Praktek Pengobatan Ilegal Bebas Beroperasi, Dinkes Tutup Mata

0
1260

PEMALANG- Zonadinamika.com. Praktek pengobatan yang telah menjamur dan di duga tanpa mengantongi SIP (Surat Izin Praktek) dan juga STR (Surat Tanda Registrasi) dari instansi berwenang,dalam hal ini adalah Dinkes (Dinas Kesehatan) Kabupaten Pemalang.

Rupanya,celah ini di manfaatkan oleh beberapa oknum yang di duga kuat telah mengkondisikan sedemikian rupa dinas terkait sebelum mereka buka praktek,yang pada umumnya dirumah pribadi masing-masing.Ironisnya,mereka membentuk semacam wadah atau persatuan yang terorganisir demi melegalkan status.

Dewasa ini,masyarakat awam memang sangat membutuhkan tempat pengobatan yang dekat dan juga murah.Namun sangat di sayangkan,hasil pantauan tim media di lapangan mendapatkan data beberapa oknum (bukan dokter) yang mengatasnamakan paramedis atau yang lebih dikenal masyarakat luas sebagai seorang mantri kesehatan,mereka telah membuka praktek yang di duga kuat ilegal.

Dalam kasus ini,terjadi di pelosok Kabupaten Pemalang,tepatnya di Desa Sikasur (pinggir jalan raya) yang terkesan jauh dari pantauan rekan-rekan media sebagai kontrol sosial.”Sebentar,saya jangan di buat penasaran,maksud Anda apa pake tanya-tanya saya kerja dimana dan usaha praktek apa dirumah.Ini maksudnya apa!!!”.Bentak Sidkhon.Terlihat dirinya merasa terusik dan merasa jengah dengan beberapa pertanyaan yang diajukan beberapa wartawan,yang berkunjung di tempat prakteknya.

“Maaf,sebelumnya belum pernah ada yang datang apalagi wartawan yang tanya-tanya begini seperti kalian”.Sambung istri Sidkhon yang tiba-tiba muncul dari dalam,terlihat ingin membantu sang suami.Setelah tanya jawab yang situasinya semakin memanas,Sidkhon terlihat ngeloyor ke belakang,kemudian tiba-tiba muncul kembali sembari mengacungkan ponsel kepada salah satu rekan wartawan (terlihat,sempat terjadi cekcok dengan penelepon).Rupanya,Sidkhon menghubungi wartawan lain yang nota bene menurut keterangannya adalah adiknya.

Merasa mendapat bantuan moral dan dukungan dari sang istri dan wartawan,Sidkhon mulai memberanikan diri membentak dan menghardik para wartawan yang sedang meliput dan konfirmasi padanya.”Ini rumah saya,sekarang juga kalian semua keluar”.Sembari menggebrak meja dan mengacungi tangan kepada para awak media.

Perlu diketahui,Sidkhon rupanya merasa terusik dan akhirnya muak dengan semua pertanyaan-pertanyaan yang ditujukan pada dirinya,terkait SIP dan juga STR.
Dalam kasus ini,Sidkhon di duga telah melanggar UU kesehatan,pasal 77 tentang,setiap orang yang dengan sengaja menggunakan identitas berupa gelar atau bentuk lain yang menimbulkan kesan bagi masyarakat seolah-olah yang bersangkutan adalah dokter atau dokter gigi yang telah memiliki surat tanda registrasi dokter atau surat tanda registrasi dokter gigi dan/atau surat izin praktek sebagaimana di maksud dalam pasal 73 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp.150.000.000,- (seratus lima puluh juta rupiah). (SatriyoAdie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here