Home Industri Produksi Thinner di Duga keras Tidak Mengantongi Izin Resmi

0
2440

IMG_20150704_181021KARAWANG,Zonadinamika.com. Minyak thiner mempunyai beragam fungsi seperti mengencerkan cat, seperti cat logam dan kayu. Selain itu thiner dikenal juga bisa untuk membersihkan tinta.

Setiap jenis dibuat dari campuran beberapa minyak dan bahan kimia yang dirahasiakan. Pemilik usaha seperti pengecatan mobil, advertising, meubel dan seniman lukis banyak menggunakan tiner.

Bisnis thiner ini cukup menjanjikan, itu sebabnya Sebuah pabrik thinner bebas beroperasi hingga bertahun-tahun di wilayah Karang Sinom Cikampek. Penyulingan thinner yang berasal dari limba B3 ini, ditenggarai kuat tidak memiliki izin resmi dari pemerintah daerah dan pusat.

Peraturan menteri negara lingkungan hidup Nomor 30 tahun 2009 Tentang Tata laksana perizinan dan pengawasan pengelolaan limbah Bahan berbahaya dan beracun serta pengawasan pemulihan Akibat pencemaran limbah bahan berbahaya dan beracun oleh Pemerintah daerah.

Pada Pasal 2 menegaskan, Ruang lingkup yang diatur dalam Peraturan Menteri ini meliputi: ,perizinan yang meliputi: izin penyimpanan sementara limbah B3; dan , izin pengumpulan limbah B3 skala provinsi dan kabupaten/kota; , rekomendasi izin pengumpulan limbah B3 skala nasional; , pengawasan pengelolaan limbah B3; , pengawasan pemulihan akibat pencemaran limbah B3; dan ,pembinaan.

Dan setiap pengusaha wajib mengantongi rekomendasi izin pengumpulan limbah b3 skala nasional Sebagaiman di tegaskan pada Pasal 18 Setiap badan usaha yang melakukan pengumpulan limbah B3 skala nasional wajib memiliki izin dari Menteri setelah mendapat rekomendasi izin pengumpulan dari gubernur.

Lokasi home industri yang berlokasi di tengah-tengah sawah ini, sudah sering berpindah tempat dan memakan korban akibat ledakan yang terjadi saat produksi thinner.

Ketua RT yang bertempat tinggal percis di depan lokasi home industri tersebut, mengatakan, home industri tersebut bisa menghasilkan thinner hingga 10 drum setiap hari,seraya mengatakan, tinner tersebut di kirim ke daerah Tangerang Banten.

“Warga di sini sudah tidak ada yang berani kerja di home industri ini, selain upah sangat kecil, juga takut terhadap kejadian-kejadian terdahulu, karena setahu saya sudah tiga kali meledak dan makan korban jiwa, makanya lokasinyapun sering berpindah tempat” tegang ketua RT setempat pada zonadinamika.com saat berbincang-bincang di depan rumahnya.

Usaha Home industri dengan memakai CV.Gunsson Gemilang Prima Indonesia, oknum Polisi baik dari Pospol, Polsek dan Polres juga sering datang karena mereka ada jatah, oknum wartawan pun disini dapat jatah, makanya aman, tambah ketua RT yang tinggal percis depan lokasi home industri tersebut, seraya memberikan satu botol aqua berisi thinner dari hasil produksi home industri tersebut.

Toni yang di sebut-sebut sebagai pemilik home industri yang memproduksi bahan mudah terbakar tersebut, ketika di konfirmsi via pesan singkat via selulernya tidak menjawab.Bersambung (budi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here