Ketua Satgas KPK Sumut l Maruli Tua Manurung Sebut Simalungun Paling Bermasalah.

0
336

Simalungun-Zonadinamikacom.Ketua Satgas Pencegahan Korupsi Wilayah I Sumut, Maruli Tua Manurung menyampaikan,bahwa kabupaten Simalungun ini lah yang paling bermasalah di sumatra utara,hal itu di utarakaan saat kunjungan kerja di Simalungun dalam gelar rapat kordinasi (rakor) Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pencegahan Korupgsi (Monitoring Center for Prevention/MCP) dan Monevtematika Aset dan Pendapatan di Balei Harungguan Djabanten Damanik, Kamis (7/4/2022) sekira jam 10.00 WIB.

Dalam rakor tersebut dihadiri Ketua Satgas Pencegahan Korupsi Wilayah I Sumut, Maruli Tua Manurung,Bupati Radiapoh Hasiholan Sinaga dan Ketua DPRD Simalungun, Timbul Jaya Sibarani,serta seluruh OPD Pemkap simalungun.

Ketua Satgas Pencegahan Korupsi Wilayah I Sumut, Maruli Tua Manurung menyampaikan, kehadirannya di Kabupaten Simalungun dalam rangka memberikan pengetahuan untuk pencegahan tindakan korupsi.

Karna“Kabupaten Simalungun ini merupakan Kabupaten paling bermasalah di Sumatera Utara (Sumut) dalam penanganan aset. Saya melihat, Bupati Simalungun sangat semangat dalam upaya pencegahan ini. Jadi harapan kita, mari kita dukung dan bekerja sama untuk hal ini,” kata Maruli.

Maruli berharap, di periode ini tidak ada lagi temuan atau tindakan korupsi di Kabupaten Simalungun. “Diharapkan banyak kemajuan untuk perbaikannya,” ujar Maruli.

Tugas dan fungsi KPK, lanjut Maruli, adalah melakukan Pencegahan, Kordinasi, Monitor Supervisi, Penindakan dan Eksekusi. Strategi pembatasan korupsi dilaksanakan dengan 3 pendekatan,. “Yaitu pendidikan masyarakat sebagai core business KPK di samping pencegahan dan penindakan,” paparnya.

Maruli tua menegaskan bahwa , titik rawan paling korupsi di pemerintahan daerah. Antara lain, dalam pelaksanaan PBJ, Mark Up penurunan Spek, Kualitas dan pemotongan oleh bendahara, pembagian serta pengaturan jatah proyek APBD, rekrutmen, promosi, mutasi, rotasi kepegawaian, pengelolaan, pendapatan daerah, perizinan dan pelayanan publik. “Ini tolong menjadi perhatian kita bersama dan pak Bupati,” terangnya.

Dia juga menambahkan , yang menjadi area intervensi Satgas Pencegahan KPK yaitu perencanaan dan penganggaran APBD, pengadaan barang dan jasa, pelayanan terpadu satu pintu, peningkatan kapabilitas APIP, manajemen ASN, Optimalisasi Pendapatan Daerah, Manajemen Aset Daerah dan tata kelola dana desa.

Maruli tua juga menyampaikan , Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah)agar mempunyai tanggung jawab dalam mengawasi dan pencegahan korupsi seperti potong memotong atau uang uang pulsa yang harus dihentikan.

“Di Simalungun sangat luar biasa dan di Dinas Pendidikan ini menjadi perhatian kami. Kita tau honor guru itu tidak seberapa. Tapi kita tuntut lagi mereka memberikan uang pulsa. Tolong ini dihentikan dan jual beli jabatan ini banyak tolong di perhatikan ini dengan serius pak Bupati,” tegasnya.

“SDM di Simalungun ini sangat bagus. Kita punya SOP yang harus diterapkan. Jika tidak terlaksana, ini harus dievaluasi agar tidak terjadi tindakan korupsi,” tambah Maruli.

Sebelumya, Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada Satgas Pemberantasan Korupsi yang akan melakukan pembinaan, pencegahan korupsi di Simalungun.

“Ini merupakan momen yg luar biasa buat kita. Ini adalah upaya KPK untuk membimbing kita mencegah korupsi. Artinya, kita sudah diinginkan agar bagaimana tidak terjerumus dalam Korupsi,” kata Bupati.

Bupati menilai ini adalah anugrah, bukan hal yang untuk di takuti. “Kalau kita takut, berati ada yang kita sembunyikan. Mari kita sampaikan apa persoalan kita menjadi hambatan agar terhindar dari tindakan korupsi,” ucap Bupati.

Bupati mengajak kepada seluruh OPD di jajarannya untuk menerapkan rasa malu pada diri jika menerima yang bukan menjadi haknya. “Dan kita juga menjadi Kabupaten paling bermasalah. Mari kita malu dan ini menjadi cambuk untuk kita melakukan perbaikan,” tandas Bupati.

Sementara, Ketua DPRD Simalungun Timbul Jaya Sibarani menyampaikan terima kasih atas kehadiran Satgas Pencegahan Korupsi dan diharapkan dapat memberi manfaat untuk pencegahan korupsi.

“Terkadang niat tak ada, tapi ada kelalaian yang membuat kita melakukan tindakan korupsi. Jadi kami harapkan bimbingannya kepada para Satgas KPK,” kata Timbul.

Menanggapi kehadiran ketua satgas KPK ke kabupaten simalungun Dr Robert Tua Siregar M.Si mengatakan .sangat mendukung dan berterimakasih namun di sayangkan ,satgas KPK sudah mengetahui tentang uang pulsa dan lain lain ,kenapa tidak ada tindakan ,kenapa sampai ada pembiaran seperti ini ,seharusnya ada investigasi jika sudah mengetahui ada indikasi demikian, jika sudah ada bukti sudah bisa proses hukum berjalan, Hal ini guna memberikan educasi dan efek jera, ujarnya ke media ini . ( SN )

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini