Warga Desa Glandang Bantarbolang, Tuding Kades Lakukan Penyimpangan

0
2177

Pemalang Jateng, Zonadinamika.com. Beberapa waktu lalu warga Desa Glandang Kecamatan Bantarbolang sempat di hebohkan kedatangan warga dengan membawa beberapa tuntutan pertanggung jawaban M.Suntoro selaku Kepala Desa,yang telah di duga kuat melakukan penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang.

Menurut warga dan beberapa perangkat Desa Glandang sendiri,memaparkan sebelas poin yang di duga kuat telah terjadi pelanggaran secara hukum.Salah satunya yang menurut warga di anggap paling memberatkan adalah dugaan penjualan tanah GG (tanah milik pemerintah Desa).

“Kami menganggap pelanggaran terberat dari sekian banyak penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang yang di lakukan M.Suntoro adalah penjualan tanah GG kepada seorang pengusaha bernama H.Asrofi Ismail”.Demikian di ungkapkan Cahyono selaku sekretaris LPMD (Lembaga Permusyawaratan Masyarakat Desa) Glandang,pada rekan-rekan wartawan yang hadir meliput,ketika di kantor Balai Desa Glandang.

Menurut Cahyono dan juga beberapa perwakilan warga,bahwa Kepala Desa dianggap sudah terlalu serakah dan tidak menganggap perangkat serta tokoh masyarakat setempat,ketika akan mengambil keputusan dan juga kebijakan terkait semua urusan termasuk pembangunan Desa Glandang.

Berikut adalah 11 poin yang harus di pertanggung jawabkan M.Suntoro;
1.Tanah GG (blok 012/Dukuh Munjul)
2.ADD (untuk fisik pembangunan pagar Balai Desa)
3.Dana Desa
4.Sertifikat Tanah Kas Desa
5.Tanaman Hasil Tanah Kas Desa
6.Mobil Siaga Desa
7.Aspal Imbal Swadaya
8.Gapoktan
9.ADD untuk pos PKK
10.BanProv tahun Anggaran 2014
11.Raskin (Beras Miskin).

Di waktu yang berbeda dan masih ditempat yang sama,ketika hari sebelumnya M.Suntoro absen karena sakit.Dirinya memberikan keterangan dan klarifikasi pada ZonaDinamika dan menjawab satu per satu sebelas poin yang di sangkakan warga pada dirinya.

“Sebenarnya,dulu sebelum semua poin itu,kita telah berkordinasi dengan perangkat dan juga perwakilan warga juga tokoh masyarakat”.Papar M.Suntoro diruang kerjanya.Namun sayang,dirinya tidak memperlihatkan bukti-bukti rapat koordinasi di Balai Desa Glandang kala itu,seharusnya minimal ada catatan dan kesepakatan bersama juga arsip undangan dan tanda tangan di buku tamu atau buku khusus untuk arsip Balai Desa. (SatriyoAdie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here