Dalam Kasus PT. Cladtek, Pejabat Disnaker Antara Suap Dan Hipnotis?

0
941

Batam, Zonadinamika.com. Panjangnya proses masalah ketenagakerjaan di PT.Cladtek, yang hingga kini belum menunjukkan titik terang, semakin membuktikan bahwa pejabat Disnaker Kota batam belum berpihak pada Kebenaran alias senggarakan tenaga kerja dan seakan para pejabat ini kena hipnotis sehingga tidak bisa berbuat apa-apa.

Penegakan Undang-Undang seakan jalan di tempat, hal ini akibat ulah para pejabat Disnaker Kota Batam bermental BANCI.

Sebagaiman di jelaskan oleh Ketua DPRD kota Batam Nuryanto (8/11/2015) yang mengatakan, bahwa wakil rakyat ini sering mendengar adanya pelanggaran di PT. Cladtek, atas pelanggaran tersebut, seharusnya kata Nuryanto, bahwa pihak Disnaker harus membuat laporan bukan mala mendiamkan begitu saja.

“Terkait adanya permasalahan di PT Cladtek ,beliau menyarankan agar membuat laporan ke kantor DPRD kota Batam secara tertulis,laporannya di tujukan “ke ketua DPRD kota Batam “agar kita undang instansi maupun pihak-pihak yang terkait.

“Harus ada tindakan tegas dan sanksi kalau terbukti pekerja asing tanpa memiliki dokumen untuk bekerja di Indonesia”.
Patut di curigai para oknum pejabat disnaker, Kenapa TKA Ilegal di lepas yang seharusnya menyerahkan/kordinasikan dengan Imigrasi, apakah oknum Disnaker telah telah suap?

Harmidi Umar Husen Anggota komisi I DPRD Kota Batam (8/11/2015menilai PT Cladtek itu membandel ,sudah beberapa kali kita panggil tetap mereka tidak mau hadir.
Namun wakil rakyat ini tidak mau tinggal diam menyikapi berbagai permasalahan yang sedang ada di perusahaan PT Cladtek.Baik penempatan Tenaga Kerja Asing (TKA) serta perizinan operasional yang di duga adanya pelanggaran.

Wakil rakyat (DPRD kota Batam dan Propinsi Kepri ) mengkritik atas lemahnya kinerja para pejabat di Keimigrasian kelas IA Batam serta kepengawasan tenaga kerja asing di kantor Disnaker kota Batam.

Permasalahan di PT Cladtek sudah sangat banyak mulai dari izin penampungan limbahnya yang di duga tidak jelas izinnya dari pemerintah kota Batam.Kita sangat mendukung adanya pemeriksaan terkait dokumen perizinan PT Cladtek hingga saat ini bisa beroperasi.

Terkait permasalahan pekerja TKA yang di pekerjakan di PT Cladtek hingga 10 tahun tidak mendapatkan jaminan sosial silahkan di laporkan ke kantor DPRD kota Batam agar kita lakukan pemanggilan.

Sementara menyangkut adanya temuan Disnaker kota Batam tenaga kerja asing yang bekerja di PT Cladtek secara illegal tugasnya bukan hanya mengusir.

Terbongkarrnya TKA Liar di perusahaan tersebut, selaharusnya melaporkan hal tersebut kepada pejabat keimigrasian maupun kepihak kepolisian agar diproses secara hukum.

Kalau hanya sekedar mengusir bahasanya hal ini patut di pertanyakan,ada apa kepentingan pejabat disnaker di balik semua ini.
**Upaya Suap**

Pasca terungkap Tenaga Kerja Asing (TKA) saat petugas Disnaker bersama wartawan zonadinamika.com melakukan sidak, Selasa 7/9/2015 yang lalu, Petugas Disnaker menangkap TKA illegal PT Cladtek TKA yang illegal.

Saat petugas memasuki ruang kantor PT.Cladtek, salah seoarang tenaga asing yang sedang asik mengoperasikan computer, tiba-tiba berdiri untuk upaya menghindar, namun dengan kesigapan petugas, tenaga asing tersebut langsung di panggil dan memeriksa dokumennya.

Kalah itu, Salah seorang menejemen HRD PT Cladtek yang sebut-sebut T Sinaga, mengatakan bahwa dirinya khusus menangani pekerja TKA seraya memohon kepada Kabid kepengawasan Disnaker kota Batam agar TKA tersebut di lepaskan karena hari ini dianya akan pulang ke Negara asalnya .

Tolonglah pak ya…jangan diproses ,tolong pak ya…di lepaskan kami juga mengerti sambil mengiming-iming akan memberikan imbalan atau berusaha menyuap.
Kami juga selama ini tidak mengetahui prosedur semestinya, katanya berlagak bodoh , “Kok selama ini tidak di persoalkan. Saya juga tidak ingin pak masalah ini nantinya di gembor-gemborkan ke media massa, katanya dengan nada memohon.

Dengan fakta-fakta tersebut, sepatutnya petugas disnaker sudah memiliki data/bukti kuat untuk menuntaskan kasus TKA ini, dan melibatkan pihak penegak hukum lainya, namun apa daya para pejabat ini, ternyata bermental BANCI, bahkan diam gaya terhipnotis.

PT Cladtek selain melakukan pelanggaran mempekerjakan TKA secara illegal,juga mempekerjakan TKA tanpa adanya kontrak kerja ,melakukan pemutusan hubungan sepihak (PHK) tanpa membayar sisa kontrak kerja serta tidak mengikut sertakan para karyawan ke dalam program jamsostek ,sehingga jika karyawan mengalami sakit/okname di rumah sakit harus membayar sendiri ,seperti yang di alami Thulukanam Natarajan.

Segala biaya perobatan selama ini akibat okname di rumah sakit Elisabeth di bebankan ke beliau ,hingga gara-gara dia menuntut haknya sesuai pemberlakuan undang-undang nomor 13 tahun 2003,dan keputusan menteri dan peraturan pemerintah dia berjuang menuntut haknya pembayaran klaim kwitansi mencapai puluhan juta rupiah di abaikan PT Cladtek serta pembayaran sisa kontrak kerja dan jaminan hari tua sampai saat ini masih terabaikan.

Sementara pernyataan Warodat kuasa hukum PT Cladtek saat di konfirmasi (8/11/2015) melalui pesan sms selulernya ke media ini “Kami sudah konfirmasi ke Disnaker kota Batam tentang undangan pertama yang tidak bisa perusahaan hadiri karena baru di terima pada hari yang sama dengan jadwal pertemuan ,Selanjutnya Disnaker akan mengatur waktu lain untuk undangan selanjutnya.

Boleh tahu kenapa Bapak perhatian sekali dengan KESALAHPAHAMAN ini ? Kami heran pak kenapa Bapak begitu perhatian dengan issue yang telah kami klarifikasi,sampai menanyakan hari ini kami hadir atau tidak pada agenda yang justru kami tidak pernah tahu.

Apakah Bapak hari ini dapat undangan dari Disnaker,pesan sms singkatnya, tanpa menyadari bahwa dirinya sebagai pengacara telah membelah yang salah.
Patut di curigai, seberapa besar oknum pengacara ini di bayar hingga nekat membela yang salah, hingga berani menyatakan PELANGGARAN HUKUM SEBAGAI KESALAPAHAMAN ?
Terkait Asurransi, Kasi pengawasan dan penindakan Jal Friman saat di konfirmasi media ini menjelaskan bahwa pihaknya sudah pertemukan kedua belah pihak di kantor Disnaker kota Batam untuk membahas penyelesaiannya12/11/2015.

Di katakan, sebagaimana kuasa hukum PT Cladtek mengklarifikasi mengenai klaim ansuransi terkait pengobatan pekerja pada bulan Mei 2015. PT Cladtek mengatakan telah mendaftarkan si pekerja ke ansuransi AXA yang sampai saat ini pihak perusahaan mengupayakan pencairan klaim sebelum masa IMTA pekerja asing akan berakhir,jelasnya.

Thulukanam Natarajan (12/11/2015) menuturkan pada media ini membenarkan adanya pertemuan di kantor Disnaker kota Batam,dan salah seorang staf PT Cladtek hadir untuk dampingi pihak kuasa hukumnya Bintoro Arif Waskito.

PT Cladtek berjanji dan membuat surat pernyataan bersama melalui kuasa hukum dengan bunyi :(a)-Bahwa pengusaha melalui personilnya akan menindaklanjuti proses klaim reimburstment ke ansuransi AXA tunggu ada kepastian pencairan klaim yang di maksud.

(b)-Pengusaha memastikan bahwa proses pencairan klaim tersebut di lakukan langsung ke rekening si pekerja yang terdaftar di ansuransi AXA.

(C)-Dengan mempertimbangkan waktu izin tinggal pekerja yang berakhir pada 25 November 2015 ,maka proses klaim akan di upayakan pengusaha selesai sebelum tanggal tersebut terangnya pada media ini sambil menunjukkan surat yang di maksud.

Sementara awak media ini mencoba mencari tahu keberadaan perwakilan kantor ansuransi AXA di sekitaran kota Batam,untuk memastikan si pekerja di daftarkan sejak bekerja dari tahun 2005,Kuat dugaan sebelum PT Cladtek melakukan pemutusan hubungan kerja sepihak si pekerja (TKA) baru di daftarkan ke ansuransi AXA,kalau memang itu benar selama 10 tahun bekerja di PT Cladtek terdaftar di ansuransi AXA , yang patut di pertanyakan, kenapa tidak berlaku di rumah sakit ? red/AMJOI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here