WADUH…! Jenis Tanah Proyek Pengerasan Jalan Sei. Tampang- Sidomakmur Dituding Tak Standart.

0
989

Labuhanbatu.Zonadinamika.com. Pembangunan infrastruktur menggunakan dana APBD Tahun 2015 Labuhanbatu menjadi sorotan elemen masyarakat daerah itu. Soalnya, pelaksanaan berbagai jenis proyek dinilai tidak mengedepankan kwalitas. Sementara, biaya proyek yang menggunakan uang rakyat Lahuhanbatu besarannya tak tanggung-tanggung hingga milyaran rupiah untuk 1 pengerjaan proyek.

Seperti, pengerjaan lanjutan pengerasan jalan Sei. Tampang – Sidomakmur Kecamatan Panai Hulu Labuhanbatu yang bernilai Rp. 6,1 milyar mendapat sorotan dari elemen masyarakat daerah itu.

Sorotan elemen masyarakat terhadap proyek peningkatan badan jalan tersebut berkaitan dengan penggunaan material tanah yang digunakan. Tanah penimbun jalan dinilai oleh elemen masyarakat kurang memenuhi standart.
Menurut Sueb Lubis Sekretaris Aliansi Penyelamat Indonesia (API) Kecamatan Panai Hulu yang mengaku melakukan investigasi kelokasi proyek peningkatan jalan di desa Sidomakmur kepada wartawan Selasa (10/11) di ajamu menilai, tanah yang digunakan untuk peningkatan jalan terkesan tidak sesuai standart.

“Selain tanah timbun yang tertonggok dijalan yang belum diserak kebadan jalan terlihat banyak sampah urat pohon sawit dan kayu, jenisnya juga seperti tanah gambur yang tidak menyatu. Kalau saya amati tanah itu diambil dari perkebunan pangkatan.”sebutnya.

Dikatakan Sueb, bila tanah yang dilihatnya dilokasi proyek tetap digunakan sebagai material peningkatan badan jalan, dikhawatirkan kwalitas pengerasan badan jalan tidak akan bertahan lama, badan jalan akan kembali rusak.

Pihak Bina Marga Labuhanbatu dipintanya supaya langsung turun kelokasi untuk meninjau proyek peningkatan badan jalan yang berada di desa sei. Jawi-jawi dengan harapan proyek infrastruktur yang menghabiskan Rp. 6 milyar tersebut tidak sia-sia dan bisa memenuhi kebutuhan masyrakat dalam bidang sarana transportasi.

Informasi diperoleh Pengguna anggaran peningkatan jalan Sei. Tampang – Sidomakmur adalah Dinas Bina marga Pengairan, Pertambangan, dan Energi Kabupaten Labuhanbatu menggunakan Anggaran APBD 2015 Kabupaten itu, dengan anggaran dana Rp. 6,1 Milyar yang dikerjakan PT. AR.

Sementara, pihak Dinas Binamarga Labuhanbatu belum bisa dihuhungi guna dimintai klarifikasinya berkaitan dengan penggunaan jenis tanah yang digunakan sebagai material pengerjaan proyek tersebut. (AFH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here