Praktek Korupsi dan Pungli di Dunia Pendidikan Batam Tumbuh Subur

0
1035

Praktek Korupsi dan Pungli di Dunia Pendidikan Batam Tumbuh Subur

Batam, Zonadinamika.com. Mengamati kasus-kasus korupsi pendidikan yang semakin lama semakin marak. Korupsi terjadi di semua tingkatan dari Depdiknas, dinas pendidikan, hingga sekolah,

Korupsi sistemik itu mulai dari penerapan strategi pembiayaan didasarkan pada proyek wajib belajar, karena model proyek tersebut memudahkan terjadinya korupsi. Jenis, jumlah dan pola korupsinya sangat tergantung pada tingkatan atau jenjang penyelenggara.

Agaknya untuk menghilangkan korupsi di sektor pendidikan sangat sulit, dana untuk BOS buku,hingga pembayaran lembar kerja siswa (LKS) dan buku paket yang kemudian diikuti uang infak, penerimaan siswa baru dan uang bangunan sekolah.

Bahkan beberapa pungutan yang dilarang bagi SD yang menerima dana BOS, ternyata masih terjadi seperti uang ujian, uang ekstrakurikuler, uang kebersihan, uang daftar ulang dan uang perpisahan murid, guru dan kepala sekolah,” katanya.

Gejala beban biaya pendidikan yang ditanggung orang tua, semakin bertambah di tengah kenaikan anggaran untuk sektor pendidikan dan adanya dana bantuan operasional sekolah (BOS).

Dalam hal terkait pengungkapan dugaan praktek dalam dunia pendidikan di Batam semakin membukakan mata para pembaca zonadinamika.com.

Berawal atas kawalan tim media ini dalam sepat terjang oknum kepala Sekolah di lingkungan SMAN 4 Batam yang hingga bermuara pada penegak hukum di lingkungan Kejaksaan Kota Batam.

Pembaca media ini pun bercerita juga mengingatkan kembali ingatannya terhadap beberapa penyimpangan sekolah lainnya yang menguntungkan para Kepala Sekolah dengan Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam.

Sumber mengatakan, jeritan hati para orang tua siswa di lingkungan dunia pendidikan Batam semakin tidak karuan bahkan tidak bisa di elakkan oleh para orang tua.

Sumber pun berharap, semoga dengan bantuan media ini, kedepan dunia Pendidikan Kota Batam akan lebih Baik.

Adapun bentuk dugaan praktek korupsi dan pungli yang di beberkan oleh sumber dan dikirim langsung ke email redaksi zonadinamika.com diantaranya adalah:

Sumber menuding,bahwa setiap tahun ajaran baru hampir semua sekolah memungut uang pembangunan kepada orang tua calon murid baru, padahal serkolah sudah dibangun dengan anggaran negara. Dan ujung ujungnya uang pungutan tersebut adalah untuk dibagi bagi oleh Kepala Sekolah terhadap Kepala Dinas Pendidikan agar jabatannya langgeng dan tak pernah diganti.

Dan setiap tahun para Kepala Sekolah berjualan baju dan buku terhadap murid baru, dan selalu dilindungi oleh Kepala Dinas Pendidikan, tentu dengan mengharapkan bagi bagi hasil bisnis tersebut.

80 % dari total jumlah Kepsek se Kota Batam, mulai dari SD, SMP dan SMA/SMK Negeri, punya jabatan diatas 4 tahun bahkan banyak yang punya jabatan diatas 10 tahun. Sementara sesuai undang-undang jabatan Kepsek hanya 4 tahun dan dapat diperpanjang jika sang Kepsek punya prestasi luar biasa. Terus apa standar prestasi Luar biasa ala Dinas Pendidikan Kota Batam, kecuali setoran tinggi kepada sang Kapala Dinas.

Dikatakan, pada akhir tahun 2015, seluruh SMK Negeri se Kota Batam dapat bantuan 3 RKB (ruang kelas baru) dengan anggaran APBN dibawah Kendali Dinas Pendidikan Kota Batam. Total anggaran yg disediakan sekitar Rp. 710.000.000,- Padahal harga dilapangan menurut hitungan beberapa kontraktor untuk 3 RKB hanya Rp.450.000.000,- + kursi-meja Rp.350.000,/set X 120 = Rp,42.000.000. set untuk 3 Ruang.

Jadi total anggaran yang terpakai hanya Rp.450.000.000. + Rp.45.000.000 = Rp.495.000.000,- ditambah pajak. Dan beberapa guru yang pernah mempertanyakan sisa uang tersebut sama Kepsek, dijawab Kepsek uangnya sudah disetorkan ke pak Kadis.

Di jelaskan, bahwa beberapa tahun belakangan ini dana BOS telah dikucurkan oleh pemerintah termasuk SMK, tapi para Kepsek masih memungut ke orang tua berkisar Rp.400.000.s/d Rp.500.000. kepada orang tua setiap bulannya, belum lagi uang pemantapan dan uang ujian kompetensi yang luar biasa besar, bahkan ada yang mencapai Rp,1.500.000,/ siswa. Padahal uang Uji Kompetensi pun sudah disediakan oleh pemerintah.

Sejauh mana akan kebenaran informasi ini, redaksi zonadinamika.com akan menelusuri ke berbagai pihak yang berkompeten, oleh karena itu ikuti terus pemberitaan kami. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here