TAPUT– Zonadinamikanews. Keberhasilan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarutung melaksanakan tindakan pemasangan dua ring jantung untuk pertama kalinya melalui fasilitas Catheterization Laboratory (Cath Lab) mendapat apresiasi dari berbagai kalangan masyarakat. Salah satunya datang dari Ketua Komunitas Mahasiswa Peduli Tapanuli Utara (KMPTU), Belaster Bolas Tua Purba.
Belaster Bolas Tua Purba menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada Direktur RSUD Tarutung, dr. Bobby Simanjuntak, beserta seluruh jajaran manajemen, dokter spesialis, tenaga medis, dan tim profesional yang telah bekerja keras mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Tapanuli Utara.
Menurut Belaster, keberhasilan tersebut merupakan pencapaian penting sekaligus bukti nyata bahwa rumah sakit daerah mampu terus berkembang, meningkatkan kapasitas pelayanan, serta menghadirkan layanan medis modern yang semakin dibutuhkan masyarakat.
Ia menilai, di bawah kepemimpinan dr. Bobby Simanjuntak, RSUD Tarutung menunjukkan perkembangan yang patut diapresiasi. Rumah sakit kebanggaan masyarakat Tapanuli Utara tersebut semakin memperlihatkan kemampuannya dalam memberikan pelayanan kesehatan yang lebih maju, khususnya dalam penanganan penyakit jantung yang membutuhkan fasilitas khusus, tenaga medis kompeten, serta teknologi kedokteran yang memadai.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada dr. Bobby Simanjuntak yang telah membawa RSUD Tarutung semakin maju dan naik kelas. Ini bukan sekadar keberhasilan menghadirkan fasilitas baru, tetapi merupakan langkah besar dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Tapanuli Utara. Kami bangga melihat rumah sakit daerah kita mampu melakukan tindakan medis penting seperti pemasangan ring jantung,” ungkap Belaster.
dr. Bobby Simanjuntak Dinilai Mampu Mendorong Transformasi RSUD Tarutung
Lebih lanjut, Belaster menegaskan bahwa kemajuan sebuah rumah sakit tidak dapat diukur hanya dari megahnya bangunan atau lengkapnya peralatan medis. Keberhasilan sesungguhnya terlihat dari kemampuan rumah sakit memberikan pelayanan berkualitas, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, serta menghadirkan tindakan medis yang dibutuhkan masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan perdana pemasangan dua ring jantung di RSUD Tarutung menjadi indikator penting peningkatan kapasitas pelayanan kesehatan di daerah.
Selama ini, pasien yang membutuhkan penanganan jantung tertentu harus mempertimbangkan rujukan ke rumah sakit yang memiliki fasilitas dan kemampuan tindakan tersebut. Dengan semakin berkembangnya pelayanan Cath Lab di RSUD Tarutung, masyarakat kini memiliki harapan lebih besar untuk mendapatkan akses pelayanan jantung yang lebih dekat dengan tempat tinggalnya, sesuai indikasi medis dan kesiapan pelayanan rumah sakit.
“Ini sebuah kemajuan yang patut kita syukuri. Bayangkan bagaimana manfaatnya bagi masyarakat ketika fasilitas kesehatan yang semakin lengkap tersedia di daerah sendiri. Selain mendekatkan akses pelayanan, hal ini juga berpotensi mengurangi beban perjalanan dan biaya yang harus ditanggung keluarga pasien,” ujarnya.
Belaster juga menilai bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kepemimpinan, perencanaan, kerja sama, serta komitmen seluruh unsur rumah sakit dalam mendorong peningkatan mutu pelayanan.
Ia mengingatkan bahwa apresiasi terhadap direktur rumah sakit juga harus diberikan kepada seluruh tenaga kesehatan yang berada di garis depan pelayanan, mulai dari dokter spesialis, perawat, tenaga teknis, hingga seluruh unsur pendukung lainnya.
Apresiasi Dukungan Pemerintah dan Sinergi dengan Kementerian Kesehatan
Ketua KMPTU tersebut turut memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, serta RSUP H. Adam Malik Medan atas dukungan dan sinergi dalam mendorong peningkatan kapasitas pelayanan kesehatan di RSUD Tarutung.
Menurutnya, kemajuan fasilitas kesehatan daerah membutuhkan dukungan lintas sektor. Pemerintah daerah memiliki peran penting dalam memastikan keberlanjutan pengelolaan rumah sakit, sementara dukungan pemerintah pusat dan rumah sakit rujukan menjadi bagian penting dalam pengembangan kemampuan pelayanan spesialis.
Belaster berharap sinergi tersebut tidak berhenti pada keberhasilan perdana pemasangan ring jantung, tetapi terus diperkuat melalui peningkatan fasilitas, pengembangan kompetensi tenaga medis, pendampingan profesional, serta pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana kesehatan.
“Keberhasilan ini merupakan hasil yang harus kita jaga bersama. Jangan sampai setelah pencapaian perdana, pelayanan justru berhenti atau tidak berkembang. Kita berharap RSUD Tarutung terus meningkatkan kualitas dan kapasitasnya sehingga semakin banyak masyarakat yang mendapatkan manfaat,” tegasnya.
KMPTU: Kemajuan Rumah Sakit Harus Berbanding Lurus dengan Pelayanan kepada Masyarakat
Belaster juga mengingatkan bahwa keberhasilan menghadirkan teknologi kedokteran modern harus diikuti dengan pelayanan yang aman, profesional, transparan, manusiawi, dan terjangkau.
Menurutnya, masyarakat tidak hanya membutuhkan rumah sakit yang memiliki peralatan canggih, tetapi juga membutuhkan kepastian pelayanan, keterbukaan informasi, kemudahan administrasi, serta tenaga kesehatan yang memberikan perhatian penuh terhadap keselamatan pasien.
Ia berharap RSUD Tarutung terus memperhatikan pemerataan akses pelayanan, termasuk bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil dan memiliki keterbatasan ekonomi.
Selain itu, peningkatan kualitas pelayanan harus tetap mengedepankan standar keselamatan pasien, ketepatan diagnosis, kesiapan fasilitas, serta penanganan sesuai prosedur dan indikasi medis.
“Rumah sakit yang benar-benar maju bukan hanya rumah sakit yang memiliki teknologi modern, tetapi rumah sakit yang mampu memberikan pelayanan dengan hati, mengutamakan keselamatan pasien, serta tidak membeda-bedakan masyarakat berdasarkan latar belakang ekonomi. Itulah kemajuan pelayanan kesehatan yang sesungguhnya,” tambahnya.
Momentum Membuktikan RSUD Tarutung Mampu Bersaing dalam Pelayanan Kesehatan
Bagi KMPTU, keberhasilan pemasangan dua ring jantung tersebut harus menjadi momentum untuk semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di Kabupaten Tapanuli Utara.
Belaster berharap di bawah kepemimpinan dr. Bobby Simanjuntak, RSUD Tarutung semakin konsisten melakukan pembenahan, memperkuat kualitas sumber daya manusia, meningkatkan pelayanan spesialis, dan mengoptimalkan fasilitas Cath Lab agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan dukungan terhadap setiap upaya positif yang bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya di bidang kesehatan.
Menurutnya, kritik dan pengawasan masyarakat tetap diperlukan sebagai bagian dari kontrol sosial. Namun, keberhasilan dan terobosan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat juga harus mendapatkan apresiasi secara objektif.
“Kalau ada yang perlu dikritik, tentu akan kita sampaikan sebagai bentuk kepedulian. Tetapi ketika ada kemajuan dan keberhasilan yang nyata, kita juga harus berani memberikan apresiasi. Jangan sampai kita hanya pandai mengkritik, tetapi lupa menghargai kerja keras dan prestasi,” ungkapnya.
Selamat untuk dr. Bobby Simanjuntak dan Keluarga Besar RSUD Tarutung
Menutup pernyataannya, Belaster Bolas Tua Purba kembali menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada Direktur RSUD Tarutung, dr. Bobby Simanjuntak, beserta seluruh keluarga besar RSUD Tarutung atas keberhasilan melaksanakan tindakan pemasangan dua ring jantung tersebut.
Ia berharap pencapaian ini menjadi awal dari semakin banyak terobosan pelayanan kesehatan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Selamat kepada dr. Bobby Simanjuntak dan seluruh keluarga besar RSUD Tarutung. Teruslah berinovasi, bekerja dengan dedikasi, dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Kami bangga melihat RSUD Tarutung semakin maju dan mampu meningkatkan kualitas pelayanannya. Ini adalah kebanggaan masyarakat Tapanuli Utara,” tuturnya.
“Kemajuan rumah sakit bukan hanya tentang teknologi yang semakin canggih, tetapi tentang semakin banyak nyawa yang dapat ditolong, semakin dekatnya akses pelayanan kesehatan, dan semakin besarnya harapan masyarakat untuk mendapatkan pengobatan terbaik.”
(Lindung Naga Bonar..)























