Viral! Penyidik Polsek Laguboti Sebut PH Hanya Bagi TSK Yang Ancaman Pidana 9 Tahun

0
313

Toba, Zonadinamikanews.com – Lasma Sinambela (LS1) dan Lisnawati Sitompul (LS2), keduanya merupakan warga Desa Simatibung, Kecamatan Laguboti merasa heran atas pernyataan Penyidik Polsek Laguboti, Polres Toba yang menyatakan bahwa Tersangka (TSK) dengan ancaman hukuman 9 tahun baru boleh menggunakan jasa Advokasi (Penasehat Hukum – PH).

Hal itu disampaikan LS1 kepada awak media pada Minggu (01/05/2022) yang menjadi Tersangka atas tuduhan telah melakukan pencurian tanaman dari kebun orang lain. Dimana menurut LS1 sendiri bahwa lokasi tanaman itu sendiri adalah milik LS1.

Tidak terima dirinya bersama temannya, LS2 dilaporkan ke pihak Polsek Laguboti berencana akan melakukan perlawanan hukum, namun Penyidik Polsek Laguboti menyatakan bahwa seseorang bisa menggunakan jasa Pengacara bila ancaman hukuman 9 tahun.

LS1 dan LS2 yang keduanya hanya tamatan SD itupun kebingungan atas pernyataan Penyidik Polsek Laguboti tersebut.

Namun, atas saran dan masukan dari pihak keluarga, maka keduanya, tanpa mengindahkan pernyataan Penyidik, sepakat memberi kuasa hukum kepada LBH Patriot.

“Kami merasa tidak mendapatkan keadilan dengan semena mena menjadikan kami sebagai tersangka oleh penyidik dipolsek Laguboti,” sebut mereka seraya mengaku telah memberi surat kuasa kepada LBH Patriot pada 29 April 2022 lalu di kantor cabang LBH Patriot, Jalan Aek Mardubur, Aruan, Laguboti, Kabupaten Toba.

LS1 dan LS2 memberikan kuasa agar LBH Patriot memberi bantuan dan pembelaan hukum kepada mereka sebagai Tersangka atas dugaaan pencurian dengan pemberatan sebagai mana diatur pada pasal 363 ayat 1(jo) pasal362 KUHP di Polsek Laguboti.

“Kami akan mendapatkan pembelaan pada tahap pra dan penuntutan di kejaksaan Negeri Balige, memberikan pembelaan di pengadilan Negeri Balige.

Kami juga memberikan kuasa bagi LBH untuk membuat dan menandatangani serta melaporkan Penyidik Polsek Laguboti ke Kompolnas RI, Divpropam Polri, KPAI, Satgas Mafia Hukum, Propam Poldasu dan Instansi terkait lainnya,” mereka.

LBH Patriot sendiri saat ini beralamat di Jalan Jati Timur Raya Blok A/168,Rt 004/RW, 008 Rawalumbu, Kota Bekasi. Sedangkan yang menerima kuasa dari para Tersangka yakni Dr Manotar Tampubolon ,SH.MA,MH, Nancy Olivia Sitompul SH, dan Rensus Silalahi SH.

Sementara itu, menurut keterangan T Hutahaean, sanak keluarga LS1 menerangkan bahwa kedua Tersangka bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga dan hanya tamatan SD.

“Mereka sejak dijadikan sebagai tersangka oleh Penyidik Polsek Laguboti merasa tidak pernah melakukan pencurian, dan pada saat diperiksa oleh Penyidik Polsek Laguboti tidak pernah memberkan haknya untuk didampingi Penasehat Hukum. (JP).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini