LAN, BNN Depok Gelar Talk Show dan Bukber

0
181

Depok-Zonadinamikanews.com. Lembaga Anti Narkotika (LAN) dan Badan Narkotika Nasional Kota Depok melakukan kegiatan talk show pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan peredaran gelap narkotika (P4GN) serta sehabis talk show buka puasa bersama,Sabtu (30/4/2022) di Coffee Mangat Jalan Radar AURI , Cimanggis Depok.

Ketua LAN Depok Ryan Ishak Siagian,S.Sos dalam sambutannya mengatakan,”kegiatan ini digelar dalam rangka HUT Kota Depok ke-23 dan bulan suci Ramadan yang bertujuan mempererat tali silaturahmi sesama pengurus dan anggota LAN,BNN, stakeholder dan masyarakat.

Dibulan suci Ramadan ini ,marilah kita mengisi hal-hal yang positif ,saling bermaafan diantara kita agar supaya apa yang hendak diprogramkan oleh bidang- bidang memberikan edukasi tentang pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan peredaran gelap narkoba (P4GN) kepada masyarakat serta dapat saling bersinergi,”ungkapnya.

Dalam paparan talk show P4GN , Bagus Wicaksono Kordinator Bidang penyuluhan BNN Depok menyampaikan ,bahwa orang yang terdampak narkoba dimulai usia 10 tahun, anak yang sudah terdampak narkoba tersebut dikelabui melalui permen yang dijual disekolah ,”paparnya.

Saat ditemui media, Perwakilan BNN Bagus Wicaksono mengatakan,” terimakasih kepada LAN Depok yang terus eksis memberikan sosialisasi informasi edukasi tentang pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan peredaran gelap narkoba.Kegiatan ini sangat baik ,karena pesan yang disampaikan menyelamatkan masyarakat agar menjauhi narkoba,”ungkapnya.

Siswi SMPN 7 Tugu Depok , Khanzah turut menyampaikan pertanyaan kepada BNN, seputar perbedaan hukuman pemakai narkoba dan pengedar narkoba , apakah sama ?
“Pengertian Pengedar tak diatur secara eksplisit dalam Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika (UU Narkotika). Namun bila merujuk ke Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengedar adalah orang yang mengedarkan, yakni orang yang membawa (menyampaikan) sesuatu dari orang yang satu kepada yang lainnya.

Pasal 35 UU Narkotika hanya menjelaskan soal pengertian Peredaran Narkotika yakni :“Meliputi setiap kegiatan atau serangkaian kegiatan penyaluran atau penyerahan Narkotika, baik dalam rangka perdagangan, bukan perdagangan maupun pemindahtanganan, untuk kepentingan pelayanan kesehatan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi”

Berdasarkan hal tersebut di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa pengedar adalah orang yang melakukan kegiatan meyalurkan atau menyerahkan Narkotika, baik dalam rangka perdagangan, bukan perdagangan maupun pemindahtanganan, untuk kepentingan pelayanan kesehatan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Namun perlu dicatat, meski dikategorikan pengedar, tapi tidak semua pengedar bisa dikategorikan tindak pidana. Misalnya peredaran narkotika dalam bentuk obat jadi yang sudah mendapat izin dari pihak berwenang yakni Menteri Kesehatan (lihat Pasal 36 UU Narkotika) atau penyerahan Narkotika kepada pasien oleh rumah sakit atau dokter berdasarkan resep dokter dapat dilakukan dan itu bukan merupakan pelanggaran hukum/tindak pidana (lihat pasal 43 dan 44 UU Narkotika).

Pengertian Pengguna Narkotika ,bahwa Pengguna Narkotika menurut UU Narkotika dibagi menjadi dua yaitu, Pecandu Narkotika yaitu orang yang menggunakan atau menyalahgunakan Narkotika dan dalam keadaan ketergantungan pada Narkotika, baik secara fisik maupun psikis. (lihat Pasal 1 angka 13) jo Pasal 54 jo Pasal 127);
Penyalah Guna yaitu orang yang menggunakan Narkotika tanpa hak atau melawan hukum (lihat Pasal 1 angka 13 UU Narkotika) Penyalahguna Narkotika (Pasal 1 angka 15 jo Pasal 54 jo Pasal 127).

Konsekuensi atau Hukuman Bagi Pengedar Dan Pengguna , pada intinya, khusus bagi orang mengedarkan, menyalurkan, memiliki, menguasai, menjadi perantara, menyediakan, memperjual-belikan, mengekspor-impor narkotika tanpa izin pihak berwenang dapat dikenakan sanksi pidana penjara antara 2 (dua) sampai 20 (dua puluh) tahun, bahkan sampai pidana mati, atau pidana penjara seumur hidup tergantung dari jenis dan banyaknya narkotika yang diedarkan, disalurkan atau diperjual belikan. (lebih detail bisa dilihat dalam Ketentuan Pidana dari Pasal 111 sampai Pasal 126 UU Narkotika)

Sementara, bagi pecandu dan penyalahguna Narkotika wajib mendapatkan rehabilitasi baik rehabilitasi medis maupun rehabilitasi sosial, sebagaimana diatur dalam Pasal 54 UU Narkotika yaitu: “Pecandu Narkotika dan korban penyalahgunaan Narkotika wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.” jelas Bagus.

Ketua panitia talk show Ratnasari menyatakan terima kasih atas kehadiran Pemerintah Kota Depok ,BNN Depok, Ketua PWOIN Beny Gerungan dan tim ,FKBN DKI Jakarta , Ikatan Advokasi Muslim Indonesia (IKAMI), SMPN 27 Tugu Depok Hendry beserta Siswa-siswinya juga anggota masyarakat.

“Saya berharap LAN Depok tetap eksis dan semangat dalam membawa visi,misinya ,mengemban amanah tugas yang mulia untuk kemaslahatan masyarakat Depok dalam menjalankan sosialisasi edukasi informasi pemberantasan bahaya narkoba,”tuturnya.

(des-ish)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini