PT.CSF Di Duga Suap BPSK

0
1436

PEMALANG JATENG,Zonadinamika.com. Berdalih telah menawarkan pilihan sebelum sidang di mulai pada pihak pengadu,akhirnya tiga kali sidang tidak ada titik temu.Bahkan di duga kuat BPSK sengaja melakukan pembiaran dan menyalahgunakan wewenang.

Seperti telah di beritakan di salah satu media cetak,sidang ke tiga kalinya di kantor Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) yang beralamat di Jalan Jenderal Soedirman Timur,satu gedung dengan Dinas Koperasi,UKM (Usaha Kredit Mikro) dan Perindustrian (DISKOPERINDAG) Kabupaten Pemalang.

Sidang yang diketuai langsung oleh M.Purkon,SH,MSi.Syamsudin selaku pengadu yang di kuasakan penuh pada Mahfur,Zainudin selaku teradu dari pihak PT.CSF (Central Sentosa Finance),tidak menemui titik temu serta tidak terjadi kesepakatan.

Namun,dalam hal ini BPSK terkesan mandul dan di duga kuat berat sebelah.Jelas jika selalu seperti ini,tidak menutup kemungkinan BPSK akan mati suri dan konsumen pun akan risih serta tidak bisa percaya lagi pada lembaga yang satu ini.

“Tiga kali sidang tapi tidak ada titik temu,tetap saling mempertahankan argumen masing-masing”.Ujar Mahfur,dengan wajah kecewa.Masih menurut Mahfur,bahwa pada sidang pertama sempat pihak PT.CSF (yang berkantor di Kabupaten Pekalongan,komplek pertokoan Sri Ratu) melontarkan kalimat dengan nada kurang sopan dan menantang pada pihak pengadu.

“Kami di sini hanya sebagai penengah saja dan berusaha me mediasi kedua belah pihak agar ada titik temu”.Kata M.Purkon,SH,MSi ketua majelis BPSK.Ironisnya,dalam sidang kedua hak-hak konsumen yang tertuang dlm UU No.8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen,sama sekali tidak di paparkan,terkesan majelis hanya menyimak dan mendengarkan pertengkaran antara pengadu dan teradu.

Apakah benar,teknis persidangan yang di gelar BPSK selama ini sesuai prosedur.Di hadapan majelis,terjadi tawar menawar denda keterlambatan dan juga biaya pencabutan kendaraan yang di bebankan pada konsumen.Perlu diketahui,sebelumnya unit sepeda motor telah di cabut dan diamankan oleh pihak PT.CSF,hanya sisa 1 x angsuran sebesar 600 ribu,membengkak jadi Rp.5.700.000,-.

Maka,di duga hal ini,termasuk pembiaran dan penyalahgunaan wewenang terjadinya pelanggaran keputusan MA.No.2027 K/BU/1984,tentang bunga terselubung,yang harus di tolak. (SatriyoAdie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here