Pelaksanaan Fogging Di Kecamatan Kateman Terbengkalai

0
586

Kateman, Inhil. Zonadinamika.com. Pelaksanaa Fogging di kecamatan Kateman teriindikasi mati langkah. Hal ini terungkap disalah satu warung kopi yang terletak di pasar Guntung ketika salah seorang Pak RT di salah satu Kelurahan Taga Raja berkeluh kesah perihal “Fogging” (pengasapan cegah DBD) yang masih terkendala di beberapa lokasi, akibat tidak adanya kuncuran dana operasional untuk oknum petugas pelaksana pengasapan di wilayah itu, Rabu (17/2).

Berawal dari kejadian sebelumnya, ketika beberapa waktu lalu ditemukan-nya seorang anak di jln. Kesehatan meninggal dunia akibat terinfeksi DBD, hal ini yang membuat masyarakat resah dan tak ingin hal itu terulang kembali di lingkungan mereka.

Usut punya usut, akhir-nya Kec. Kateman pun naik status menjadi salah satu kecamatan Darurat DBD di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir, akibat kejadian itu. Mengantisipasi hal itu, pelayanan unit dinas kesehatan setempat menjalankan program fogging (pengasapan) untuk beberapa lokasi yang disinyalir rawan infeksi DBD.

Ternyata seiring berjalan-nya program fogging tersebut oleh pelayanan unit dinas kesehatan terkait, ditemukan ada keganjilan prosedur dalam pelaksanaan fogging di wilayah itu.

Tahap fogging pertama sudah di lakukan, dan tersisa beberapa titik lagi di seputaran Kelurahan Taga Raja belum dikondisikan pengasapan. Akhir-nya, Pak RT tersebut melalui pelayanan unit Diskes setempat menanyakan apa penyebab terbengkalainya pengasapan di beberapa lokasi di wilayah mereka, tanya Pak RT.
Alhasil, setelah bertemu dengan Petugas pelaksana unit pelayanan diskes setempat berinisial Z dan I menjelaskan,

bahwa di unit pelayanan diskes setempat cuma ada 1 (satu) alat pengasapan. padahal saat pelaksanaan pengasapan di salah satu lokasi jln. Kesehatan dan sekitar-nya, jelas-jelas masyarakat setempat mengetahui dan melihat langsung bahwa ada 2 (dua) alat pengasapan yang di fungsi-kan oleh beberapa petugas pelaksana pengasapan saat itu.

Disisi lain, saat pak RT bertanya dengan salah satu pihak kecamatan Kateman, pihak kecamatan mengatakan bahwa saat ini ada 5 (lima) alat pengasapan yang terdapat di unit pelayanan diskes itu.

Namun, salah seorang petugas pelayanan diskes di wilayah itu dengan inisial ‘ I ‘mengatakan bahwa saat ini, untuk beberapa lokasi yang masih terkendala pelaksanaan pengasapan harus mengadakan iyuran per KK Rp. 10.000 (sepuluh ribu rupiah) dengan dalih dana operasional beli solar untuk mesin fogging dan lain-lain, dengan itulah baru mereka melakukan pengasapan, ujar petugas tersebut.

Pak RT pun menanggapi penyataan para oknum petugas tersebut, dan menyampaikannya kepada masyarakat di RT-nya. Akhir-nya, terjadilah pro dan kontra di antara masyarakat RT itu karena sebagian masyarakat setuju dan sebagian lainnya tidak setuju akibat dibebankan biaya oleh oknum petugas itu.

Lebih anehnya, para oknum petugas tersebut malah menimpali dengan dalih bahwa dana operasional untuk mereka melaksanakan fogging yang terkendala itu, tidak ada dikuncurkan oleh Diskes Kab. INHIL maupun Prov. Riau. “Ungkap Oknum petugas diskes itu saat berbincang denga Pak RT tersebut”.

Dari perbincangan di warung kopi itu, pak RT sangat mengharapkan perhatian khusus serta langkah serius dari pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir guna mencegah meluasnya DBD di wilayah mereka. “Kita berharap pemerintah kabupaten dapat membantu kita disini, dan melakukan pengawasan terhadap para petugas yang di tempatkan di wilayah ini guna melaksanakan kewajibannya yang juga merupakan bagian dari tugas mereka, ucap Pak RT tersebut. (Alvyn Hul).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here