Setiap Tahun Millyaran Rupiah Uang Retribusi Parkir Raib, Dishub Batam di Duga Ada Main

0
999

parkir batamBATAM-Zonadinamika.com. Laju pertumbuhan kenderaan di kota Batam begitu pesat ,seiring pesatnya pertumbuhan ekonomi, lapangan kerja, pertumbuhan bangunan ruko,Pasar ,Swalayan untuk tempat usaha menjadi daya tarik para investor untuk berbisnis.

Pengelolaan parkir sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Batam yang di nilai cukup besar,Namun pengelolaan maupun pengawasan kemana uang tersebut mengalir layak di curigai.Miliaran rupiah aliran dana retribusi parkir setiap tahunnya hilang tidak di ketahui siapa-siapa saja yang menikmati dan kemana saja bermuara.

Berbagai tudingan dan sorotan secara bertubi-tubi dari masyarakat bahkan dari DPRD kota Batam mempertanyakan kemana saja aliran dana tersebut dan siapa-siapa saja yang menikmatinya.

Sistem pengelolaan perparkiran di kota Batam selama ini selalu dalam mekanisme lelang maupun tender.Tetapi sejak awal tahun 2012 pengelolaan perparkiran di kota Batam langsung di ambil alih Dinas Perhubungan,setelah pengelola parkir PT.Batam Secrap berakhir masa kontrak kerjanya tgl 18/8/2012.

Sayang, Dinas Perhubungan kota Batam tidak menunjukkan adanya peningkatan pendapatan ke kas daerah setiap tahunnya.Bahkan aliran dana tersebut yang di pungut setiap hari dari sang jukir di duga di nikmati oknum pegawai Dinas Perhubungan kota Batam bersama kru-krunya.

Dari hasil investigasi dan penelusuran media ini di kawasan Palm Spring Batam centre pada hari senin tanggal 3 Agustus 2015 tercatat puluhan juru parkir bahkan setoran yang di pungut setiap harinya kepada satu orang jukir mencapai antara Rp.25.000 s/d 150.000,-satu hari.

Sementara sesuai informasi yang di himpun media ini di lokasi jumlah jukir yang bertugas di kawasan tersebut mencapai 20 orang ,di perkirakan hasil pendapatan daerah (PAD) dari parkir dari kawasan Palm Spring mencapai 450 juta pertahun,tuturnya.

Pada hari senin tanggal 3 Agustus 2015 hasil penelusuran media ini di beberapa lokasi di antaranya : Top 100 Bengkong terdapat jumlah jukir 6 orang dengan tafsiran setoran keseluruhan mencapai dua ratus ribu rupiah/perhari x 12 bulan =72.000.000 satu tahun.

Sementara dari data jukir sesuai investigasi media ini di lapangan di seluruh kota Batam mencapai ribuan orang,Dinas Perhubungan kota Batam selama ini hanya mampu meraih PAD dari sektor parkir 3,5 milyar setiap tahunnya ,lalu kemana milyaran rupiah uang tersebut raib dan siapa-siapa saja yang menikmatinya ?

Sampai berita ini di terbitkan Dinas perhubungan kota Batam belum berhasil untuk di temui ,prihal jumlah petugas jukir di seluruh kota Batam serta setoran perhari yang di bebankan kepada sang jukir.

Kuat dugaan Dinas perhubungan kota Batam tidak mampu mengelola perparkiran di kota Batam dan hanya di perdaya pihak kedua.Sehingga pengelolaan perparkiran di kota Batam yang sedang di kelola Dinas perhubungan kota Batam kesannya seperti “tembak di atas kuda “alias tidak berdasarkan fakta di lapangan.Tim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here