Bisnis Dan Modus Bantuan Sukarela Di Sekolah

0
1066

PEMALANG JATENG,Zonadinamika.com. Tak dapat di pungkiri dan hampir di tiap sekolah,mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas,bisnis dan modus dengan mengatasnamakan komite sekolah,yang seolah-olah pihak sekolah terkesan cuci tangan,atau mungkin saja sudah diatur.

Bukan hanya memberatkan dan menjadi momok tersendiri bagi para orang tua siswa,ketika awal menjelang kelulusan dan awal tahun ajaran baru,hampir semua wali murid mengeluh pusing tujuh keliling,karena harus mempersiapkan sejumlah uang untuk “upeti” ke sekolah.

Bahkan di duga,beberapa para kepala sekolah di Kabupaten Pemalang untuk memperkuat dan agar menjadi tameng tersendiri,mereka membentuk semacam tim yang melibatkan komite,dengan dalih untuk kepentingan siswa.”Kami sebenarnya sangat keberatan dengan iuran-iuran yang di bebankan ke kita selaku orang tua murid”.ungkap beberapa wali murid,yang enggan di publikasikan identitasnya.

Ironisnya,pihak sekolah Jamal Abdul Azis selaku kepala sekolah SMPN 3 Bantarbolang memperkuat dugaan pungli tersebut.”Seharusnya Anda jangan tanya ke saya,langsung saja ketua komite”.Ungkapnya singkat,ketika di temui di ruang kerjanya.

Masih menurut kepala sekolah,iuran yang di bebankan wali murid sebesar Rp.180.000,- dikalikan 600 siswa,yang rencananya untuk membangun 9 ruang toilet untuk siswa,dengan alasan,kasihan siswa ketika ingin buang hajat harus ke kebun atau sungai di belakang sekolah.

Namun demikian,perihal pungli ini terjadi setiap tahun,tidak seharusnya wali murid di bebani sumbangan hanya untuk membangun toilet.Mungkinkah pemerintah dan dinas terkait tidak peduli dengan keadaan seperti ini,hingga akhirnya pihak sekolah memutuskan untuk membebani wali murid. (SatriyoAdie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here