Oknum Nagari Minta Ganti Rugi Tol Harus di Potong,Klo Ga Ini Resikonya

0
109

SUMBAR-Zonadinamikanews.Rencana ganti rugi akan pembebasan jalan untuk Tol Padang-Pekanbaru, bahwa dugaan keras adanya oknum mencari untuk dengan cara curang,agaknya makin berani. Dan sepertinya jumlah tersangkah akan keterlibatan oknum yang korupsi yang sedang di tangani oleh Kejati Sumbar akan bertambah.

Dugaan upaya melakukan pembodohan pada masyarakat demi mencari keuntungan dalam proyek nasional ini yang dilakukan oleh oknum,terus mencari celah,bagaimana caranya agar sejumlah tanahnya yang terdampak pembebasan jalan tol tersebut kecipratan uangnya walaupun dengan cara akal busuk.

Setelah adanya oknum PUPR dan BPN Sumbar yang berusaha mengibulin warga dengan berbagai cara,seperti menekan warga agar membubuhkan tanda tangan pada sebuah dokumen,yang menyatakan akan kesiapan terjadinya pemotongan.

Baru-baru ini, muncul keluhan dari masyarakat,bahwa pihaknya di panggil oleh oknum Nagari Parit Malintang Padang Pariaman, warga yang tanah nya terkena pembebasan jalan tol tersebut bersedia uangnya di potong, kalau tidak, pihak Nagari tidak mau mengurus.

” Kita dipanggil pihak Nagari dan berkumpul di kantor Nagari Parit Malintang,kita diminta agar bersedia nada pergantian ganti rugi untuk dipotong,bahkan kalau tidak bersedia,pihak Nagari katanya tidak mau mengurus” keluh Warga pada media ZonaDinamikanews.com.

Oknum PUPR & BPN Sumbar Diduga Buat Surat Rekayasa Soal Ganti Rugi Jalan Tol

 

Ketika ditanya,apakah permintaan pihak Nagari tersebut di turutin, warga tersebut mengaku,tetap ngotot dan tidak mau tanda tangan.

“Kami tetap menolak tanda tangan,karena kami menilai,apa yang di tawarkan tersebut pada kami,kami anggap sebuah kejahatan atau pembodohan,maka kami tidak mau tanda tangan dan tidak mau terjadi pemotongan” jawab warga tersebut dengan tegas.

Kami menduga, upaya pemotongan ini sepertinya sudah kerja sama dengan pihak-pihak lai,seperti yang ditawarkan oleh oknum PUPR dan BPN Sumbar,dan bila ini tetap dipaksakan,kami mohon pihak media tetap mengkawal karena tidak menutup kemungkinan akan terjadi laporan dugaan korupsi,sebab,setiap pembicaraan terkait upaya pemotongan,ada warga yang selalu merekam suara oknum-oknum pejabat tersebut. Tambah sumber.

Andi selaku Sekretari Nagari Paritmalintang ketika dikonfirmasi media ini terkait laporan masyarakat yang dipanggil kembali oleh pihak Nagari untuk membuat surat, Andi mengatakan.

“Itu merupakan surat Keterangan penggarap ,Karena Beliau Tanahnya memiliki Sertifikat ,jadi tanaman yang ada didalamnya diganti Rugi, disitu ada pemilik dan ada penggarap.”

Tanah yang tidak kena pun tetap diganti ,jadi itu bukan pembuatan lasak baru ,tetap surat keterangan bahwa beliau adalah penggarap.

Terkaitan pemotongan tidak ada karena ,tanah tersebut memiliki sertifikat.

Saat rapat waktu itu ,tanah yang kurang dari 100 M (seratus Meter) ,itu akan di bayar ,dan apabila lebih dari 100 M (Seratus Meter ) akan ada penghitungan ulang kembali penggantiannya. (Itu informasi yang dapat dari saya.)

Dan pada saat semua pemilik tanah di undang ke BPN padang,Kami dari Nagari tidak tau sama sekali tentang pemotongan yang dilakukan. Karena itu semua yang tahu hanya pemilik lahan.(zl)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini