DPD GAAS Sumsel Kutuk Oknum Kades Muara Sindang Ilir OKUS Yang Gaya Preman

0
181

SUMSEL-Zonadinamikanews.com.Ratu Anom selaku Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Advokat dan Aktivis (DPD GAAS) Sumatera Selatan mengutuk keras atas tindakan oknum kades Muara Sindang Ilir OKU Selatan yang bergaya seperti preman,sementara oknum tersebut mengaku mantan wartawan Metro TV, tapi tidak paham akan UU no 40 tahun 1999 tentang Pers.

Di pasal 18 ayat (1) mengamanatkan, “Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp.500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

Ratu Anom berpesan,setiap aktivis baik jurnalis yang juga sebagai aktivis Harus bersatu padu dan bergandeng tangan melawan tindakan kurang terpuji yang dilakukan oleh oknum pelayan publik,dan bila mereka tidak siap di kontrol oleh media,jangan jadi pejabat atau kepala desa, kita tahu,sudah ratusan kepala desa masuk penjarah karena terduga korupsi dana desa. Yang awalnya oknum-oknum tersebut mengaku akan bekerja secara pro rakyat,namun endingnya banyak melakukan dugaan korupsi dana desa dengan menjual atas nama rakyat.

Ratu Anom menghimbau, agar media melakukan investigasi lapangan terhadap penggunaan dana desa oknum Kades Muara Sindang Ilir OKUS, apakah sudah benar-benar tersalur tanpa ada yang mencurigakan,karena melakukan kroscek itu tugas Wartawan dan memberitakan ke publik,tugas itu jelas jelas di lindungi oleh Undang Undang.

Lebih jauh Ratu Anom mengaku sangat kecewa atas tindakan oknum Muara Sindang Ilir yang seakan alergi bertemu wartawan,kalau memang benar-benar bekerja apalagi menggunakan uang negara secara benar kenapa harus, Arongan ketemu wartawan, bila terjadi gaya seperti yang di perankan pada wartawan dengan mengatakan kata-kata aneh,patut dicurigai ada yang tidak beres dalam otaknya.

“Jangan jangan banyak melakukan dugaan korupsi, sehingga tidak mau di ajak bicara oleh wartawan” celetuk Ratu Anom.

Peristiwa yang dialami dua wartawan itu terjadi di hadapan oknum Camat dan oknum Polisi, kedua penyelenggara pemerintah ini patut dipertanyakan akan kredibilitasnya,kenapa diam saja saat oknum kades melontarkan kata-kata kurang terpuji di hadapannya,sementara tidak melakukan aksi,apakah sudah sering dicekoki DOA? kata Ratu Amon dengan nada tanya.

Sebagai diberitakan, Perlakukan tidak mengenakkan dan terkesan bermental Arongan yang diperankan oleh oknum kepala desa Muara Sindang Ilir,Kabupaten Oku Selatan,Provinsi Sumatera Selatan. Tak ada angin tak ada hujan, tiba-tiba oknum kades tersebut mengeluarkan kata-kata yang terkesan jengkel atas kehadiran wartawan di wilayah kepemimpinannya.

Peristiwa tersebut terjadi 29/9 di alami oleh wartawan Zonadinamikanews.com dan Securitynews.id. kantor desa Muara Sindang kecamatan Sindang Danau.Oknum kades tersebut mengeluarkan kata-kata kurang bersahabat tanpa menghormati atasannya yang ada di lokasi yaitu Camat dan seorang anggota polisi yang juga sedang berada di tempat jadian.

Setibanya wartawan media zonadinamikanews.com dan securitnews.id di kantor desa yang sebelumnya sudah saling kontak untuk bertemu dengan tujuan silaturahmi,tanpa basa basi oknum kades tersebut Menguncapkan kata-kata ” saya pusing, banyak yang saya urusin,baik urusin preman,urusan warga dan juga urusan tanah,saya ini mantan wartawan metro TV,jadi kalau mau meliput ke wilayah saya, permisi dulu dan permisi dulu sama dewan pers,ucap oknum kades dengan wajah tengang.

Dikatakan, kalau kalian beritakan, saya akan cari kalian, tambahnya dengan nada mengancam.

“Saya heran dengan gaya oknum kades tersebut,padahal sebelum ketemu sudah janji lewat telepon, ditelepon oknum kades tersebut dengan gaya enak menyambut dan mengatakan,ya sini saja kita ngopi kebetulan kita disini lagi ngumpul santai,namun setibanya kami di desa,langsung Menguncapkan kata-kata kurang enak dan kurang bersahabat,padahal kehadiran kita di sana hanya sebatas silaturahmi tidak ada yang lain-lain” terang Nasarudin pada media ini.

Ironisnya lagi, keberadaan camat dan seorang petugas dari Polsek setempat berada di kantor desa tersebut, dan camat juga oknum polisi tersebut, diam saja,seakan tidak berkutik pada oknum kades tersebut,tambah Nasarudin

Oknum kades tersebut mengaku mantan wartawan Metro TV tapi tidak menunjukkan sedikitpun cara bicaranya bahwa dia mantan wartawan,karena kami menilai tidak punya etika sedikitpun.

Dan yang juga kami sayangkan Nopta Limi selaku camat yang menyaksikan peristiwa tersebut, tidak melakukan tindakan apa-apa atau menegur oknum kades yang kaya sudah kesetanan tersebut,tambah Nasarudin

Melihat situasi kurang bersahabat,akhirnya kami pulang dan pamitan sama anggota polisi tersebut,dan anggota polisi tersebut mengatakan Ya.

Camat Danau Sindang lewat telepon pada media ini memintah agar peristiwa ini tidak perlu di besar-besarkan apalagi sampai beritakan,lebih baik duduk bersama lagi saja.

“Ya tidak usa diperpanjang, ayo duduk bersama dan kita selesaikan,ga usa sampaikan diberitakan” pesan sang camat. (R)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini