Sejumlah Oknum DPRD Padang Pariaman Terancam Pidana Dalam Kasus Ini.

0
63

SUMBAR-Zonadinamikanews.com.Sejumlah oknum anggota DPRD Padang Pariaman Provinsi Sumatera Barat, terancam kena pidana akibat diduga tidak mengindahkan rekomendasi Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK), pasalnya semenjak adanya temuan kelebihan pembayaran reses tahun anggaran 2020,namun hingga saat ini masih ada oknum dewan yang terhormat tersebut belum menunjukkan niat baiknya untuk mengembalikan ke kas daerah,sesuai mana di anjuran BPK.

Anjuran yang terkesan diabaikan oleh oknum anggota dewan tersebut terancam melanggar Pasal 26 (2) UU No. 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara, menyebutkan bahwa: setiap orang yang tidak memenuhi kewajiban untuk menindaklanjuti rekomendasi yang disampaikan dalam laporan hasil pemeriksaan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 tahun 6 bulan dan/atau denda paling banyak Rp500 juta.Pasal tersebut menunjukkan bahwa BPK menjalankan amanat UU untuk mendorong transparansi dan akuntabilitas keuangan negara.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, hasil pemeriksan BPK tahun 2020 telah ditemukan adanya kelebihan Pembayaran Tunjangan Komunikasi Intensif, Tunjangan Reses, dan Dana Opersional Pimpinan di Sekretariat  DPRD Padang Pariaman hingga mencapai sebesar  Rp.2.207.730.000,00.Dari kelebihan tersebut telah dikembalikan sebesar Rp.1.513.580.000 sisah yang belum di kembalikan sebesar Rp.694.150.000.

Ironisnya, salah seorang oknum DPRD mesara gusar atas pemberitaan media dan mencoba melakukan nada pengancaman, anehnya lagi oknum anggota dewan tersebut mengaku mantan dari media.

TELINGANYA PANAS, Oknum DPRD Padang Pariaman Coba Ancam Wartawan

“Saya ini juga mantan Media jadi semua itu saya sangat paham, dalam berorganisasi pun saya sangat paham, gelar sarjana saya pun Sosial Politik. Harapan saya kalau hanya bertumpu pemeriksaan itu hanya kepada ketua lebih baik tidak usah dilanjutkan” kata oknum anggota dewan tersebut.

Sumber yang terungkap di lingkungan legislatif ini mengakui, oknum anggota dewan yang satu ini diakui sok merasa hebat dan sok kuasa.”Kami mendukung media untuk mengungkap ini, kami tau, rekan kami yang satu ini memang merasa sok hebat dan sok kuasa” ucap rekan kerja sesama anggota dewan pada media ini.

Apalagi kata anggota dewan tersebut,walaupun media sudah konfirmasi dengan ketua, dan tidak peduli dengan ketua yang jelas ini profesional saja, itu sama saja unsur pelecehan pada ketua dewan,ucapnya.

Menindaklanjuti akan rekomendasi BPK, Sekretaris DPRD Padang Pariaman, Armeyn Rangkuti juga mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan surat permintaan pengembalian dua kali,namun hingga saat tahun 2022, namun tidak ditanggapi secara serius.

Rasa kesal juga agaknya muncul dari ketua DPRD Padang Pariaman, Arwinsyah,ST Ketua DPRD Padang Pariaman Provinsi Sumatera Barat bersama wartawan di ruang kerjanya, bahwa dirinya sudah meminta para anggota dewan tersebut mengembalikan, namun kurang di tanggapi.seraya mengaku tidak bisa terlalu intervensi dalam hal tersebut.

Terkait adanya pengakuan oknum anggota dewan, bahwa adanya perjanjian antara BPK dengan para oknum anggota bisa menyicil sampai akhir jabatan,Arwinsyah,ST membatah. ” Tidak ada perjanjian seperti itu BPK” jawabnya tegas.

Data yang diterimah media ini, anggota dewan yang sudah mengembalikan ke kas daerah secara full akan kelebihan tersebut diantaranya, Syahrul ,datuk Lung,Jon Dedi,Yusri,Hasan Basri,Jhon Hendri.

Risma ketua LSM LAMI Padang Pariaman mendesak Kajari Padang Pariaman menjalankan Pasal 26 (2) UU No. 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara, menyebutkan bahwa: setiap orang yang tidak memenuhi kewajiban untuk menindaklanjuti rekomendasi yang disampaikan dalam laporan hasil pemeriksaan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 tahun 6 bulan dan/atau denda paling banyak Rp.500 juta.

Berdasarkan ketentuan tersebut,sejumlah oknum anggota dewan yang tak kunjung mengembalikan akan kelebihan pembayaran tersebut sudah memenuhi unsur dugaan pidana,tegas Rismawati. (zl)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini