Sadis! 2 IRT Ditersangkakan Polsek Laguboti Kasus Pencurian di Ladang Sendiri

0
130

TOBA-Zonadinamikanews.com. Aroma persekongkolan jahat antara pelapor dengan oknum penyidik di Polsek Laguboti agaknya sulit untuk dibantah, pesanan status tersangka untuk pada dua ibu rumah tangga (IRT) yakni Lasma Dan Lisnawati dengan tuduhan pencurian.

Barang bukti tidak ada yang disita dari tangan kedua ibu rumah tangga tersebut, barang bukti berupa jahe yang di tuduhkan sebagai barang bukti,oknum polisi Polsek Laguboti sendiri yang mencabuti dari ladang  dan dijadikan BB untuk kedua tersangka.

Kronologisnya, Pagi tanggal 23 desember 2021 Lasma Sinambela berangkat membersihkan sisa lahan yang masih kosong untuk di tanami jagung demi mencukupi kebutuhan ke 3 anak anaknya yang masih duduk di bangku sekolah , ke 3 anaknya itu adalah pertama Angelina Noktavia yang kini masih duduk di bangku salah satu Unipersitas swasta di Jakarta , ke dua Togu pardamean kini duduk di bangku SMP di laguboti dan ke tiga Raja Parlindungan  yang duduk dibangku sekolah dasar.

Lasma Sinambela yang hanya tamatan Sekolah Dasar (SD) itu tidak ingin anak anaknya seperti dirinya,maka dengan susah payah mengerjakan lahan mertuanya di lumban dalom desa simatibung kecamatan laguboti yang sudah dimenangkan mertuanya pada persidangan tahun 1981 silam.

Dengan Dasar adanya petikan putusan pengadilan negeri Tarutung tahun 1981 yang di pegangnya itu Lasma Sinambela mengerjakan lahan tersebut untuk ditanami jagung dalam memenuhi kebutuhan anak anaknya.

Lasma yang sedang asik bekerja,dan Lisnawati yang sering membantunya bekerja mendatanginya dengan anaknya yang masih kecil duduk sembari mengobrol, dengan tiba tiba Marina Sinaga datang menghampiri mereka sembari melarang Lasma untuk mengerjakan lahan tersebut dan mengaku sudah memiliki sertifikat diatas lahan tersebut.

Karena Lasma merasa tidak ada pengalihan Nama atau jual beli yang dilakukan mertuanya yang kini masih hidup, Lasma Sinambela tidak menghiraukan larangan Marina Sinaga dan Lasma tetap membersikannya.

“Tiba tiba tanggal 28 januari 2022 datang surat dari polsek Laguboti kepada kami berdua ( Lasma Sinambela dan Lisnawati Sitompul red) untuk hadir dipolsek laguboti pada tepat tanggal 31 januari 2022 perihal minta penjelasan LP/B/64/XII/2021/Polsek Laguboti/ Polres Toba/ Polda Sumut, pada 31 januari saya dan lisnawati didampingi suami saya menghadiri undangan tersebut” terang Lasma.

” Oleh penyidik Polsek Laguboti menanyai kami yang katanya ada seseorang yang bernama Marina Sinaga melaporkan kami mencuri jahe yang disaksikan beberapa anak tetangga, dan pada pemeriksaan itu kami tidak pernah merasa mencuri walapun dibilang ada anak tetangga yang jadi saksinya” jelasnya lagi.

Pada hari rabu 23 – 2-2022 kami kembali mendapat 3 surat sekaligus  yang pertama perihal surat pemberi tahuan dimulainya penyidikan terhadap laporan polisi nomor : LP/B/64/XII/2021/POLSEK LAGUBOTI/POLRES TOBA/POLDA SUMUT, tanggal 24 desember 2021 yang ditandatangani kapolsek laguboti Jumpa Aruan pada 9 feberwari 2022, dan yang kedua surat penetapan tersangka teranggal 21 feberwari 2022 dan yang ke tiga surat pemberi tahuan dimulainya penyidikan terhadap tersangka Lasma Sinambela dan Lisnawati Sitompul serta penyidik atas nama Lauren Pasaribu menyarankan kami untuk menghadiri pemeriksaan dipolsek laguboti pada tanggal 25 feberwari 2022, ketika ditanya surat panggilan untuk menghadiri pemeriksaan sebagai tersangka tidak diberikan dan pergi” jelas lasma.

Pada 25 Februari 2022 Saya dan Lisnawati bersama Suami Saya Bernama Tanda Hutahaean untuk mendampingi kami, sesampainya kami di polsek laguboti dan bertemu dengan Lauren Pasaribu, lalu Lauren Pasaribu menyodorkan surat panggilan untuk kami tanda tangani dan suami saya sempat mempertanyakannya,

Setelah kami tanda tangani Lauren Pasaribu menyimpan surat panggilan tersebut tanpa memberikan kepada kami serta melanjutkan pemeriksaan kepada kami.

Karena kami tidak mengetahui Hukum, kami ikut saja walaupun kami tidak pernah melakukan pencurian jahe seperti apa yang dituduhkan pada kami.

Setelah selesai pemeriksaan oleh penyidik kami dibilang  Lauren Pasaribu selaku penyidik polsek laguboti akan ditahan, lalu saya lapor kepada Suami  saya, katanya.

Lalu Tanda Hutahaean Suami Lasma Sinambela  menemui Lauren Pasaribu agar Istrinya dan Lisnawati Sitompul tidak ditahan karena anaknya masih kecil.

“Saya menemui penyidik Polsek Laguboti dan bertanya alasan penahanan terhadap Istri saya Lasma Sinambela dan temannya Lisnawati Sitompul, Lauren pasaribu menyarankan agar saya menemui kapolsek Laguboti, setelah Saya bertemu kapolsek Laguboti Akp Jumpa Aruan menyarankan saya selaku Suami Lasma Sinambela untuk membuat surat permohonan agar tidak di lakukan penahanan oleh polsek laguboti Laguboti kepada Istri saya dan temannya Lisnawati Sitompul” ucap Tanda.

“Saya mulai curiga terhadap penetapan Istri saya Lasma Sinambela dan temannya sebagai tersangka ketika saya selesai menanda tangani surat permohonan agar tidak dilakukan penahanan oleh polsek Laguboti diatas materai 10.000, saat itu penyidik polsek Laguboti  Lauren Pasaribu kembali menyodorka surat pernyataan untuk ditanda tangani diatas materai 10.000 kepada istri saya dan temannya masing masing satu suran yang kurang lebih isi surat surat pernyataan itu seperti ini , (” saat diperiksa oleh penyidik polsek laguboti saya tidak di dampingi Penasehat Hukum dan Tidak mau didampingi Penasehat Hukum ” ) dan saya sempat menyatakan kepada Lauren Pasaribu, kami bukannya tidak mau didampingi penasehat Hukum tetapi karena kami tidak memiliki uang untuk menghadirkan penasehat hukum dan Lauren kembali menyatakan kami juga didak menyediakan jika ancamannya 7 tahun,dan kami akan menyediakan jika ancaman 9 tahun keatas” jelas Tanda .

“Saya terdiam atas penjelasan penyidik tersebut sembari berpikir untuk mempelajarinya dan Lauren juga menyatakan wajib lapor 2 kali seminggu ” terang tanda.(bsh)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini