Bongkar kasus Limbah Mengendap Di Bapedalda,analisis Di Laboratorium,terkesan pengalihan Semata

0
924

Batam,Zonadinamika.com-Tiada pasang surut,kota Batam selalu di banjiri kasus pembuangan limbah oleh pihak perusahaan berbagai cara masih tetap tercium.Dari sekian banyak kasus pembuangan limbah dengan cara sembarangan,Bapedalda kota Batam setiap ada temuan selalu mengeluarkan bahasa akan di lakukan analisis di laboratorium.Tetapi hasil yang di maksud selama ini tidak ada kejelasan secara hukum.

Sangat luar biasa banyak temuan para perusahaan telah membuang limbah dengan cara sembarangan bahkan mengali lubang dan menimbun di dalam tanah hingga melakukan pengecoran di bawah tanah.

Sementara kasus temuan terbaru yang di muat di dalam pemberitaan di media Amjoi grup “tumpukan limbah B3 di sekitar pelabuhan pantai stress Batu Ampar “beberapa waktu yang lalu telah di pasangi garis polis line PPNS Bapedalda terkesan menutup-nutupi.Bahkan lokasi yang di duga adanya tumpukan limbah B3 di sekitar pantai stress sudah di semen dengan cor redymix.Jika hal ini di biarkan akan berdampak buruk terhadap pencemaran laut dan mahluk-mahluk lain di sekitarnya.

Dendi Purnomo Kepala Badan penendalian Dampak lingkungan hidup daerah kota Batam menjelaskan kepada tim media ini “kami sudah mengambil sampelnya dan sedang di uji lab(22/11/2015,kepada tim Amjoi.

Edisi pemberitaan yang terlewatkan di media zonadinamika.com beberapa waktu yang lalu telah mengulas perkara kasus penegakan hukum terhadap PT Unitet Proferindo tempat lokasi di Batu Ampar di duga membuang limbah kebawah tanah.Tetapi sampai saat ini setiap hendak di konfirmasi media ini,Bapedalda kota Batam selalu menghindar,di peroleh informasi kasus tersebut telah di tutup ,alias terkubur.

Sebelumnya Dendi Purnomo kepala Bapedalda kota Batam saat itu menjelaskan melalui pesan singkat dari sms selulernya “Sedang di tangani sudah di ambil sampelnya dan tidak bisa di beri garis penyidik.karena lahan cukup luas ,dan pihak pengadu dari organisasi kepemudaan memberikan laporan 12 hari setelah kejadian penimbunan yang di duga limbah B3.

Sehingga kita mengambil sampelnya dengan cara di bor,dan nanti dianalisis di laboratorium .Selain itu pihak pengadu telah lebih dahulu megadukan masalah ini kepihak kepolisian.Pemanggilan menunggu hasil labor ,karena pihak pengadu terlambat (Ada jedah 12 hari setelah kejadian) dengan pesan singkatnya.

Dalam penuntasan penegakan hukum penanganan perkara kasus pembuangan limbah B3 selama ini pejabat Bapedalda kota Batam terkesan untuk kepentingan memperkaya diri sendiri.Sampai saat ini kasus perkara pembuangan limbah sembarangan baik dengan cara mengecor di bawah tanah tidak pernah terungkap secara tuntas hingga di sidangkan di pengadilan negeri kota Batam.

Lalu bagaimanakah nantinya Bapedalda kota Batam menyikapi pembuangan limbah di Pantai Stres…apakah sama nasibnya dengan penanganan limbah di PT Unitet Proferindo ?Red/Amjoi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here