Dugaan Maraknyaa Praktek Oplos Beras Inpor di Batam

0
1021

BATAM_Zonadinamika.com.Maraknya Beras impor sangat berdampak pada petani Indonesia, dimana harga beras local harus bersaing dengan beras yang berasal dari luar. Di Kepri khususnya, pada umumnya peredaran beras impor tidak sulit didapati, seperti di Sengkuang, Bengkong, Seipanas dll.

Meski pihak BP Batam tidak pernah mengeluarkan izin mengenai impor beras. Namun terungkap kepermukaan menyusul tertangkapnya beberapa kapal yang hendak menyeludupkan beras itu ke Kepri.

Menurut penelusuran, praktik impor beras dari Thailand, Veitnam, dan India, terus marak tanpa adanya pengawasan dari pihak yang berwajib dan pihak Bea dan Cukai (BC) Sejumlah pengusaha kelas kakap di Batam banyak mengetahui seluk beluk dan jalur masuknya beras luar itu. Selain Beras Gula impor juga menjadi komediti empuk bagi para pengusaha untuk memainkanya dipasaran.

Dan awak media ini menemukan banyaknya tumpukan beras dalam karung polos ukuran 50 Kg, dan banyak tumpukan beras berukuran 25 Kg yang udah bermerek CV Sejati Makmur, Horas, Idola (Beras Super) Champion dll.

Juga banyaknya karung kosong yang sudah bermerek dan lengkap dengan timbangan juga dengan mesin jahit karung. diduga kuat bahwa beras inpor dari karung polos terebut diaplos menjadi merek lokal yang sudah siap diedarkan dipasaran.

Petugas Gudang beras di Sengkuang yang biasa dipanggil dengan sebutan ASU mengaku i, “ Kita ini hanya pekerja bang, bos kita Amseng jarang ada di Batam, dan yang saya tau beras ini yang mengirim Haji Sage. Kalau abang mau komfirmasi masalah beras ini berasal dari mana, langsung saja tanyakan bapak IS, bapak itulak kepala gudang. Atau langsung saja dengan bapak Haji Sage, bapak itulah yang mengirim beras ke gudang ini. Jelas Asu.

Di tempat yang berbedah, sebuah gudang beras di daerah Bengkong, menurut kepercayaan gudang tersebut, bahwa gudang itu milik Bu Meri, “ Ibu lagi sibuk kalau sore seperti ini bang, kalau mau ketemu ibu besok saja jam 10 siang, biasanya kalau tamu datang pagi pagi jam 10, ibu langsung turun dari atas menemui, tapi kalau sore seperti ini ibu takkan mau menemui dikarenakan banyak pekerjaan.

Kegudang ini juga biasa datang dari Kodam berinisial R, Juga dari disprindak, biasanya mereka datang berkunjung menayakan apa kurang pemasokan berasnya atau sudah cukup. Ujar kepala gudang.
Seperti yang di janjika, ke esokan harinya awak media ini kembali mendatangi gudang tersebut seperti jam yang dijanjikan, guan melakukan komfirmasi pada Bu Meri pemilik gudang beras tersebut, tetapi sangat disayangkan, gudang beras itu tidak terbuka.

Menutur informasi dari tetangga gudang beras itu, gudang itu buka pada saat pengiriman beras dan pada saat masuk beras, sesudah selesai dimuat atau dibongkar, gudang itu kembali ditutup rapat. Jelas tetangga.

Untuk di ketahui, maraknya masuk beras dari luar juga dengan barang-barang lainya seperti Gula, Minuman Beralkohol (Mikol) elektonik, dll, diduga keras pihak BC dan aparat keamanan ada ikut andil dengan keluar masuknya barang seludupan kekota Batam, menurut informasi yang dapat dipercaya, pelabuhan yang biasa datang beras dan Gula dari pelabuhan tikus Sengkuang dan Bengkong Laut, Mikol dan elekronik biasa masuk dari pelabuhan beton Sekupang dan pelabuhan tikus Barelang Jembatan dua, Mikol dan rokok yang keluar dari Batam biasa lewat dari pelabuhan tikus Barelang Jembatan lima dan enam.

Terkait maraknya barang impor tanpa dokumen ke Batam ini, menurut pihak BP Batam, adalah bukan wewenangnya, tetapi itu lemahnya pengawasan dari pihak aparat dan pihak BC. Jadi alangkah lebih baiknya ini dipertayakan ke pihak BC dan aparat keamanan. (NGL)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here