PT Putra Samudra Indonesia Diduga menjadi Tameng Pelaku Penipuan

0
831

SIDOARJO-Zonadinamikanews. Pelaku penipuan yang bekerja di Yayasan Mecca Al Azka Indonesia, bekerja sama dengan Samudra Group yang beralamat di Perum Pondok Jati Blok F 25-26 Sidoarjo.

Erik Eko Priyambodo yang mengaku sebagai Direktur Keuangan Perseroan Komanditer CV Putera Karya diketahui hasil dari investigasi sudah tidak eksis sejak tahun 2020 lalu.

Hasil informasi dilapangan pada tanggal 23 Februari 2022, saksi pertama menerima informasi dari saksi kedua bahwa kedua pelaku salah satunya adalah Erik Eko Priyombodo yang mengaku sebagai Direktur Keuangan dari CV Putera Karya menghubungi perusahaan penyedia produk dan atau layanan keuangan via website (intercom). Hal ini dengan alasan tertarik untuk menerima demo mengenai produk melalui meeting online.

Meeting dijadwalkan pada tanggal 24 Februari 2022 yang dihadiri oleh kedua pelaku dan salah satunya adalah Erik Eko Priyombodo serta kedua saksi, ddan menghasilkan kesepakatan bahwa CV Putera Karya akan menggunakan produk dan atau layanan keuangan tersebut.

Dengan sesuai prosedur, saksi pertama mengirimkan draft agreement untuk ditanda tangani dan dikembalikan oleh penanggung jawab CV Putera Karya (pelaku 1). Draft agreement dikirimkan pada tanggal 24 Februari 2022 dan dikembalikan pada tanggal 1 Maret 2022.

Lebih lanjut, meeting online kedua pengaktifan aplikasi di perusahaan pada tanggal 9 Maret 2022. Yang dihadiri oleh kedua pelaku, salah satunya Erik Eko Priyambodo dan saksi lainnya.

Setelah sistem aplikasi aktif, pelaku mulai melakukan transaksi mulai dari tanggal 11 – 20 Maret 2022 (Selama 10 hari). Hingga mencapai total nominal sekitar Rp 1.400.000.000 lebih, wal hasil terindikasi mencurigakan.

Korban dan para saksi menelusuri hasil fakta data palsu dan terindikasi penipuan. Meliputi penggunaan akun id orang lain dari perusahaan lain, menggunakan nomor baru sebagai karyawan, pemalsuan tanggal lahir karyawan, pemalsuan Nomor Induk, pemalsuan NIK pelaku dan karyawan.

Hingga 20 Maret 2022 sekitar pukul 21.00 WIB korban memutuskan untuk menutup akses sistem/aplikasi sehingga pelaku tidak bisa melakukan transaksi lagi. Aksi memulai melakukan penelusuran, pendalaman sembari tetap melakukan komunikasi dengan pelaku hingga saat kronologi ini dibuat oleh pengacara/kuasa hukum dari korban.

Saat ditemui di PT Putra Samudra Indonesia di Perumahan Pondok Jati Blok F 25-26 Sidoarjo oleh dua pengacara dari korban

PAUL HARIWIJAYA., S.H
PETRUS JHON FERNANDEZ.,S.H
Dengan membawa surat kuasa yang sah dari Direktur Operasional korban.
Salah satu yang diduga pelaku yaitu Erik Eko Priyambodo sedang berada di lokasi Yayasan Mecca Al Azka Indonesia Grup Samudra yang dipimpin oleh Rachmad Fahmi Saputro alias (Fahmi). Kemudian diadakanlah mediasi oleh kedua pengacara dan Erik Eko Priyambodo, lalu datanglah oknum yang mengaku sebagai pengamanan aset yaitu Bripka Bambang yang bertugas di Satbrimob Polda Jatim dan oknum yang diindikasi adalah TNI yang bernama Sodik Intel Kodim Sidoarjo,

Akan tetapi terduga pelaku dibawa oleh Bripka Bambang dengan alasan yang pertama rutinitas pekerjaan saya harus mengawal dan mendampingi terduga pelaku Erik Eko Priyambodo untuk urusan pekerjaan,” Ujar Bripka Bambang.

Terduga pelaku Erik Eko Priyambodo dibawa oleh Bripka Bambang dan menjanjikan akan datang lagi di Yayasan Mecca Al Azka Indonesia Grup Samudra kepada Lawyer/Kuasa hukum dari korban dengan waktu yang sudah disepakati. Ironisnya terduga pelaku Erik Eko Priyambodo tidak menepati janji yang sudah disepakati oleh kedua belah pihak.

Hingga sampai saat ini yang terduga pelaku diduga berlindung di Yayasan Mecca Al Azka Indonesia Grup Samudra, PT Putra Samudra Indonesia, hingga berita ini diturunkan.

(dr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini