Alkes Ilegal dan Vaksin Palsu di duga Beredar di Sejumlah Rumah Sakit

0
596

JAKARTA,Zonadinamika.com. Terungkapnya peredaran vaksin palsu di beberapa daerah baru-baru ini, membuka mata kita semua, begitu lemahnya pengawasan vaksin dan obat di Tanah Air. Diduga banyak rumah sakit dan apotek di Jakarta menggunakan vaksin palsu.

Memprihatinkan praktik pembuatan dan distribusi vaksin, ternyata sudah 13 tahun berjalan atau sejak 2013, Peredaran vaksin palsu ini jelas merupakan perbuatan melanggar hukum, dan pelakunya pun harus dihukum. vaksin paslu adalah bagian dari pemalsuan obat, jaringan, dan pola operasinya juga tidak jauh berbeda. Kejahatan ini menjadi musuh di seluruh dunia.

Laporan WHO 2008 disebutkan bahwa obat dan vaksin palsu menyuplai sekitar 10 sampai dengan 15 persen obat dunia. Jumlah ini sangat signifikan,” kata dia. Pada 2005, perdagangan obat dan vaksin palsu di global memperoleh keuntungan sekitar US$ 39 miliar,” sambung Agung.

FAA PPMI menyerukan agar semua pihak baik pemerintah, DPR, aparat penegak hukum, BPOM, rumah sakit, dan masyarakat agar bersama-sama memberantas vaksin dan obat palsu.

Beberapa waktu lalu, redaksi mengungkap dugaan beredarnya alkes jenis VP. SHUNT FUJI SET , Drg. Arianti Anaya,MKM sebagai Direktur Bina Produksi dan Alat Kesehatan,memberikan reaksi atas pemberitaan.

Namun sepertinya lama-lama jadi pengecut, setelah di beberkan sepat terjang sebuah pengusahan yang sempat di belahnya terkait peredaran alkes jenis VP. SHUNT FUJI SET yang sudah pengantongi izin, kini Sang direktur Direktur Bina Produksi dan Alkes Kemenkes ini akhirnya tutup mulut. (simak berita alkes lainya di www.zonadinamika.com pada kategori zona bidik).

Aksi peredaran alkes tanpa izin edar tesebut mennyenot miliaran rupiah, oleh PT.Nitra sebagai perusahaan distributor kefarmasian yang ditenggarai kuat tidak memiliki izin edar, sebagaimana diberitakan oleh media ini, mendapat tanggapan dari Drg. Arianti Anaya,MKM sebagai Direktur Bina Produksi dan Alat Kesehatan.

Melalui suratnya yang ditujukan kepada redaksi situs berita online zonadinamika.com dengan No ps.02.01/III/1217/um/2015 tertanggal 22 Juni 2015, pada poin 2 mengatakan, Produk alat kesehatan yang dimuat oleh zonadinamika.com pada tanggal 23 Mei 2015 dengan tajuk “PT. Nitra Diduga Edarkan Alkes Ilegal ke Sejumlah Rumah Sakit”, sudah mendapat izin edar dari Kementerian tanggal 13 Maret 2015.

Berdasarkan data yang miliki redaksi zonadinamika.com, rumah sakit yang menampung alkes jenis VP. SHUNT FUJI SET tersebut di antaranya: RS FATMAWATI, RS PON, RS RSCM, RS PELNI, RS PERSABATAN dan sejumlah RS di Jawa Timur.

Sepesifikasi alat kesehatan VP. SHUNT FUJI SET, bentuk alat kesehatan tersebut kecil seperti jarum dan selang yang ditanamkan pada kepala manusia lewat operasi dengan bor medis,guna mengeluarkan kelebihan cairan pada kepala pasien,yang termasuk alat kesehatan golongan steril. diduga keras tidak memiliki ijin edar karena produk tersebut import dari jepang masuk ke indonesia tanpa perubahan ijin merk ataupun hak paten.

Bukan hanya itu saja dari kardus packing alat kesehatan tersebut semuannya menggunakan huruf Jepang dan tidak ada terjemahan, juga tanpa di sertai petunjuk cara pakai,sehingga para dokter tersebut bekerja dengan sistem otodidak yang terindikasi adanya malpraktek.jelas sumber yang notabene mantan karyawan PT.Nitra tersebut.

Efendi dari pihak PT.Nitra yang sempat kebakaran jenggot akibat terkuaknya sepat terjang mereka, kepada wartawan media ini memohon agar dokumen milik mereka yang ada di tangan wartawan di minta jangan sampai beredar ke pihak lain.

Dan sejumlah dokter teriak atas munculnya berita sorotan atas dugaan peredaran alkes yang diduga tanpa mengantongi izin edar tersebut. “ Apa benar PT.Nitra tidak memiliki izin edar terhadap alkes yang kami beli,kalau itu benar, maka kami akan hancur semua, jadi tolong di perjelas dan kami minta copyan izin edarnya” pesan dokter Adin Nulkhasan,Sp.S. kepada sumber.

Dokter yang memangku jabatan sebagai PPK dalam pengadaan alkes di rumah sakit Pusat Otak Nasional (PON). Ini mengeluhkan “Kami ini PNS, bila PT. Nitra belum memiliki izin edar, tolong segerah di urus, bila suatu saat ada teman-teman media atau LSM yang menanyakan, biar kami bisa atasi dengan izin baru tersebut, sebab belum tentu rekan-rekan wartawan dan LSM memiliki bukti pembelian alkes tahun-tahun sebelumnya. kalau tidak saya bisa mati.

Konon kabarnya beberapa waktu lalu, setelah berita dugaan pengedaran alkes tanpa izin edar tersebut muncul kepermukaan, sumber menerima telepon dari sejumlah pihak rumah sakit yang mengatakan bahwa pihaknya mendapat surat perintah dari pihak PT. Nitra untuk menyimpan dalam gudang alkes tersebut dan dilarang untuk sementara di perjual belikan. Sontak para dokterpun bertanya-tanya ada apa gerangan sehingga alkes tersebut tidak bisa di pakai untuk sementara dan harus di simpan di gudang?.

Iroisnya, sumber mengatakan, selama ini transaksi alkes tersebut dilakukan ke sejumlah dokter ahli bedah secara pribadi bukan secara kelembagaan rumah sakit namun pembayaranya melalui APBD, dan kami menduga selama ini azas mamfaatkan sejumlah dokter, dengan berbisnis alkes tersebut.

“Kami selama ini bingung, saat transaksi alkes selalu berhubungan dengan pribadi dokter ahli bedah, artinya tidak melalui proses pengadaan resmi dengan pihak rumah sakit, tapi kenapa saat pembayaran melalui anggaran pemerintah? Kami menduga ada praktek KKN dalam pengadaan alkes tersebut dan tidak adanya proses tender” terang sumber. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here