Mayjen Pur Haposan Silalahi Diduga Bohongin Masyarakat Simalungun

0
239

SIMALUNGUN-Zonadinamikanews.com. Sudah hampir 24 tahun lamanya rencana pembangunan lapangan golf didusun Nagamaria Desa Silimakuta Barat, hingga saat ini belum ada wujud akan pembangunannya, bahkan lokasi tersebut tidak bisa ditemukan oleh para warga.

Rencana lokasi pembangunan lapangan golf tersebut akan berdiri di areal dengan luas 28 Hektar yang diserahkan pada Mayjen Pur Haposan Silalahi selaku pihak kedua yang diserahkan oleh Sam Jus Girsang yang beralamat di dusun Nagamaria Desa Silima Kuta Barat pada tahun 1900  Selaku pihak pertama.

Dalam perjanjian tersebut tertulis,bahwa pihak pertama dan pihak kedua dihadapan kepala desa Silimakuta Barat,Camat Silimakuta dan bupati Simalungun telah sepakat membuat berita acara penyerahan tanah ditampe-tampe Silimakuta Barat Kecamatan Silimakuta,Kabupaten Simalungun.

Pertanggungjawaban Mayjen Pur Haposan Silalahi selaku penerima kuasa dipertanyakan masyarakat Silima Kuta Barat,kenapa sejak di serahkanya lahan tersebut dan hingga saat tidak ada wujud dari program awal, apakah lahan tersebut beruba wujud atau di jadikan bisnis lain. Karena sejak penyerahan dari tahun 1900 hingga saat ini,bukan waktu yang singkat dan sudah puluhan tahun.

Demikian di uraikan oleh Jasmar Girsang selaku ketua LSM Gempar Peduli Rakyat Indonesia (GPRI) DPC Pamatang Silimakuta, bahkan pihaknya menduga, ada yang tidak beres dalam program tersebut.

Bahkan pihaknya menduga,adanya pembohongan publik dan berpotensi demi kepentingan atau keuntungan pribadi,sebab hasil investigasi yang dilakukan dilapangan, tidak ditemukan tanda-tanda lapangan golf tersebut,bahkan saat pihak mempertanyakan perihal tersebut pada Mayjen Pur Haposan Silalahi lebih memilih tutup mulut.

 

Jasmar Girsang mengharapkan agar Mayjen Pur Haposan Silalahi selaku penerima kuasa dalam penyerahan tanah tersebut jentlemen memberikan penjelasan agar masyarakat mengetahuinya dengan jelas,dan Jangan menjadikan lahan tersebut menjadi arena bisnis sendiri demi memperkaya diri,dan bila ini yang terjadi,maka akan panjang ceritanya, harap Jasmar Girsang.

Dan kamipun tidak sengan-sengan membawa kasus ini pada penegak hukum bila tidak ada penjelasan dari Mayjen Pur Haposan Silalahi,karena lahan tersebut untuk kepentingan banyak orang dan bukan untuk kepentingan pribadi Mayjen Pur Haposan Silalahi selaku penerima kuasa.

“Kami selaku sipukkanhuta tidak mengetahui dimana lokasi yang disepakati sekitar 14 HA, dengan kesepakatan masyarakat 2 dusun disertai kesepakatan dengan na pago pago secara adat,” terang Jasmar, Jumat (06/05/2022).

Karena itu, sambung Jasmar Girsang,  patut diduga ini adalah pembohongan kepada masyarakat kampung, setelah melakukan investigasi bahwa luas tanah bukan 14 HA Namun 28 HA dengan peruntukan untuk lapangan golf yang meliputi di samping desa Tappe- Tappe 13 HA dengan batas yang tidak jelas dan di dusun hapoan 15 HA dengan batas yang tidak jelas juga.

“Saya sebagai ahli waris merasa keberatan dengan luas wilayah yang tidak sesuai dan sebab yang disepakati 14 HA ternyata 28 HA dalam hal ini beliau telah merugikan masyarakat dugaan penipuan lokasi lahan lapangan golf ini, akan saya bawa keranah hukum,”tegas Jasmar Girsang ketua LSM GPRI DPC Pamatang Simahuta, kepada awak media di Medan.

(Tim)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini