PT.Brantas Abipraya Kerjakan Proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi Dengan Asal-asalan.

0
1488

Subang, Zonadinamika.com. Hasil investigasi wartawan Zonadinamika.com dilapangan terkait pelaksanaan proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jendarla Sumber Daya Air, Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC) pada lokasi SS.Sukamandi, SS Jengkol,SS Gadung,SS Rancabango,SS Beres dan SS Bandung Cs.

PT.Brantas Abipraya (Persero) selaku pelaksana dengan No Kontrak: HK.02.03/PPK IRG II/PJPAC/05/2015 dan sumberr dana LOAN no 8027-ID, Selain ada yang aneh dalam proyak ini karena pada papan proyek terrsebut tidak mencantumkan besaran anggaran yang di peruntuhkan, sehingga di sinyalir ada unsure kesengajaan agar masyarakat tidak mengetahuinya.

“Aneh kenapa di plang proyek ini tidak di tuliskan besar anggarannya, sepertinya di sengaja agar masyarakat tidak mengetahui, dan seharusnya die rah keterbukaan informasi public saat ini, PT. Brantas seharusnya transfaran terhadap besaran anggaran yang mereka pakai pada proyek ini, ini malah terkesan menyembunyikan, dan buktinya di cantumkan pada papa proyek” kata salah seorang warga yang bermukim di dekat saluran SS Jengkol .

Dirinya selalu mengamati hasil pekerjaan dan menurutnya bahwa hasil pengerukan pun tidak maksimal dan di pastikan akan mubazir, karena system pengerukan asal-asalan.

“Saya perhatikan selama ini, pengerukan tidak maksimal karena kondisi saluran masih tetap dangkal, yang seharusnya masih sangat banyak lumpurkan dalam irigasi yang harus di keruk, nyatanya di keruka 1 kali beco, ya sudah lalu pindah, jadi kami yakin tidak lama, irigasi ini akan dangkal dan akan berdampak banjir”. Terang Asep dengan nada kesal.

Pengakuan yang sama muncul dari sejumlah warga yang bermukim di sepanjang saluran Sukamandi, Sejumlah warga di sepanjang saluran irigasi yang sering korban banjir tersebut mengeluarkan unek-uneknya pada zonadinamika.com yang menyayangkan system kerja pengerukan yang semau gue.

“Ya pak perlu ini beritakan proyek ini, liat aja pak hasil pekerjaan asal-asalan, ngeruknya sedikit banget padahal saluran ini sudah dangkal dan sangat rawan banjir” terang Pak Ujang dengan nada kesal.

Seraya menambahkan, pihak pelaksana seharusnya koordinasi dengan waker atau penjaga pintu agar aliran air di perkecil dan pengerukanpun mudah, ini malah di biarkan saluran dalam kondisi air penuh, padahal warga sudah pada panen, artinya biar air di kecilin tidak berpengaruh pada petani, dasar pemborong sudah berencana berbuat jahat, pegerukan tetap di lakukan, dan hasilnya hanya mengangkut lumpur sedikit sehingga tidak mengahasilkan pekerjaan yang baik dan memuaskan. Kata Ujang.

Yang korban banjir itu bukan mereka tapi kami ini pak, jadi tolong pak,percuma selalu ada oknum TNI yang suka nongkrong di lokasi, tapi tidak perna mencermati hasil pekerjaan baik atau tidak, namun di biarkan saja.

Bapak bisa liat tumpukan lumpur hasil pengerukan dari sungai sangat sedikit, padahal lebih banyak dari situ masih bisa, memang irigasi ini sudah dangkal dan sangat rawan banjir, ujar Ujang.

Hingga berita ini di turunkan tak satupun di temukan dilapangan baik dari pihak pelaksana juga dari pihak pengawas. (Agus/Bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here