zonadinamika.com dilapangan Asania Giawa saat ini mengajar di SD Negeri 074038 Tohia Kota Gunungsitoli dengan status PNS. (tim).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here